Menu
SAJIAN ISI

Perluasan Lahan Tebu Jadi Salah Satu Kunci

Perluasan lahan tebu Perluasan lahan tebu

Indonesia diyakini masih berpotensi untuk mencapai swasembada gula. Salah satu kuncinya adalah areal lahan tebu yang ada harus diperluas. Dan perluasan lahan ini yang paling mungkin dilakukan di luar Pulau Jawa.Memang Indonesia hingga kini masih sulit mewujudkan swasembada gula. Hal ini bisa terlihat pada data produksi gula nasional dari 63 pabrik gula yang ada maksimal hanya menghasilkan 2,66 juta ton per tahun.

Padahal, total kebutuhan gula secara nasional sebesar 5,7 juta ton per tahun yang terdiri dari gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi rumah tangga 2,84 juta ton dan gula rafinasi untuk industri 2,8 juta ton. Karenanya, impor masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Bahkan, sejak pertengahan tahun 2013 hingga pertengahan 2014, Indonesia mengimpor hingga 3,7 juta ton gula atau 7,3% impor dunia. Menurut Asosiasi Gula Indonesia (AGI), posisi Indonesia sebagai negara yang bergantung pada gula impor ini sangat membahayakan kedaulatan. Pasalnya, perdagangan gula dunia dikuasai hanya oleh 4 negara, yakni Brasil, Thailand, Australia, dan Meksiko yang menguasai 70% pasokan gula dunia.

Dalam kurun medio 2013 hingga medio 2014, tercatat Brasil mengekspor 25,2 juta ton gula, Thailand 8,3 juta ton, Australia 3,3 juta ton, dan Meksiko 2,1 juta ton. Sementara total gula yang diekspor ke seluruh dunia mencapai 55,2 juta ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Tito Pranolo menyatakan, salah satu penyebab Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan gula nasional karena ketidakkonsistenan pemerintah dalam menelurkan regulasi.

Di satu sisi, Indonesia berkeinginan swasembada namun di sisi lain impor raw sugar atau gula mentah berkelebihan. Belum lagi, soal pengadaan lahan yang pernah dijanjikan pemerintah sampai sekarang belum terealisasi. Sejauh ini, lahan tebu di Indonesia hanya seluas 470 ribu hektar (ha). "Dengan luas lahan yang ada, tidak mungkin bisa menghasilkan 5,7 juta ton tebu per tahun," kata Tito, di kantor AGI, baru-baru ini.

Untuk berswasembada gula, lanjut Tito, diperlukan penambahan lahan seluas 350.000 hektar. Sehingga total luas perkebunan tebu di Indonesia menjadi 800.000 hektar. "Ini memang sepertinya besar, tetapi masih kalah dibanding Thailand yang memiliki 1,3 juta hektar perkebunan tebu," ujarnya.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Edisi Februari 2015. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id