Menu
SAJIAN ISI

Perkebunan Rakyat pun Tak Luput dari Target ISPO Featured

Perkebunan Rakyat pun Tak Luput dari Target ISPO

Program wajib sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang sejauh ini lebih difokuskan pada perkebunan milik perusahaan, akan segera diperluas oleh Kementerian Pertanian ke perkebunan rakyat, baik plasma maupun swadaya. Sejak tahun 2006, Indonesia tercatat sebagai negara produsen kelapa sawit nomor wahid di dunia menggeser posisi Malaysia. Seiring dengan itu, luas areal pertanaman sawit pun makin bertambah setiap tahunnya, dan saat ini total luas kebun sawit di negara ini dilaporkan mencapai sekitar 10,01 juta hektar.  

Dari lahan sawit seluas itu, sebanyak 4,9 juta hektar (48,95%) dikelola oleh perusahaan perkebunan swasta, disusul oleh para pekebun (kebun plasma dan kebun swadaya) yang mencapai luas lahan 4,42 juta ha (44,16%), sedangkan perusahaan perkebunan negara hanya mencapai 0,69 juta ha (6,89%). Tren peningkatan areal perkebunan milik pekebun pada masa mendatang diprediksikan akan lebih mendominasi dibandingkan dengan percepatan pengembangan perusahaan perkebunan swasta maupun perkebunan negara.

Masalahnya, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat dunia yang menjadi konsumen produk minyak sawit, makin tinggi tuntutan mereka terhadap produk minyak nabati yang dikelola secara ramah lingkungan dan lestari. Ini membawa konsekuensi bahwa pengelola perkebunan juga wajib menerapkan konsep berkelanjutan, termasuk pada tanaman kelapa sawit.

Konsumen di negara-negara maju, khususnya di Eropa misalnya, mulai tahun 2015 hanya menerima produk kelapa sawit dan turunannya yang berasal dari perkebunan berkelanjutan (sustainable plantation). Preferensi ini semakin hari semakin mengglobal yang pada gilirannya akan menjadi standar dunia. Walhasil, ke depan, tiada pilihan lagi bagi seluruh produsen kelapa sawit, kecuali bersedia memproduksi kelapa sawit mereka dengan kaidah-kaidah yang ramah lingkungan dan lestari.

Permasalahan yang perlu segera diantisipasi adalah seberapa jauh Indonesia mampu memproduksi kelapa sawit dan turunannya sesuai dengan persyaratan/standar tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yaitu dengan menerbitkan peraturan tentang Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai acuan persyaratan produk kelapa sawit berkelanjutan yang sejak tahun 2011. Melalui aturan itu seluruh perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Indonesia diwajibkan untuk mengantongi sertifikat ISPO.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi 31 April 2015. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id