Menu
SAJIAN ISI

Tofan Mahdi, Juru Bicara Gapki

Tofan Mahdi, Juru Bicara Gapki

Industri Sawit Harus Jadi Kebanggaan Nasional

Kontribusi yang diberikan industri sawit bagi perekonomian Indonesia selama ini cukup signifikan. Di antaranya, dalam hal raihan devisa negara, menciptakan lapangan kerja, serta menumbuhkan kantong-kantong perekonomian baru di daerah. Karena itu, wajar bila industri ini harus bisa dijadikan kebanggaan nasional. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri kelapa sawit di Indonesia memiliki peranan sangat strategis, terutama dalam hal menghasilkan devisa bagi negara. Tercatat devisa ekspor yang dihasilkan dari produk kelapa sawit tahun lalu mencapai sekitar US$20 miliar atau lebih dari Rp 240 triliun. Itu belum termasuk penerimaan negara yang didapat dari bea keluar produk kelapa sawit yang secara akumulatif mencapai lebih Rp 50 triliun.

Tak hanya sebatas itu. Kelapa sawit juga merupakan produk pertanian yang saat ini paling siap sebagai sumber energi baru dan terbarukan. Bahkan pemerintah telah berkomitmen mengantisipasi krisis energi masa depan dengan meningkatkan mandatori bahan bakar nabati (BBN) dari tahun ke tahun sebagai pengganti bahan bakar minyak dan fosil.

Industri kelapa sawit juga menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup banyak. Dengan luas saat ini sekitar 10 juta hektar – sekitar 44,16% di antaranya merupakan kontribusi dari perkebunan rakyat – tidak sedikit jutaan petani yang menggantungkan hidup dari komoditas ini. Dari sisi budidaya saja, industri kelapa sawit juga mampu menyerap tenaga kerja secara langsung sekitar 5 juta orang di seluruh pelosok tanah air.

Keberadaan perkebunan sawit yang umumnya berada jauh dari pusat ibukota kabupaten/kota juga punya andil yang tak kecil dalam mendorong tumbuhnya kantong-kantong perekonomian baru di daerah-daerah. “Lihat saja, begitu kebun sawit baru dibuka di suatu daerah maka lambat laun bermunculan warung atau toko yang menjajakan aneka jenis makanan maupun menawarkan aneka jenis jasa seperti servis motor, elektronik dan lainnya di sekitar perkebunan baru tersebut,” kata Tofan Mahdi, Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) ketika diwawancarai HORTUS Archipelago, belum lama ini, di Jakarta.

Selengkapnya baca di majalah HORTUS Archipelago edisi Juni 2015. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id