Menu
SAJIAN ISI

Indonesia Punya Museum Perkebunan Tahun Depan Featured

Indonesia Punya Museum Perkebunan Tahun Depan

Insan perkebunan Indonesia akan membangun Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) di Medan, Sumatera Utara. Rencana museum ini akan diresmikan tahun 2016 pada saat peringatan Hari Perkebunan. Kabar gembira itu di sampaikan Soedjai Kartasasmita, Ketua Dewan Penasehat Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Soedjai, museum perkebunan ini sudah lama menjadi impian insan perkebunan. Pasalnya, sub sektor perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, sub sektor ini juga berperan dalam peningkatan penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Usaha perkebunan terbukti cukup tangguh bertahan dari terpaan badai resesi dan krisis moneter yang melanda perekonomian Indonesia.

Soedjai menambahkan, lahirnya ide untuk membangun museum sejak peringatan Hari Perkebunan 2011 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kemudian tahun 2013, di Forum ETIKAP baru ada komitmen untuk pembangunan museum. Bak gayung bersambut, PTPN II menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan sejumlah artefak warisan masa lalu untuk ditampilkan dalam museum.

Menurut Soedjai, deklarasi pendirian Musperin telah ditandatangani. "Banyak upaya yang telah kami lakukan, tapi kami butuh landasan hukum. Makanya kita membentuk yayasan dan rekeningnya untuk menghimpun donor," katanya.

Disamping itu, sejumlah perusahaan yang juga mempunya sejarah dan telah eksis awal abad 20 turut serta dalam pembangunan Museum Perkebunan ini. Di antaranya, PTPN sebagai kelanjutan perusahaan Belanda yang sudah dinasionalisasi, Lonsum sebagai perusahaan Inggris Harissons dan Crosfield.

Dikatakannya, arsip perkebunan Indonesia di Universitas Leiden, Belanda paling banyak, tetapi karena lembaga arsip ini dikelola oleh pemerintah, maka perlu persetujuan dari pemerintah Belanda. "Untuk ambil artefak bisa saja, tetapi harus persetujuan pemerintah Belanda. Mereka juga punya dokumentasi gedung PPKS. Belanda akan bantu mau pakai ruangan yang mana?.Artefak-artefak itu sangat menarik, mereka juga bersedia memberikan kopinya," ucap Soedjai.

"Kami juga telah bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Mereka akan ikut mempromosikan museum perkebunan ini di luar negeri. Bahkan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara berjanji bila ada kapal pesiar internasional masuk ke Pelabuhan Belawan, mereka akan mengajak para turis mancanegara ini untuk berkunjung ke museum perkebunan di Medan, " kata Soedjai lagi.

"Pada 24 September 2014, kami menemui Mr.Ton van Zeelaand dan Ibu Shaula Supit dari Dinas kebudayaan Kedutaan Belanda di Jakarta untuk membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan pendirian Musperin. Mr.van Zeeland menjanjikan kemungkinan dukungan finansial dari Dutch Heritage Fund untuk keperluan Musperin asal proposalnya jelas. Bahkan beliau dapat mendatangkan rock band dari Belanda untuk memeriahkan suasana pada saat peresmian Musperin, "katanya.
 
Pada 9 Februari 2015 dengan bantuan Dr.Jan van Olden dari Universitas Leiden, Soedjai Kartasasmita dan Rhohan F.Mochtar mengadakan pertemuan di Universits Leiden dengan Dr Doris Jedamski, Kepala Perpustakaan dan Penyimpanan Artefak yang berasal dari Tropical Institute Belanda. Beliau bersedia membantu Musperin asal ada persetujuan dari pemerintah Belanda lebih dulu.

Sementara itu, menurut Soedjai, Dr.Jan van Olden juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi perwakilan Musperin di Belanda sekalipun tidak mendapat fee atau honor sebagai imbalan untuk jasa-jasanya.

Dan Dr.Desy Simanjuntak, walaupun sekarang lagi mengajar di Singapura tetap dilibatkan dalam aktivitas yang berkaitan dengan sosialisasi Musperin di luar negeri. "Selanjutnya juga perlu disampaikan bahwa untuk keperluan promosi di luar negeri ada seorang warga negara Amerika Serikat bernama Peter Janssen keturunan keluarga Janssen dan Cremer, 2 pendiri dari Deli Maatschpij dan Senembah Matscapij di masa lalu yang secara sukarela menyatakan kesediaannya untuk mempromosikan Musperin di luar negeri," papar dia.

Ditambahkan, nantinya Musperin akan dibangun di Pusat Pembangunan Kelapa Sawit (PPKS) di Medan menggunakan gedung yang sudah tersedia. Dalam 10 tahun mendatang, perluasan museum akan dilakukan ke area Lembaga Pendidikan Perkebunan Medan.

Sebagai upaya untuk membangun museum ini, Soedjai mengaku telah terbang hingga ke Belanda untuk mencari dokumen-dokumen terkait sejarah perkebunan Indonesia. Dia pun menyampaikan museum akan dibangun secara modern sehingga jauh dari kesan membosankan.

Kendati demikian, Soedjai mengaku belum dapat mempublikasikan berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun museum tersebut. Untuk menyumbangkan dana, pendonor dapat menghubungi Yayasan Musperin.

Selanjutnya, berbagai perusahaan menyatakan kesediaannya untuk membantu di antaranya, Socfindo dan Sipef yang sekarang bernama PT Tolan Tiga. Kemudian Bakrie Sumatera Plantations (BSP) sebagai kelanjutan dari perusahaan Amerika, Uniroyal. Terakhir, Bridgestone sebagai kelanjutan dari Good Year.

Selain itu, ujar Soedjai, pemerintah Belanda juga siap membantu pembangunan museum perkebunan ini. "Pihak Belanda akan memberikan sumbangan dana sebesar Rp 1 miliar, pelatihan kurator museum dan promosi perayaan museum yang rencananya akan diresmikan Desember 2015," kata Soedjai. Dia memperkirakan, pembangunan museum ini akan selesai pada tahun depan, karena peresmiannya dijadwalkan bertepatan dengan perayaan Hari Perkebunan pada 10 Desember 2016. *** SH

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id