Menu
SAJIAN ISI

IPOP Dinilai Hambat Laju Sawit Nasional

IPOP Dinilai Hambat Laju Sawit Nasional

Segenap pemangku kepentingan industri sawit nasional berpendapat bahwa ketentuan yang diterapkan sejumlah perusahaan sawit yang tergabung dalam Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) berpotensi menghambat laju pengembangan industri sawit di Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu menyikapinya secara tegas dan bijaksana.

IPOP atau yang lebih dikenal dengan sebutan skema ikrar sawit berkelanjutan, memang belum lama diluncurkan. Pada 2014, Kadin memfasilitasi penandatanganan ikrar bersama antara beberapa perusahaan sawit besar di Indonesia. Komitmen ini terealisasi menjadi IPOP, ditandatangani pada Konferensi Tingkat Tinggi tentang Iklim pada Sidang Umum PBB pada 24 September 2014, di New York, AS, oleh 4 perusahaan sawit besar di Indonesia, yakni Wilmar, Golden Agri Resources, Cargill, dan Asian Agri. Pada Maret 2015, Musim Mas ikut menyusul dalam penandatanganan komitmen tersebut.

Celakanya, dalam deklarasi tersebut, perusahaan yang ikut IPOP dilarang melakukan ekspansi kebun sawit, menggunakan lahan gambut, menggunakan lahan berkarbon tinggi, serta menampung atau membeli tandan buah segar (TBS) atau minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari kebun hasil deforestasi, lahan gambut, dan wilayah berkarbon tinggi atau harus bisa ditelusuri asal usulnya.

Tak hanya sebatas itu. Di beberapa daerah, belakangan ini banyak perusahaan kelapa sawit skala sedang dan kecil kesulitan memasarkan CPO kepada lima perusahaan besar yang telah menandatangani IPOP tersebut.
 
Sabri Basyah, dari  PT Mopoli Raya Group mengungkapkan, sejak tiga bulan lalu pihaknya tidak bisa lagi menjual CPO ke grup usaha Wilmar, salah satu perusahaan yang menandatangani IPOP tersebut.

"Ketika itu kami membuka lahan di daerah Langsa, Aceh Timur. Pembukaan lahan itu dianggap melanggar kriteria IPOP, sehingga Wilmar yang selama ini menjadi mitra bisnis kami tak mau lagi membeli CPO kami," katanya.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago Edisi Oktober 2015. Dapat diperoleh ditoko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id