Menu
SAJIAN ISI

21 Proyek PG Terganjal Lahan

21 Proyek PG Terganjal Lahan

Hingga saat ini dilaporkan sebanyak 21 calon investor yang berminat membangun pabrik gula (PG) baru di Indonesia. Hanya memang rencana para calon penanam modal untuk membangun pabrik gula baru ini masih terganjal masalah kepastian lahan.

Mereka kesulitan mendapatkan lahan untuk pabrik dan kebun tebu. Lahan berstatus Area Penggunaan Lain (APL) yang dapat digunakan untuk pabrik gula dan kebun tebu umumnya adalah tanah ulayat. Untuk pembebasan tanah ulayat ini butuh pendekatan khusus yang tidak mudah.

"Sebetulnya lahan tersedia itu ada. Cuma masalahnya, lahan yang berstatus APL adalah tanah ulayat, misalnya di Indonesia Timur. Untuk mengubah tanah ulayat menjadu HGU (Hak Guna Usaha), perlu pendekatan kepada tetua-tetua masyarakat, pendekatannya harus bottom up," ungkap Syukur Iwantoro, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, belum lama ini.

Selain itu, ujar Syukur, banyak juga lahan-lahan 'nganggur' yang sebenarnya cocok untuk pabrik gula dan perkebunan tebu, tapi sudah ada pemilik HGU-nya. "Banyak juga lahan-lahan yang terlantar, tapi sudah ada HGU-nya, terutama di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ada pemiliknya," katanya.

HGU lahan-lahan yang tidak digunakan oleh pemilik izinnya ini, kata Syukur, bakal dicabut jika dalam waktu 4-5 tahun ditelantarkan. Pihaknya akan segera membicarakan masalah ini dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar HGU lahan-lahan tersebut dapat dicabut dan diberikan saja HGU baru untuk pabrik gula dan kebun tebu.

"Dalam waktu dekat ini kami akan membicarakan dengan Deputi BPN. Ada ketentuannya, kalau 4-5 tahun tidak dilakukan penggunaan itu bisa diambil dan diberikan kepada yang berminat," katanya.

Dikatakan, peminat investasi pabrik gula tak hanya datang dari dalam negeri, ada juga investor asing, misalnya dari investor dari India yang ingin membangun pabrik gula di Nanggroe Aceh Darussalam. "Sebagian besar investor pabrik gula dari Indonesia, ada juga yang dari luar. Salah satunya dari India, yang menyatakan ketertarikannya untuk investasi di Aceh," ujarnya.

Rata-rata calon investor ingin membangun pabrik gula yang terintegrasi, dapat memproduksi mulai dari gula mentah, gula rafinasi, sampai gula kristal putih, lengkap dengan perkebunan tebu di sekitar pabrik untuk sumber bahan baku. Kapasitas giling pabrik yang akan dibangun umumnya 10.000 TCD (ton cane per day/ton tebu per hari) atau 10.000 ton tebu per hari.

Untuk kebutuhan lokasi pabrik saja, calon investor membutuhkan lahan dalam kisaran 20-30 hektar. Sementara untuk perkebunan tebu dibutuhkan puluhan ribu hektar untuk setiap pabrik. "Rata-rata mereka butuhkan 20-30 ha, pabriknya sekitar 10.000 TCD," katanya. *** SH

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id