Menu
SAJIAN ISI

46 Perusahaan Sawit Terima Serifikat ISPO Featured

46 Perusahaan Sawit Terima Serifikat ISPO

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Gamal Nasir menyerahkan Sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System) kepada 46 perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang telah berhasil menyelesaikan proses sertifikasi ISPO. Selain itu, ia juga menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk percepatan ISPO baik dari pihak pemerintah, perusahaan serta bagi pekebun swadaya dan plasma.

Atas dasar pembaharuan Peraturan Menteri Pertanian No.11/Permentan/OT.140/3/2015, sertifikat ini diberikan kepada perusahaan perkebunan yang melakukan usaha budidaya perkebunan, pengolahan hasil perkebunan atau integrasi antar keduanya dan telah berhasil menyelesaikan proses sertifikasi. Sebelum mendapatkan sertifikat, perusahaan harus melalui proses audit dari salah satu dari 11 Lembaga Sertifikasi ISPO.

Dalam acara yang dihelat di Kementerian Pertanian, Jakarta tersebut, salah satu lembaga sertifikasi, Mutu Indonesia Sinergis Berkelanjutan (MISB), mewakili empat perusahaan penerima penghargaan sertifikasi ISPO, yakni  PT Bangun Jaya Alam Permai, PT Wana Sawit Subur Lestari, PT Multi Prima Entakai, dan PT Hamparan Masawit Bangun Persada.

Sampai saat ini, jumlah perusahaan penerima sertifikat ISPO telah mencapai 132 perusahaan dari total 562 perusahaan yang sudah mengajukan sertifikasi atau sedang dalam proses sertifikasi ISPO oleh lembaga sertifikasi.

Acara yang diselenggarakan pada 4 Februari 2016 ini merupakan realisasi dari tujuan sertifikasi ISPO, yaitu mengatur pengelolaan sertifikasi ISPO dengan tujuan memastikan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan usaha pekebun kelapa sawit telah menerapkan prinsip dan kriteria ISPO secara benar dan konsisten dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan.

Gamal juga menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk percepatan ISPO.  Di antaranya meningkatkan pemahaman dan kepedulian perusahaan perkebunan untuk sertifikasi, mempersiapkan ketersediaan auditor ISPO, meningkatkan koordinasi dan peran pemda, meningkatkan verifikasi laporan audit ISPO, meningkatkan frekuensi pembahasan laporan audit ISPO, mendorong penyelesaian masalah penundaan persetujuan sertifikasi, dan pengembangan model sertifikasi kebun plasma/swadaya.

Meskipun sertifikasi ISPO hanya bersifat sukarela bagi usaha perkebunan plasma dan swadaya, lebih lanjut ia menjelaskan,  saat ini telah dilaksanakan pilot project Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) yang bekerjasama dengan UNDP di Provinsi Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Targetnya sebanyak 10.000 pekebun swadaya dan plasma yang akan mendapat sertifikat ISPO. Untuk selanjutnya, sertifikasi ISPO pada kebun swadaya dan plasma dan program replanting akan dilakukan koordinasi secara intensif dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPS).

Atas pertimbangan bahwa pasar Internasional dan negara konsumen utama di Uni Eropa kerap menggunakan sistem sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), maka pemerintah Indonesia melakukan sosialisasi dan promosi agar ISPO dapat diterima di negara-negara tersebut. Kegiatan sosialisasi dan promosi ISPO itu telah dilakukan ke Cina dan India pada tahun 2013 kemudian dilanjutkan dengan advokasi dan sosialisasi ISPO dan workshop ISPO ke India, Belanda, Belgia dan Jerman pada tahun 2015. Melalui kegiatan ini, diharapkan ISPO akan bisa diakui dan diterima oleh Komisi Eropa. ***HB, NM

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id