Menu
SAJIAN ISI

Target Produksi Padi 2016 Dipatok 76,23 Juta Ton GKG Featured

Target Produksi Padi 2016 Dipatok 76,23 Juta Ton GKG

Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyatakan, Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi padi tahun ini sebesar 76,23 juta ton GKG (gabah kering giling). Target ini naik tipis 1,15% bila dibandingkan pencapaian produksi (angka sementara) tahun 2015 yang diprediksi mencapai 75,36 juta ton GKG.

Adapun target produksi jagung dan kedelai tahun 2016 ditetapkan masing-masing sebesar 24 juta ton PK (pipilan kering) dan 1,5 juta ton BK (biji kering).  Dibanding capain produksi (angka sementara) tahun 2015, target produksi jagung itu mengalami kenaikan 22,38%. Sedangkan kedelai mengalami kenaikan 55,75%.

Untuk mendukung pencapaian target produksi ketiga jenis tanaman pangan itu, Ditjen Tanaman Pangan akan mengupayakan 2 aspek.  Pertama adalah aspek budidaya meliputi PAT (perluasan areal tanaman), intensifikasi, serta subsidi benih. Kedua, aspek penyediaan sarana prasarana meliputi traktor, pompa air, rice transplanter, combine harvester, dan beberapa lainnya. .

Keberhasilan peningkatan produksi tahun lalu, memang didukung oleh beberapa faktor, antara lain penerapan teknologi budidaya, perbaikan jaringan irigasi tersier, optimasi lahan, perluasan areal tanam, penerapan mekanisasi pertanian (pra dan pasca panen), pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) dan penanganan DPI (dampak perubahan iklim), penanganan panen dan pasca panen. Selain itu, juga ada peningkatan penyuluhan dan pendampingan oleh petugas pertanian bersama TNI AD/Babinsa dan Perguruan Tinggi/ Mahasiswa, dukungan regulasi.

Tidak hanya produksi, pemerintah juga tanggap terkait masalah kerugian yang kerap dihadapi petani akibat tanaman yang mati. Upaya pemerintah untuk meringankan beban petani dalam merehabilitasi pertanaman yang rusak ataupun terkena puso akibat banjir, serangan OPT serta kekeringan dan sebagainya, telah dikeluarkan melalui kebijakan subsidi Public Service Obligation (PSO), disamping juga adanya asuransi pertanian.

Akan tetapi, PSO ini diberikan dengan disertai pertanggungjawaban sesuai ketetapan yang telah ada. Sembiring mengatakan, “Kalau puso, mekanisme untuk diberikan bantuan sangat mudah, tapi harus ada jaminan dari kepala dinasnya.”

Bulog Ditugasi Pemerintah
Menghadapi musim panen bulan maret 2016, pihak Bulog ditugasi pemerintah untuk lebih banyak menyerap gabah. Hal ini disampaikan langsung oleh Wahyu, Direktur Pengadaan Perum Bulog yang turut hadir dalam jumpa pers bersama Hasil Sembiring tersebut. “Kami diminta oleh pemerintah dalam hal ini bapak presiden untuk lebih banyak menyerap gabah dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Wahyu

Untuk menjalankan perintah tersebut, Bulog membentuk Satker (Satuan Kerja) Pengadaan. Wahyu menjelaskan, satuan kerja pengadaan yang ada di tiap-tiap kabupaten bahkan kecamatan, nantinya akan ditugaskan untuk membeli gabah serta melakukan kerjasama dengan kelompok tani andalan (KTA) maupun Gapoktan.

Bulog berasumsi bahwa KTA atau Gapoktan yang merupakan gabungan dari kelompok-kelompok petani diharapkan dapat menginformasikan dengan cepat dan akurat ketika petani padi mulai panen. “Jadi jika hasil panennya bagus maka akan dibeli oleh Perum Bulog melalui Satker Pengadaan yang sudah dibentuk,” pungkas Wahyu. *** HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id