Menu
SAJIAN ISI

Litbang Pertanian Luncurkan Produk Baru Penyubur Tanah Featured

Litbang Pertanian Luncurkan Produk Baru Penyubur Tanah

Balitbangtan akhirnya luncurkan inovasi baru untuk mendukung program Nawacita kedaulatan pangan yang diusung oleh kabinet Presiden Jokowi-JK. Yaitu pupuk hayati Agrofit dan biodekomposer Agrodekol. Kedua produk tersebut dikenalkan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir, pada acara jumpa pers yang diadakan di kantor Balitbangtan, Jakarta, Rabu (8/3).

“Muara inovasi kami ini untuk mendorong produktivitas pertanian dengan mengoptimalkan provitas tanah yang efisien pada lahan-lahan yang memiliki keterbatasan yang dimasukkan dalam golongan lahan sub optimal (LSO),” ungkap Syakir di hadapan awak media.

Kedaulatan pangan bukan tak mungkin diraih jika provitas lahan bisa dioptimalkan, namun  menurut Syakir, hampir semua lahan sawah di Indonesia termasuk rendah unsur organiknya. Jadi perlu ditingkatkan kesuburan tanahnya agar provitas tanah bisa dioptimalkan.

Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan, “Saat ini provitas tanah LSO hanya mampu menghasilkan 2-3 ton/ha. Padahal, tingkat produktivitas lahan bisa ditingkatkan sampai 12-13,5 ton/ha jika unsur kesuburan tanah bisa diperbaiki.”

Lebih lanjut, Dedi mengutarakan, setidak-tidaknya ada dua pendekatan untuk meningkatkan produksi, yang pertama adalah peningkatan provitas di lahan optimal atau sub optimal. Lahan optimal itu berarti lahannya memang sudah cukup subur sedangkan sub optimal itu memang tidak subur.

Kedua, adalah meningkatkan areal luas tanah di areal lahan baru. Lahan baru umumnya merupakan lahan sub optimal, lanjut Dedi. Dari sekitar 8,2 juta ha lahan sawah, terdapat 3,15 juta ha tergolong LSO, yaitu: sekitar 1,05 juta ha termasuk lahan sawah rawa dan sekitar 2,1 juta lahan sawah tadah hujan. Ini belum termasuk lahan kering yang potensial tersedia (di luar area hutan) sekitar 33,4 juta ha yang terdiri atas 25,8 juta ha lahan kering dan 7,6 juta ha lahan rawa.

“Penggunaan pupuk hayati Agrofit dan biodekomposer Agrodekol yang dikombinasikan dengan kompos dan pupuk kimia lainnya merupakan kunci keberhasilan perbaikan kesuburan tanah untuk meningkatkan provitas komoditas pertanian baik di lahan optimal maupun LSO,” ungkap Dedi.

Aplikasi Agrofit pada pada jagung dan bawang merah dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK kimia sebanyak 5-25% serta meningkatkan produksi jagung dan bawang merah 24-35%. Aplikasi Agrodekol mempercepat proses dekomposisi biomassa tanaman dengan menurunkan C/N dari 40-60 menjadi 15-20 dalam waktu 7-14 hari, sedangkan tanpa Agrodekol diperlukan waktu lebih dari 30 hari.

Namun, sebenarnya produk ini bisa digunakan untuk semua komoditas tidak terbatas pada tanaman pangan saja. Karena pendekatan produk ini adalah tanah. Untuk memperbaiki unsur tanah serta sistem ketersediaan hara dan air pada tanah.

“Produk ini adalah kebutuhan mendasar tanah LSO pada semua komoditas. Karena itu kita coba pada jagung mewakili tanaman pangan, pada bawang merah mewakili tanaman holtikultura, dan pada tebu mewakili tanaman perkebunan. Setelah dicoba pada tiga tanaman itu, kita yakin bahwa poduk ini berguna bagi pertumbuhan tanaman semua komoditas,” tegas Syakir.**NM

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id