Menu
SAJIAN ISI

Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian 2014-2019: Bertekad Wujudkan Swasembada Pangan

Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian 2014-2019

Menteri Pertanian Kabinet Kerja Jokowi-JK ini bertekad untuk mewujudkan swasembada pangan di negeri ini. Untuk itulah, wirausahawan muda yang cukup sukses ini pada tahap awal akan fokus untuk memperbaiki dan memperluas irigasi seluas satu juta hektar demi mewujudkan tekadnya tersebut.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mau mengubah nasibnya." Bunyi salah satu ayat dalam Al-Quran itu agaknya telah menginspirasi pria kelahiran Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968 ini, untuk menggapai impiannya.

Sebagai anak ketiga dari 12 bersaudara, Amran – begitulah ia biasa disapa kolega dekatnya –
punya impian besar untuk sukses. Sebuah impian yang lahir ketika menyaksikan ibunda tercinta tengah sakit keras namun tidak ada biaya untuk dibawa ke rumah sakit. Amran tak bisa berbuat apa-apa sehingga ibunya hanya tergeletak di rumah diobati dengan cara tradisional.

amran sulaimanLelaki yang menyabet gelar S-1, S-2, dan S-3 dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar ini pun kemudian nekat menggadaikan SK ayahnya di bank untuk memulai usaha. Dengan bermodalkan pinjaman Rp500 ribu dari bank, Amran mengelola usaha skala rumah tangga secara otodidak dengan keyakinan, ketekunan, kreasi dan optimisme yang tinggi.

Yang menarik, dalam setiap langkah menjalankan usahanya, Amran berusaha untuk mengingat sekaligus mengaplikasikan petuah sang ayah. "Jujur adalah nafasmu, disiplin dan kerja keras adalah ciri khasmu. Kalau tidak mampu mengeksploitasi kebaikan orang, lebih baik diam".

Perusahaan yang diberi nama CV Empo Tiran yang didirikan 1996 silam – memproduksi alat serta racun hama tikus dan mendistribusikannya sendiri – adalah model industri rumah tangga yang didirikan bapak 4 anak ini.

Racun tikus Tiran 58PS dan alat pembasmi tikus Alpostran yang diproduksinya merupakan hasil temuannya sendiri ketika masih berstatus sebagai mahasiswa S-1. Temuan yang sangat bermanfaat bagi petani itu juga yang telah mengantarnya menerima penghargaan bergengsi Satyalencana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Juli 2009 lalu, di Palembang.

Amran meneliti Tiran 58 PS dan Alpostran sejak Desember 1989 hingga 1992. Ujicoba yang dia lakukan dalam kurun waktu 1992-1998 menunjukkan hasil memuaskan berupa respons petani yang tinggi.

Tak urung, permintaan terus mengalir ke usaha yang dirintisnya, mulai hanya seratus dus dari 15 provinsi pada 2003, tumbuh menjadi 2000 dus, 20 ribu dus, hingga 40 ribu dus. Temuannya kini bahkan sudah dimanfaatkan petani di 168 kabupaten yang tersebar di 26 provinsi se-Indonesia.

Ihwal pemilihan nama Tiran dan Alpostran, sebenarnya merupakan singkatan yang dirancang Amran sendiri. Tiran kepanjangan "Tikus Diracun Amran" dan Alpostran "Alat Empos Tikusnya Amran". Keduanya merupakan racun tikus yang menggunakan sistem pengasapan.

Kendati hanya industri rumah tangga, CV Empo Tiran yang pertama kali didirikan Amran menyerap tenaga kerja 300-400 orang saat berproduksi. Kapasitas produksinya sekitar 40 ribu dus selama dua sampai tiga bulan.

Selengkapnya baca di majalah HORTUS Edisi 28/Januari 2015 dapat diperoleh di toko buku Gramedia seluruh Indonesia

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id