Menu
SAJIAN ISI

Kementan Siapkan Varietas Cabai & Bawang Adaptif Hujan Featured

Kementan Siapkan Varietas Cabai & Bawang Adaptif Hujan

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian Dr. Muhammad Syakir, MS, mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan varietas unggul baru cabai dan bawang merah yang adaptif terhadap musim hujan. Varietas unggul bawang merah adaptif musim hujan yang telah dirilis oleh Balitbang tersebut adalah Sembrani, Maja dan Trisula. Sedangkan cabai merah yang adaptif terhadap musim hujan adalah Kencana dan Ciko. Kemudian untuk cabai rawit yaitu Prima Agrihorti dan Rabani Agrihorti.

Langkah antisipasi Balitbang ini dilakukan untuk menghadapi kelangkaan bawang merah dan cabai yang biasanya terjadi pada bulan Februari sampai April. Selain itu, upaya ini juga dilakukan untuk mendukung dan mewujudkan swasembada cabai dan bawang merah.

Produksi yang dapat dicapai dari masing-masing varietas unggul adaptif musim hujan ini antara lain, bawang merah Sembrani mencapai 24,4 ton/ha, cabai merah Kencana mencapai 22,9 ton/ha dan cabai merah Ciko mencapai 20,5 ton/ha. Lalu cabai rawit Prima Agrihorti potensi produksinya mencapai 20,25 ton/ha dan cabai rawit Rabani Agrihorti mencapai 13,14 ton/ha.

Dalam jumpa pers yang digelar Selasa (22/3) di Jakarta, Syakir juga menjelaskan pendekatan teknis yang dapat dilakukan untuk menghadapi off season. Pertama, untuk memenuhi ketersediaan jumlah dan benih yang berkualitas, saat ini sudah tersedia teknologi benih TSS (true shallot seed) untuk bawang merah dan teknologi benih bebas penyakit pada tanaman cabai.

Kedua, dalam teknologi budidaya off season. Penerapan teknologi dapat dilakukan ketika pengolahan lahan kering/tegalan dan lahan sawah sesuai dengan kriteria lahan. Kemudian peninggian guludan untuk pengelolaan air, penggunaan mulsa, dan penggunaan tanaman pagar (penghalang) untuk menghambat serangan vektor.

Ketiga, penanganan panen yang tepat sehingga dapat mengurangi adanya kehilangan hasil dan menjaga kualitas produksi. Keempat, teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil. Jadi saat produksi melimpah, khususnya untuk bawang merah, karena sifatnya yang mudah rusak (perishable), inovasi teknologi yang diperkenalkan adalah menggunakan instore drying. Teknologi ini dapat memperpanjang umur simpan mencapai 6 bulan sehingga dapat mendukung pasokan pada saat off season.

Kemudian, Balitbang juga melakukan pendekatan non teknis terutama untuk menata distribusi sentra produksi, distribusi hasil antar wilayah, pembenahan supply chain, serta menerbitkan regulasi untuk menjamin kecukupan dan distribusi produksi secara permanen. *** HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id