Menu
SAJIAN ISI

Industri Mamin Sumbang Terbesar Terhadap PDB

Industri Mamin Sumbang Terbesar Terhadap PDB

Akhir bulan April 2016, Bussines World telah sukses menyelenggarakan “The 3rd Responsible Business Forum on Food and Agriculture” yang diikuti oleh 350 peserta dari berbagai pemangku kepentingan, seperti delegasi pemerintahan, bisnis, institusi finansial dan asosiasi agrikultur.

Acara yang secara resmi dibuka oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman itu, merupakan suatu pertemuan yang juga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk menjaga masa depan dan kelestarian pangan dan pertanian di ASEAN.

Bertemakan ”Food, Farm, Forest, Community”, Menteri Perindustrian, Menteri Perindustrian, Saleh Husin yang juga hadir dalam acara tersebut, memaparkan seputar perkembangan konsumsi produk makanan dan minuman di Indonesia yang terkait dengan tingkat konsumsi dan laju ekspor produk olahan pangan dari Indonesia ke pasar internasional.

Saleh mengatakan, “Tahun lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 7,88 persen dan menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas. Kinerja ekspor juga bagus karena pada 2015 kemarin mencapai senilai US$ 5,6 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya US$ 5,55 miliar.”

Kinerja itu bakal meningkat lagi sejalan realisasi investasi sektor industri makanan sebesar Rp 24,5 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 1,52 miliar. Kontribusi industri ini pada PDB (Produk Domestik Bruto) merupakan yang terbesar, yakni 30,86% sepanjang 2015.

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bahwa industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia bakal tumbuh dengan pesat lantaran kecenderungan pola konsumsi masyarakat, khususnya menengah ke atas yang mengarah untuk mengkonsumsi produk-produk makanan dan minuman yang higienis dan alami.

Disamping jumlah penduduk yang besar, geliat industri makanan minuman juga ditopang aktivitas produsen nasional dan multinasional yang telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Selain itu, Indonesia juga mampu menyediakan bahan baku guna mendukung kontinyuitas produksi.

Namun, Saleh juga mengingatkan perlunya penerapan standar pada industri makanan dan minuman yang diproduksi di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat memacu percepatan ke arah industri yang berkelanjutan.

Untuk itu, Kemenperind turut mendorong dilakukannya penerapan SNI, Good Manufacturing Practices, Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Food Hygiene- Safety- Sanitation, dan penerapan Standar Pangan Internasional (CODEX Alimentarius). Langkah itu dilakukan untuk  menjamin perusahaan menerapkan pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya guna keamanan produk. HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id