Menu
SAJIAN ISI

Atur Pola Tanam Agar Tak Selalu Operasi Pasar

Atur Pola Tanam Agar Tak Selalu Operasi Pasar

Maraknya kegiatan operasi pasar yang dilakukan pihak kementerian pertanian khususnya mulai dari sebelum bulan Ramadan hingga jelang Lebaran semestinya tidak perlu terjadi jika pola tanam bisa diatur sebaik mungkin. "Pola tanam ini penting, kalau pola tanam tidak diatur dengan baik maka kita akan terus melakukan operasi pasar," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, saat menggelar konferensi pers di Gedung Ditjen Tanaman Hortikultura, Jakarta.

Salah satu bentuk pengaturan pola tanam (panen-tanam) yang dilakukan yakni penanaman bawang merah pada bulan Juli-Agustus setiap tahun untuk mengamankan ketersediaan pasokan untuk bulan September-Oktober. Berikutnya melakukan penanaman untuk mengamankan pasokan bulan November-Desember.  

Terkait masalah pasokan bawang merah menjelang Lebaran, ketersediaan bawang merah untuk bulan Juli 2016 ini sebanyak 126.286 ton dengan kebutuhan sebanyak 86.027 ton dan surplus 40.260 ton yang didata melalui sentra produksi di Cirebon, Majalengka, Garut, Brebes, Kendal, Demak, Pati, Nganjuk, Malang, Proboinggo, Bima, Enrekang, dll.

Selain itu, untuk bulan Agustus 2016, ketersediaan pasokan bawang merah dinilai aman yakni sebanyak 117.523 ton dengan kebutuhan hanya sekitar 83.881 ton, atau terjadi kelebihan 33.642 ton.

Sampai saat ini, data dari Ditjen Tanaman Hortikultura menunjukkan bahwa untuk harga bawang merah di tingkat petani per tanggal 29 Juni 2016 wilayah Kabupaten Pati, Bima, Malang, Nganjuk, Kendal dan Brebes berada pada kisaran Rp 11.000-20.000/kg, sedangkan di Probolinggo angka sudah mencapai kisaran Rp 20.000-25.000/kg. Harga rata-rata di tingkat petani Rp 19.571 per kg, harga pasar induk Rp 27.000 per kg, dan harga rata-rata eceran Rp 39.302 per kg.

Harga yang begitu tinggi di tingkat pedagang sebenarnya bukan dikarenakan supply atau ketersediaan bawang merah yang berkurang, melainkan faktor lain yakni yang dinamakan "memanfaatkan moment". Para pedagang mengakui naiknya harga menjelang Lebaran ini memang kerap dilakukan dikarenakan para pedagang berharap mendapat keuntungan yang lebih dari moment Hari Raya Idul Fitri yang hanya terjadi sekali dalam setahun. Oeh karenanya, para pedagang selalu menaikkan harga hingga dua kali lipat dari harga yang didapat petani dari penjualan produknya. *** HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id