Menu
SAJIAN ISI

Cinta Laura: Getol Kampanyekan Kebersihan Pantai Bali

Cinta Laura: Getol Kampanyekan Kebersihan Pantai Bali Cinta Laura: Getol Kampanyekan Kebersihan Pantai Bali

Sejak didaulat menjadi Duta Pariwisata Bali Utara, beberapa waktu lalu, penyanyi sekaligus artis sinetron ini begitu antusias mengampanyekan gerakan kebersihan pantai, terutama di wilayah Bali Utara. kepedulian Cinta Laura terhadap Bali tak perlu diragukan lagi. Gadis kelahiran Quakenbrück, Jerman ini melihat Bali bukan sekadar tempat berlibur, namun juga tempatnya ‘menyepi’ dari rutinitas harian yang menyibukkan.

Bali yang romantik dengan aroma mistis begitu mengesankan Cinta. Ini ditambah alam yang asri, juga budaya yang kental. “Bagi aku, Bali itu luar biasa, ya kebudayaannya, alamnya. Bali romantik dan mistis. Aku paling suka dengan kebudayaan Bali, yang indah tiada duanya di dunia. Inilah yang menjadi daya tarik utama Bali, sehingga banyak wisatawan datang. Bali pun istimewa. Alam dan pantainya indah,” kata gadis berparas cantik kelahiran 17 Agustus 1993 ini.

Meski memiliki rumah di Bali, anak pasangan Michael Kiehl dan Herdiana Kiehl, ini, tak hanya  menghabiskan waktu di rumah ketika libur sekolah tiba. Ia ingin suasana berbeda. Bersama kedua orangtuanya, dirinya mengaku selalu menyempatkan diri menikmati keindahan Pantai Lovina. “Aku langsung jatuh cinta pada Pantai Lovina. Saya melihat ratusan lumba-lumba berada satu kilometer dari pantai. Apalagi ada taman laut yang indah,” cerocosnya.

Namun di balik ketakjubannya itu, Cinta mengaku menyimpan rasa prihatin dan sedih. Betapa tidak, saat berkeliling pantai ternyata tampak kotor. “Aku sedih melihatnya. Lama-kelamaan laut tercemar,” ungkap Cinta yang tak dapat tinggal diam melihat kondisi pantai tak terurus baik.

Langkah pertamanya pada waktu itu adalah meminta waktu bertemu Bupati Buleleng. Inisiatif Cinta sebagai wujud kepeduliannya rupanya mendapat sambutan baik dari otoritas pemda setempat. Gagasan-gagasan Cinta, khususnya tentang lingkungan dan pariwisata mendapat apresiasi dari Bupati Buleleng. “Beliau suka ideku untuk kampanye kebersihan pantai dan mempromosikan Bali Utara menjadi world class tourist destination. Beliau kemudian menunjuk aku menjadi Duta Pariwisata Bali Utara,” ujarnya.

Mahasiswi di Columbia University, Amerika Serikat ini juga berharap agar kebudayaan yang menjadi identitas Bali, sekaligus daya tarik utama orang datang ke Pulau Dewata tetap lestari. “Aku khawatir lama-lama bisa seperti Jawa yang hampir tidak terlihat lagi budaya aslinya,” tambah peraih aktris Ngetop SCTV Awards 2007 ini.

Cinta merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi agar Bali menjadi lebih baik, melalui kampanye kebersihan pantai, kedisiplinan, ketertiban lalu lintas, serta menjaga kelestarian budaya Bali. “Makanya, aku bersedia jadi Duta Pariwisata Bali Utara,” kata Cinta yang mengaku dulu memiliki tempat favorit Seminyak.

Berbicara kampanye pariwisata sebenarnya, lanjut Cinta, tanpa menjadi Duta Pariwisata Bali pun, hal itu sudah acap dilakukannya, khususnya pada teman dan relasinya di luar negeri. Bahkan setelah kini dia kuliah di Negeri Paman Sam pun hal itu kerap dibicarakannya. “Sebelum jadi Duta Bali pun, aku sudah mempromosikan Bali ke seluruh dunia. Karena aku bangga dengan budaya dan keindahan Bali,” kata Cinta yang tumbuh dan besar di banyak negara karena mengikuti tugas ayahnya, Michael Kiehl, yang menjadi General Manajer di jaringan hotel ternama internasional ini.

Sibuk di dunia acting, menyanyi, juga bintang iklan sejumlah produk, tak membuat Cinta ketinggalan pelajaran. Dia termasuk salah satu siswa cerdas di Jakarta International School. Cinta berhasil menembus persaingan ketat masuk Columbia University, New York, tempatnya sekarang kuliah.

Belakangan Cinta yang juga menyukai desain fashion, mendesain sendiri produknya, seperti handbags dan aksesoris. Tentu saja sang mama ikut membantu dengan memberikan pandangan. “Sekarang banyak selebriti punya produk. Justin Bieber dan Selena Gomez punya parfum, J-Lo clothing line. I want to do like that too,” ujarnya.

Bagi Cinta, bisnis yang sekarang digelutinya sama sekali tidak mengganggu konsentrasi kuliahnya. Sebab, mendesain produk dilakukannya di sela-sela waktu luangnya yang sempit. Menurutnya, karier dunia hiburan maupun bisnis cukup penting. Namun yang utama tetaplah pendidikan. “Sebenarnya jika mau dibilang, aku hampir nggak punya waktu luang. Kebanyakan waktuku untuk belajar dan belajar. Begitu banyak tugas, dan hal yang aku harus lakukan, dan aku mencurahkan banyak waktuku untuk belajar. Karena bagi aku mendapatkan nilai “A” adalah wajib hukumnya,” pungkasnya. ** HEN

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id