Menu
SAJIAN ISI

Hingga April 2017, Laba PTPN Holding Rp488 M

Hingga April 2017, Laba PTPN Holding Rp488 M

Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan pertumbuhan laba bersih (net profit) konsolidasi periode Januari hingga April 2017 sebesar Rp 488 miliar atau naik 181% dibandingkan periode yang sama tahun 2016, yang kala itu mengalami kerugian sebesar Rp 604 miliar. Pada akhir tahun ini Holding Perkebunan Nusantara menargetkan dapat raih laba sekitar Rp700 miliar.

“Bulan April 2017, kita sudah membukukan laba Rp488 miliar. Bulan April belum ada impairment nih. Impairment nanti di akhir tahun ya. Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi impairment-nya.” kata Dasuki Amsir, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III, pada acara buka puasa bersama dengan media, Senin (5/6), di Jakarta. Seperti diketahui, pada tahun 2016 lalu dengan adanya impairment, Holding Perkebunan Nusantara III harus mengurangi labanya sebesar Rp 503 miliar.

Direktur Human Capital Management dan Umum PTPN Holding, Seger Budiarjo yang juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa total perolehan laba hingga April 2017 ini berturut-turut, yakni laba konsolidasi pada Januari 2017 sebesar Rp 38 miliar meningkat menjadi Rp 193 miliar pada bulan Februari, meningkat lagi menjadi Rp 409 miliar sampai bulan Maret, hingga akhirnya terjadi peningkatan lagi dengan total perolehan laba menjadi Rp 488 miliar pada bulan April 2017.

Adapun kenaikan laba bersih ini terjadi karena adanya kenaikan harga komoditas sehingga mampu menaikkan penjualan (sales) sebesar Rp 11,2 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,3 triliun. Kenaikan sales sebesar 35% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu ini, terdiri atas 19% dari peningkatan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sedangkan selebihnya yang 5% bersumber dari karet kering.
 
Pertumbuhan penjualan ini nyatanya juga didukung dari evaluasi perbaikan kinerja dengan adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional, baik di tingkat on farm maupun off farm.  Diceritakan Dasuki Amir mengenai rugi laba operasional akibat usaha, bahwa pada masa pimpinan direktur utama Elia Massa Manik, dengan melaksanakan program turn around, dari yang semula holding PTPN pada tahun 2015 rugi Rp625 miliar (diluar impairment), kerugian dapat diturunkan menjadi Rp159 miliar.

Menurutnya, melalui program dan strategi turn around, terlihat bahwa kinerja keuangan menjadi lebih baik. “Jadi kalau kita lihat bahwa program turn around itu lebih ke perbaikan dari sisi produktivitas, efisiensi di segala bidang dan dalam rangka meningkatkan nilai PTPN holding,” jelasnya lagi.

Memang sejak penerbitan Keputusan Menteri Keuangan No. 468/KMK.06/2014 pada bulan Oktober, PTPN III telah ditetapkan sebagai perusahaan holding atas PTPN I s/d PTPN XIV. Mulai saat itu, pada tahun 2015 induk holding dari BUMN perkebunan ini terus mengalami kerugian sampai tahun 2016.

Di tahun 2017 ini, Dasuki pun optimis target laba sebesar Rp700 miliar hingga akhir tahun  ini dapat tercapai. Optimisme ini didasarinya atas trend dalam industri perkebunan, dimana tanaman kelapa sawit akan mengalami panen puncak pada bulan Agustus-Oktober, tanaman kopi dan kakao yang juga akan panen serta dari pendapatan dari komoditi teh dan hortikultura.

Apalagi, nantinya hasil penjualan produksi gula akan masuk pada pembukuan bulan Juni. Dengan akumulasi revenue tersebut maka pendapatan akan lebih besar. “Jadi kalau kita bilang target laba Rp700 miliar, kita achieve ke sana ya. Mudah-mudahan dapat kita raih. Tapi intinya PTPN di tahun 2017 ini harus meraih laba. Harus menghasilkan laba. Itu target kita,” tegas Dasuki. HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id