Menu
SAJIAN ISI

Harga Pangan Stabil dalam 10 Tahun Terakhir

Harga Pangan Stabil dalam 10 Tahun Terakhir

Keberhasilan Kementerian Pertanian dalam memenuhi kebutuhan pasokan bahan pangan strategis selama Ramadan hingga Lebaran 2017 yang didukung dengan sinergi dari Kementerian Perdagangan dalam mengendalikan harga pangan, diapresiasi oleh KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).

“Sinergi yang luar biasa. Menurut KPPU, dalam 10 tahun terakhir ini, harga yang paling stabil adalah tahun 2017,” ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian, Senin (3/7), di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Amran pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang ikut menyukseskan hingga tercapainya keberhasilan ini, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, KPPU, Bulog, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) serta satgas pangan, juga kepada seluruh BUMD dan para pedagang dan petani di Indonesia.

Selain menyampaikan permintaan maafnya mewakili seluruh jajaran Kementerian Pertanian dalam rangka suasana Hari Raya Idul Fitri 1438 H, dalam sambutannya Amran juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah menduduki peringkat ke 21 dari 113 negara berdasarkan Food Sustainability Index yang dirilis oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) serta Barilla Center for Food and Nutrition Foundation (BCFN), lembaga riset dan analisis ekonomi internasional yang berpusat di Inggris.

Dalam laporan yang dirilis pada Desember 2016 tersebut, meski secara keseluruhan Indonesia berada pada peringkat 21 dengan nilai 50,77 namun Indonesia berhasil berada di atas posisi Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi dan India.

Berdasarkan masing-masing kategori, pertama pada kategori Food Loss and Waste dengan nilai 32,53 Indonesia berhasil menempati peringkat 24 berada di atas Arab Saudi yang memperoleh nilai 27,56.  Kemudian untuk kategori kedua yakni Sustainable Agriculture dengan nilai 53,87 Indonesia berhasil menempati peringkat 16, berada di atas China (51,97), Ethiopia (50,96), United States of America (50,73), Nigeria (49,34), Arab Saudi (45,83), Afrika Selatan (45,60), Mesir (44,83), Uni Emirat Arab (41,39), dan India (40,51).

Selanjutnya untuk kategori ketiga yakni Nutritional Challenges dengan nilai 56,79, Indonesia menempati peringkat 18 dan berhasil berada di atas Turki (55,39), Rusia (54,84), Mesir (54,57), Meksiko (53,33), Afrika Selatan (53,22), Nigeria (52,91), dan India (45,04)

Dengan semakin baiknya peringkat ini, Amran pun optimis ke depan Indonesia bisa masuk dalam urutan 10 besar sehingga capaian untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 nantinya dapat terwujud.

“Kita masih ingat 2016 Global Food Security Index kita lompatannya tertinggi dunia, ini ada tanda-tanda baik untuk Indonesia. Mimpi kita adalah Indonesia masuk 10 besar dan tahun 2045  Indonesia diharapkan menjadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya. ***HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id