Menu
SAJIAN ISI

Jokowi Inginkan RI Jadi Produsen Kakao Terbesar

Jokowi Inginkan RI Jadi Produsen Kakao Terbesar Jokowi Inginkan RI Jadi Produsen Kakao Terbesar

Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi produsen kakao terbesar di dunia. Untuk itu, anggaran sebesar Rp1,2 triliun disiapkan untuk rehabilitasi, peremajaan dan intensifikasi tanaman kakao di seluruh Indonesia.

Cuaca hari itu cerah, secerah hati para petani kakao yang berbunga-bunga. Sebab, hari itu mereka bisa berdialog dengan orang nomor 1 di negeri ini, Presiden Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi di Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dengan gayanya yang khas, Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh; Direktur Jenderal Perkebunan, Gamal Nasir berdialog dengan petani dan warga yang sangat antusias ingin bertemu dan memotret presiden terpilih 2014. Tak ketinggalan Ibu Negara Iriana pun turut serta dalam kunjungan itu.

Ratusan warga tampak terus mengerumuni Jokowi dan rombongan, baik perempuan atau pun laki-laki. Bahkan mereka ada yang nekad memanjat pohon kakao demi melihat presidennya, sampai akhirnya dimarahi oleh petugas keamanan.

Melihat antusiasme masya rakat, Jokowi memutuskan berdialog sambil jongkok lantaran membludaknya warga yang hadir dan terus berdesak-desakan. Saking padatnya, seorang panitia terlihat pula digotong petugas menuju mushalla dengan kondisi lemas akibat kekurangan oksigen.

Dalam dialognya, Jokowi menyerap aspirasi warga yang salah satu di antaranya menyampaikan sulitnya memperoleh pendanaan dalam merawat kebunnya. Menjawab itu, Jokowi menjanjikan, pemerintah akan menyediakan anggaran sebesar Rp1,2 triliun selama 4 tahun, dan dimulai pada tahun 2015. “Tiga sampai empat tahun ini kebutuhannya Rp1,2 triliun. Peremajaan dan rehabilitasi, dimulai tahun depan ini,” tandasnya.
 
Untuk mendukung janji tersebut, Jokowi juga memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang segera membenahi sertifikasi lahan perkebunan rakyat, sehingga bisa digunakan sebagai agunan ke perbankan. Sebab, kelemahan petani kakao di Indonesia selama ini di antaranya masih kesulitan dalam memperoleh dana dari perbankan, karena lahan mereka belum bersertifikat.

Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini berjanji akan memanggil kalangan perbankan agar ikut serta dalam pembiayaan kredit bagi perkebunan kakao. Bahkan, presiden akan mendorong industri kakao berinvestasi di pusat-pusat produksi agar memberikan nilai tambah.

Jika semua berjalan mulus, Jokowi optimis, dalam tiga tahun ini, Indonesia dapat menjadi produsen kakao terbesar. “Kita harapkan dalam tiga tahun bisa nomer satu di atas Pantai Gading dan Ghana. Petani juga harus kerja keras. Ada potensi besar di kakao, tapi ada hambatan masalah permodalan terutama di perbankan. Besok akan saya kumpulkan perbankan untuk segera masuk ke perkebunan kakao,"  tandasnya lagi.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id