Menu
SAJIAN ISI

Pendapatan Global Syngenta US$12,8 Miliar

Pendapatan Global Syngenta US$12,8 Miliar

PT Syngenta Indonesia, produsen salah satu herbisida yang banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit Gramoxone terus mengalami pertumbuhan dalam bisnisnya. Hal itu terlihat dari pendapatan global yang ditorehkan perusahaan sebesar US$12,8 miliar sampai saat ini.

Menurut Presdir Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria saat kunjungan awak media ke Site Syngenta Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini, pendapatan secara global mencapai US$12,8 miliar. Meski demikian, sumbangan pendapatan dari Syngenta Indonesia belum spesifik.

Namun Parven menjelaskan, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar, mengingat Indonesia menjadi negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan memiliki lahan pertanian yang sangat luas hingga kini.

Dengan faktor inilah, Syngenta tidak ragu untuk menginvestasikan dananya di berbagai negara, termasuk Indonesia untuk menciptakan iklim agrobisnis yang lebih baik ke depan.

Melalui komitmen yang terdapat dalam The Good Growth Plan, Syngenta bertujuan membuat kontribusi terukur pada tahun 2020 dengan meningkatkan efisiensi sumber daya, meremajakan ekosistem, dan merevitalisasi masyarakat perdesaan.  

Parveen menambahkan, dengan komitmen The Good Growth Plan, Syngenta ingin memberikan kontribusi yang nyata terutama terhadap peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.

“Hanya sedikit orang dewasa di daerah pedesaan di negara berkembang yang memiliki akses ke pinjaman dari lembaga keuangan formal. Padahal, kemudahan akses finansial ini sangat penting sebagai modal bagi para petani. Kemitraan diperlukan untuk meningkatkan akses ke pembiayaan mikro untuk meningkatkan produktivitas petani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parveen mengingatkan, pada tahun 2014, program finansial-mikro dimulai dengan 198 petani jagung di Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Program ini bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia, Bank Andara, dan BPR Akbar Pesisir di bawah kegiatan PISAgro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture – Kemitraan untuk Pertanian Berkesinambungan Indonesia) bagi kelompok petani kecil jagung.

Selain akses pembiayaan, petani juga dilatih dalam agronomi dan mendapatkan pelatihan literasi finansial. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 12% dan meningkatkan pendapatan petani sebesar 23%. Diharapkan pada tahun 2017 proyek ini bisa mencapai 1.000 petani. ***SH

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id