Menu
SAJIAN ISI

Varietas Padi Tahan Kekeringan Diluncurkan

Varietas Padi Tahan Kekeringan Diluncurkan

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian akhirnya me-launching benih padi varietas baru Green Super Rice (GSR). Acara yang dihelat pada Senin (21/8), di Auditorium Kementerian Pertanian tersebut menampilkan benih Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR yang dinilai mampu berproduksi tinggi terutama pada saat berada dalam kondisi sub-optimum.

“Ini baru saja kita melepas varietas baru yaitu Inpari 42 dan 43, produktivitasnya 10 ton, tapi yang terpenting adalah ini tahan wereng dan tahan kekeringan. Itu poin pentingnya karena sekarang ada hama wereng tapi alhamdulillah kita bisa selesaikan dengan baik,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menggelar konferesi pers.

Dengan kemampuan adaptasi lingkungan yang lebih baik, kedua varietas ini memiliki potensi hasil sekitar 10 ton per hektar (ha). Bahkan, hasil panennya masih dimungkinkan lebih tinggi apabila ditanam pada kondisi lingkungan yang lebih optimal. Adapun umur panen kedua varietas tersebut lebih genjah 3-5 hari dari varietas Ciherang.

Didukung dengan perakaran yang dalam, terbukti pada saat pemberian pupuk hanya 75% dari dosis rekomendasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL), varietas Inpari 42 Agritan GSR masih mampu menghasilkan sekitar 5,2 ton per ha sedangkan varietas Inpari 43 Agritan GSR mampu menghasilkan sekitar 6,71 ton per ha.

Selain itu, varietas ini juga terbukti lebih tahan terhadap serangan hama wereng cokelat dibandingkan varietas Ciherang yang justru menunjukkan gejala Hopperburn ketika terserang seperti yang terjadi terjadi di Karawang, Indramayu, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

Rendemen beras yang tinggi (>65%) serta penampilan beras bening seperti kristal dan memiliki rasa layaknya nasi pulen juga menjadi keunggulan tersendiri bagi kedua varietas ini.  Bahkan karena bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, maka dengan menggunakan Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR dapat meminimalisir serangan hama burung.

Benih kedua varietas ini pun telah diproduksi di UPBS (Unit Produksi Benih Sumber) BB Padi seperti UPBS BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Balitbangtan, serta produsen benih. Sampai dengan bulan Juli 2017, UPBS BB Padi telah berhasil mendistribusikan benih sumber Inpari 42 Agritan GSR sebanyak 1,4 ton dan sebanyak 1,3 ton untuk benih Inpari 43 Agritan GSR yang tersebar di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Saat ini pun masih terdapat sebanyak 3,5 ton stok benih Inpari 42 Agritan GSR dan sebanyak 5,3 ton stok benih Inpari 43 GSR.  Diharapkan kehadiran kedua varietas ini dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani.

Sebagai informasi, Green Super Rice (GSR) yang merupakan istilah pada varietas padi dengan daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan yang dinilai mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air. Selain itu juga mampu berproduksi tinggi dalam kondisi sub-optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran sehingga diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang muncul akibat perubahan iklim global. ***HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id