Menu
SAJIAN ISI

Anggaran Gernas Kakao Agar Diadakan Kembali

Anggaran Gernas Kakao Agar Diadakan Kembali

Untuk ke-6 kalinya pemerintah bersama para stakeholder kakao menyelenggarakan Hari Kakao Indonesia. Mengusung tema ”Bekerja Bersama Membangun Kakao dan Cokelat Indonesia”, acara Pameran Hari Kakao Indonesia (Cocoa Day Expo) ke-6 yang diselenggarakan tanggal 5-8 September 2017 di Plaza Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta berlangsung cukup meriah.

Melalui pemukulan gong secara resmi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membuka acara pameran tersebut. Airlangga berharap seluruh stakeholder kakao dapat bekerjasama untuk mengembangkan komoditi kakao serta produk olahannya di Indonesia.

Pasalnya, hingga saat ini masih ada masalah yang cukup besar yang dialami dalam dunia perkakaoan Indonesia. Dari sisi hulu, produktivitas biji kakao nasional terbilang masih rendah dibandingkan potensi yang dimiliki. Produksi biji kakao nasional tidak dapat memenuhi kapasitas industri olahan kakao dalam negeri yang mencapai 800.000 ton.

Menurut kalkulasi Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), tahun lalu saja produksi biji kakao nasional hanya sekitar 340.000 ton. Hal ini menyebabkan industri pengolahan kakao kekurangan bahan baku sekitar 460.000 ton. Oleh karenanya, bagaimana hilirisasi kakao dalam negeri bisa berkembang jika di sisi hulunya saja tidak dapat memenuhi kebutuhan industri.

Untuk dapat memaksimalkan kapasitas terpasang industri olahan kakao, maka paling tidak industri harus melakukan impor biji kakao. Namun jika melakukan impor, industri harus membayar bea masuk 5%, PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10%, dan PPh (Pajak Penghasilan) 2,5% sehingga totalnya mencapai 17,5%.

Jika kondisinya seperti itu maka hampir bisa dipastikan bahwa tidak semua industri bisa melakukan impor karena akan kalah bersaing dengan produk dari negara lain. Karena itulah, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya menyampaikan harapannya agar produksi biji kakao nasional dapat ditingkatkan.

Diungkapkannya juga bahwa pada tahun 2014 saja impor biji kakao yang dilakukan mencapai 109.000 ton. Ia pun memprediksi bahwa tahun ini impor biji kakao akan mencapai sekitar 180.000 ton.

“Nah kalau produksinya tidak ditingkatkan maka impornya akan makin besar. Inilah makanya kami mohon perhatian dari Kementerian Pertanian supaya produksi biji kakao ditingkatkan. Anggaran Gernas (gerakan nasional) Kakao yang 2 tahun ini tidak ada, kami mohon bisa dianggarkan kembali minimal hingga 5 tahun ke depan,” pintanya. *HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id