Menu
SAJIAN ISI

WPLACE 2017, Mendorong Komoditas Perkebunan Naik

WPLACE 2017, Mendorong Komoditas Perkebunan Naik

Untuk pertama kalinya PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) akan menggelar World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017. Tujuan acara ini  sebagai upaya mendorong sektor perkebunan di tanah air.

Direktur Utama RPN Teguh Wahyudi mengatakan, sejalan dengan program pemerintah yang tengah membidik sektor perkebunan, acara ini digelar guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para petani. Berbagai hal akan dibahas dari sisi produksi hingga hilirnya.

WPLACE diharapkan pemerintah dapat mempercepat pembangunan sektor hulu perkebunan khususnya karet, tebu, kopi, kakao, kelapa sawit dan penyelamatan teh nasional. Pemerintah juga dapat mendorong investasi produk hilir perkebunan Indonesia.

Salah satu program penting yang dibutuhkan masyarakat dari pemerintah adalah peningkatan produktivitas perkebunan rakyat melalui peremajaan tanaman (replanting). Program ini akan mampu menjawab tantangan produktivitas dan keberlanjutan (sustainability) serta isu keterbatasan lahan untuk perluasan tanaman perkebunan.

Selain itu, WPLACE 2017 dapat menjadi forum penting bagi pemerintah Indonesia untuk mensosialisasikan program strategis yang berpihak pada rakyat kecil ke forum internasional. Ada program Tanah Obyek Reformasi Agraria (TORA) dan perhutanan sosial sesuai langkah-langkah strategis pemerintah yang sudah menerbitkan 6.000 sertifikat lahan kepada masyarakat Provinsi Riau dan berbagai daerah lain di Indonesia.

WPLACE 2017 juga mengundang narasumber penting internasional maupun nasional sebagai pembicara. Director of China National Renewable Energy Centre untuk memaparkan kebijkan biodiesel B5, dimana China diperkirakan akan memerlukan tambah impor CPO sebesar 9 juta ton.

Sedikinya akan ada 105 pembicara berkompeten yang akan mendiskusikan berbagai hal dari bisnis, hilirisasi, bioteknologi, perubahan iklim, hingga peranan Informasi Teknologi (IT) dalam perkebunan. Mengenai ekonomi, ia melanjutkan, akan ada sesi khusus menjelaskan bagaimana produk Indonesia yang ingin masuk ke pasar Eropa.

"Akan ada bahasan khusus mengenai tarif dan apa saja yang perlu dipenuhi," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Senin (16/10).

Sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan sektor perkebunan, pada acara ini akan diberikan 35 juta bibit komoditas perkebunan strategis dari APBN-P 2017. Komoditas tersebut yakni karet, teh, kakao, kopi, tebu, kelapa, kelapa sawit dan rempah.

"Mudah-mudahan ini awal yang bagus dari WPLACE 2017," katanya. Pemberian bibit ini bahkan direncanakan akan diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dirut PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara yang digelar 18-20 Oktober di Hotel Gtand Sahdi Jaya ini guna membahas bioenergi. Lebih dari 1.500 peserta diakui Teguh telah mendaftar sementara kapasitas di hotel Grand Sahid tidak mencukupi.

Peserta berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, petani, akademisi, swasta dan perbankan. Bukan hanya berasal dari dalam negeri tapi juga ada 380 peserta yang berasal dari 32 negara.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id