Menu
SAJIAN ISI

Negara Hadir Lindungi Masyarakat Sawit Yang Terancam

Negara Hadir Lindungi Masyarakat Sawit Yang Terancam

Disaat industri sawit terancam oleh kampanye negatif dan diskriminasi Uni Eropa, negara hadir untuk melindunginya. Hal ini karena sawit merupakan tumpuan hajat hidup 16,2 juta penduduk Indonesia. Sebab jika sawit terpuruk maka perekonomian Indonesia akan ambruk.

Hal tersebut disampaikan Kasdi Subagiyono, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian pada pembukaan International Labour On Palm Oil Conference (ILo POC) di Jakarta, 26/4 2019.

Menurut Kasdi, dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap sawit pemerintah mempunyai cara dalam mensikapinya. Apalagi regulasi Uni Eropa yang tercantum dalam RED (Renewable Energy Directive)2 yang didalamnya melarang sawit sebagai bahan baku biodiesel adalah hal serius yang harus dihadapi.

“Dalam menghadapinya kita juga harus memperhatikan kesinambungan hubungan antar negara dimana kita sudah punya UE Indonesia CEPA (Comprhensive Economic Patnership Agreement). Karena itu masalah ini diangkat ke ranah WTO saja,” katanya.

Kasdi menambahkan, ketentuan dalam RED 2 yang memasukkan sawit sebagai tanaman yang sangat berisiko terhadap lingkungan sudah diundangkan sehingga tidak bisa diapa-apakan lagi.

“Kita bisa saja bermain keras dengan langsung stop ekspor, pasti akan banyak pabrik di Eropa yang bangkrut. Tetapi kita melakukan pendekatan persuasif yang lebih baik,” kata Kasdi.

Informasi dari Kemenlu menyatakan masih ada jalan keluar , mereka masih ingin mengajak berbincara. Belanda misalnya masih yes no terhadap kebijakan ini, dalam hati tidak setuju tetapi takut terhadap Uni Eropa. Belanda mengajak membuat tim bersama dengan Indonesia untuk membahas lebih jauh.

Pengalaman pada karet dimana tiga negara produsen utama berkumpul dan mau membatasi ekspor dan meningkatkan penggunaan di dalam negeri, harga sudah bisa naik. Pada kelapa sawit lebih mampu lagi karena Indonesia merupakan produsen uutama.

Penggunaan di dalam negeri bisa lebih besar dengan biodiesel. Kementerian ESDM sudah menetapkan B30 dan sudah berjalan sedang di Kementan sudah B-100. Pesan dari B-100 ini adalah bukan jangan ekspor tetapi kita mampu serap banyak sekali. “Kalau kita mau hal ini pasti sudah galaukan Eropa,” kata Kasdi lagi.

Sawit di hulu masih ada peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sedang dihilir ada peluang besar menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Hilirisasi kalau digarap dengan baik ga banyak produk dihasilkan maka tenaga kerja yang diserap juga semakin besar.

Untuk standar sawit sustainable Indonesia sudah memiliki ISPO yang dilhami dari RSPO. Kalau ada klaim pihak lain bahwa sawit Indonesia tidak sustainable maka ini tidak benar.
“Itu hanya narasi jebakan saja. Kita memang pernah melakukan konversi hutan tetapi Eropa juga. Dalam lima tahun terakhir menurut data KLHK kita sudah tidak ada lagi pelepasan kawasan hutan sehingga salah kalau sawit dikatakan membuka hutan,” katanya.

ISPO akan disangkutkan dengan SDGs (Sutainable Development Goal) sehingga bicara sawit akan berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan lingkungan. Dalam prespektif ketenaga kerjaan ISPO sangat memperhattikan kepentingan pekerja karena ada prinsip K3 harus diterapkan, ada kesehatan dan peningkatan kemampuan pekerja dan lain-lain. Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pekerja sawit.

Bustanul Arifin, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, menyatakan untuk profesi di perkebunan kelapa sawit sudah ada Standar Kompetensi Kerja Nasional sedang budidaya menyusul. Saat ini 3.480 sertifikat yang dikeluarkan, masih terlalu sedikit dibanding pekerja sawit.

“SKKN ini sangat penting karena disesuaikan dengan kebutuhan industri. Jumlahnya masih sedikit buka kesempatan perusahaan perkebunan melakukan pelatihan menggunakan modul-modul SKKN ini sehingga lebih banyak lagi pekerja yang bersertifikat kompetensi,” katanya.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id