Menu
SAJIAN ISI

Awas, Ketahanan Pangan Terancam Hama Fall Armyworm (FAW)

Awas, Ketahanan Pangan Terancam Hama Fall Armyworm (FAW)

Hama Fall Armyworm (FAW) atau Spodoptera Frugiperda diyakini telah menyerang tanaman jagung telah memasuki Indonesia. Anggota tim ahli dari IPB Dr Dewi Sartiami, MSi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kerusakan tanaman jagung di beberapa lokasi di tanah air seperti Lampung, Jambi dan Sumatera Barat pada Maret 2019.

Setelah mendengar laporan tersebut, lanjutnya, tim ahli dari IPB melakukan kunjungan lapangan ke Pasaman Barat, Sumatera Barat dan melakukan penelitian di dua lokasi pertanaman jagung yang terserang hama tersebut.

“Dari identifikasi larva dan imago serta diskusi dengan petani tentang pengalaman mereka terhadap serangga hama tersebut maka dugaan kuat menunjukkan Spodoptera frugiperda sudah berada di Indonesia,” ujar Dewi dalam acara diskusi bertema Ancaman Hama Fall Armyworm (FAW) Spodoptera Frugiperda Terhadap Ketahanan Pangan Dunia di Hotel Aston Jakarta, Kamis (23/5/2019) .

Dewi mengatakan, melihat pengamatan di lapangan didapati kerusakan pada tanaman jagung di Pasaman Barat yang diakibatkan hama FAW tersebut belum pernah terjadi selama ini di Indonesia.

“Hama tersebut menyerang tanaman jagung muda dan kerusakannya hampir 100 persen dari areal pertanaman,” ujar Dewi.

Ketua Tim Teknis Komisi Pestisida Indonesia Prof. Ir. Dadang MSc menambahkan, kemungkinan di Papua terindikasi terserang hama FAW yang terbawa dari sayuran. Hama FAW berkembang dan masuk ke Indonesia melalui impor sayuran dan impor jagung untuk pakan.

Menurutnya, hama FAW mudah menyebar melalui penerbangan yang mencapai 100 km perhari (melalui angin), dan sangat tertarik dengan cahaya. Semenara itu untuk mengetahui dan mengantisipasi masuknya hama tersebut bisa memakai lampu peraangkap, feromon, pengamatan langsung pada tanaman.

Antisipasinya dengan pengelolaan dengan tanaman resistant, seed treatment, tanam serempak, dan tumpang sari non inang, ujar Dadang.

Dia berharap Kementerian Pertanian sebagai otoritas berwenang terhadap sektor pertanian untuk bisa segera mengambil kebijakan guna mengatasi hama tersebut agar tidak menyebar ke wilayah lain di Indonesia.

“Kalau sudah menyebar di satu pulau akan sulit dieradikasi. Penyebaran ini tinggal masalah waktu saja,” katanya.

Menurutnya, jika arah angin nantinya ke selatan maka hama FAW tersebut bisa menyebar ke Jawa dan hal ini sangat mengkuatirkan karena pulau Jawa merupakan salah satu sentra jagung di Tanah air.

Selain tanaman jagung, hama FAW juga menyerang tanaman sayuran seperti bawang merah, tomat, kubis, bit, dan cabai. Selain itu juga tanaman pangan yakni padi, kedelai, kacang polong maupun tanaman perkebunan seperti tebu.

Anggota Tim Ahli IPB lainnya Dr. Idham Skati Harahap, MSi menyatakan, berdasarkan laporan CABI dari serangan hama FAW di 12 negara di Afrika menyebabkan kehilangan hasil jagung sebesar 4-18 juta ton per tahun dengan nilai USD 1-4,6 juta pada 2018.

Sedangkan biaya penanggulangan hama tersebut di Brasil lebih dari USD 600 juta. Hama yang berasal dari Amerika Latin tersebut, lanjutnya, pertama kali terdeteksi di Nigeria Afrika pada 2016 dan sejak 2018 FAW telah memasuki wilayah Asia di antaranya India, Sri Lanka, Myamar dan Bangladesh.

Pada 2019 terdeteksi di Provinsi Yunnan Tiongkok, bahkan hama tersebut telah menyebar hingga ke Thailand. “Kalau hama ini menyebar ke Indonesia sangat mengancam ketahanan pangan nasional,” katanya.

Executive Director Croplife Indonesia Agung Kurniawan berharap para pemangku kepentingan mau bekerjasama untuk mengantisipasi hama FAW. Hal tersebut untuk melindungi mata pencaharian petani dan memastikan ketahanan pangan secara global terutama diwilayah berisiko tinggi.

“Jangan sampai petani melakukan dengan caranya sendiri, namun tidak efektif malah merugikan. Perlu pendampingan bersama dalam mengatasi hama tersebut,” ujarnya.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id