Menu
SAJIAN ISI

Formulasi Harga Biofuel Rugikan Para Produsen Featured

Formulasi Harga Biofuel Rugikan Para Produsen Formulasi Harga Biofuel Rugikan Para Produsen

Harga MOPS untuk biodiesel yang ditetapkan pemerintah hanya US$580 per ton. Sementara harga CPO mencapai sekitar US$640 per ton. Harga MOPS yang lebih rendah dari CPO inilah yang membuat produsen biofuel harus menelan rugi hingga miliaran rupiah per hari. Turunnya harga minyak bumi di pasar dunia ternyata berdampak buruk kepada produsen biodiesel nasional. Bagaimana tidak, harga biodiesel yang digunakan Pertamina, sebagai pembeli biodiesel, dinilai tidak lagi ekonomis. Jauh lebih murah ketimbang harga CPO di pasar internasional.  

Dalam pertemuan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Januari kemarin, Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) mengeluhkan ihwal harga indeks atau harga pokok produksi yang ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang dinilai saat ini kurang ekonomis untuk biofuel.

Berdasarkan catatan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia, harga MOPS untuk biodiesel mencapai 580 dolar AS per ton. Sedangkan harga minyak sawit kasar (CPO) berkisar 640 dolar AS per ton. Harga MoPS yang lebih rendah dari CPO inilah yang membuat produsen biofuel harus menelan kerugian.

“Produsen biodiesel menderita rugi Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar per hari karena harga beli yang tidak sesuai. Rujukan harga masih menggunakan patokan pada MOPS (Mean of Platts Singapore-Red.). Beberapa anggota kami terpaksa stop produksi biodiesel sementara waktu,” kata Paulus.

Paulus berharap pemerintah mengevaluasi formulasi harga indeks untuk keekonomian industri biofuel ini. Pasalnya, bila tidak dievaluasi maka masalah ini akan menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan investasi biodiesel di negeri ini.

“Kerugian tersebut sudah terjadi sejak sebulan belakangan ini. Makanya sekarang kita ajukan HPP (harga pokok produksi – Red.) yang baru. Artinya, lebih memadailah harga ekonominya,” kata Paulus Tjakrawan.

Ditambahkannya, sejumlah anggota Aprobi menghentikan penjualan biofuel sampai harganya kembali pulih. Ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “Banyak perusahaan bertanya apakah program ini akan berjalan atau tidak,” katanya lagi.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Edisi 29/Februari 2015. Dapatkan ditoko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id