Menu
SAJIAN ISI

RPN, Diharapkan Mampu Bersaing di Tingkat Global

Pemerintah berharap Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menjadi institusi riset perkebunan yang mandiri, dan mampu menberikan manfaat sebesar-bearnya bagi bangsa Indonesia. Sekaligus dapat berperan dalam mengawal teknologi di sektor perkebunan Indonesia.
 Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang, berharap dengan bertambahnya usia, RPN akan terus berkembang menjadi lembaga penelitian yang mumpuni dan mampu bersaing di tingkat global.
Apalagi, lanjut Bambang,  RPN membawahi berbagai lembaga penelitian yang cukup kompeten dan sudah ada sebelum Indonesia merdeka, seperti; Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Untuk itu, Bambang mengingatkan, pentingnya penggunaan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan kwalitas dan produktifitas perkebunan.
"RPN berperan besar dalam melakukan inovasi dan penelitian untuk perkebunan di Indonesia,"  kata Bambang usai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RPN di Kantor RPN Bogor, Minggu (04/2/2018).
Selain itu, menurut Bambang, acara peringatan seperti ini bisa menjadi ajang komunikasi dan diskusi untuk mengembankan komoditas kakao, peningkatan produktivitas kelapa sawit, peran kopi dalam program perhutanan sosial.
 Teguh Wahyudi, Direktur Utama RPN menambahkan, acara ini diselenggarakan guna memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, terutama masyarakat Bogor. Selain itu, Teguh juga menginformasikan bahwa, tahun lalu transformasi RPN sudah selesai dan tahun ini dalam  tahap penyelesain aspek legalitas.
“Sekarang dalam proses pemindahtanganan untuk mendapatkan penyertaan modal pemerintah pusat. Targetnya Februari ini prosesnya rampung,” kata Teguh.
Hingga saat ini, lanjut Teguh, riset terbaru yang telah dihasilkan RPN utamanya pupuk, pengendalian hama penyakit, pengolahan dan pengembangan bibit unggul. Meskipun, diakuinya, masih fokus pada bahan tanaman unggul dengan produktivitas tinggi dan tahan hama penyakit.
“RPN menghasilkan bahan tanaman unggul kelapa sawit, karet, kakao, kopi dan teh,” ujar Teguh.
Bahkan, lanjutnya, PPKS hingga kini sudah menyalurkan benih sawit mencapai 1 miliar kecambah atau berkontribusi terhadap pengembangan kebun kelapa sawit sekitar ribuan hektar di Indonesia.
“Kakao diperkirakan puluhan juta bibit. RPN juga mendorong diversifikasi produk turunan minyak sawit yang banyak digunakan pada pabrik-pabrik makanan.”
Selain itu, katanya, penggunaan karet dicampur dengan aspal, tujuannya konsumsi karet dalam negeri meningkat dan tidak tergantung pada pasar ekspor. “Ini menguntungkan karena aspal menjadi lebih awet,” jelasnya.
Teguh menuturkan, aspal tanpa dicampur karet akan mudah lembek, namun aspal karet lebih kuat, jalan lebih halus dan tahan lebih lama.
“Sekarang masih dalam tahap pengujian secara teknis maupun ekonomi. Ini akan terus kita kembangkan aspal karet karena menguntungkan,” ujar Teguh.
Adapun perhelatan HUT ke-8 RPN berbarengan dengan Peringatan Hari Kanker Sedunia. Acara hari itu diisi dengan Fun Walk & Bike, Kulineran Sehat, pemberian donasi, flash mob, makan gorengan bersama, talk show, hiburan dan doorprize.
Selamat HUT RPN, semoga tetap jaya.

RPN, Diharapkan Mampu Bersaing di Tingkat Global

Pemerintah berharap Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menjadi institusi riset perkebunan yang mandiri, dan mampu menberikan manfaat sebesar-bearnya bagi bangsa Indonesia. Sekaligus dapat berperan dalam mengawal teknologi di sektor perkebunan Indonesia.
 Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang, berharap dengan bertambahnya usia, RPN akan terus berkembang menjadi lembaga penelitian yang mumpuni dan mampu bersaing di tingkat global.
Apalagi, lanjut Bambang,  RPN membawahi berbagai lembaga penelitian yang cukup kompeten dan sudah ada sebelum Indonesia merdeka, seperti; Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Untuk itu, Bambang mengingatkan, pentingnya penggunaan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan kwalitas dan produktifitas perkebunan.
"RPN berperan besar dalam melakukan inovasi dan penelitian untuk perkebunan di Indonesia,"  kata Bambang usai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RPN di Kantor RPN Bogor, Minggu (04/2/2018).
Selain itu, menurut Bambang, acara peringatan seperti ini bisa menjadi ajang komunikasi dan diskusi untuk mengembankan komoditas kakao, peningkatan produktivitas kelapa sawit, peran kopi dalam program perhutanan sosial.
 Teguh Wahyudi, Direktur Utama RPN menambahkan, acara ini diselenggarakan guna memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, terutama masyarakat Bogor. Selain itu, Teguh juga menginformasikan bahwa, tahun lalu transformasi RPN sudah selesai dan tahun ini dalam  tahap penyelesain aspek legalitas.
“Sekarang dalam proses pemindahtanganan untuk mendapatkan penyertaan modal pemerintah pusat. Targetnya Februari ini prosesnya rampung,” kata Teguh.
Hingga saat ini, lanjut Teguh, riset terbaru yang telah dihasilkan RPN utamanya pupuk, pengendalian hama penyakit, pengolahan dan pengembangan bibit unggul. Meskipun, diakuinya, masih fokus pada bahan tanaman unggul dengan produktivitas tinggi dan tahan hama penyakit.
“RPN menghasilkan bahan tanaman unggul kelapa sawit, karet, kakao, kopi dan teh,” ujar Teguh.
Bahkan, lanjutnya, PPKS hingga kini sudah menyalurkan benih sawit mencapai 1 miliar kecambah atau berkontribusi terhadap pengembangan kebun kelapa sawit sekitar ribuan hektar di Indonesia.
“Kakao diperkirakan puluhan juta bibit. RPN juga mendorong diversifikasi produk turunan minyak sawit yang banyak digunakan pada pabrik-pabrik makanan.”
Selain itu, katanya, penggunaan karet dicampur dengan aspal, tujuannya konsumsi karet dalam negeri meningkat dan tidak tergantung pada pasar ekspor. “Ini menguntungkan karena aspal menjadi lebih awet,” jelasnya.
Teguh menuturkan, aspal tanpa dicampur karet akan mudah lembek, namun aspal karet lebih kuat, jalan lebih halus dan tahan lebih lama.
“Sekarang masih dalam tahap pengujian secara teknis maupun ekonomi. Ini akan terus kita kembangkan aspal karet karena menguntungkan,” ujar Teguh.
Adapun perhelatan HUT ke-8 RPN berbarengan dengan Peringatan Hari Kanker Sedunia. Acara hari itu diisi dengan Fun Walk & Bike, Kulineran Sehat, pemberian donasi, flash mob, makan gorengan bersama, talk show, hiburan dan doorprize.
Selamat HUT RPN, semoga tetap jaya.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id