Menu
SAJIAN ISI

Formula Harga Baru Biodiesel Disiapkan

Pemerintah kini tengah menyiapkan formula baru harga biodiesel yang akan mengacu pada harga minyak sawit (crude palm oil). Formula harga lama yang menggunakan acuan MOPS, dianggap tidak realistis. Penghitungan HIP saat ini berdasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2185/12/MEM/2014 tentang Perubahan Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN). Jika dalam aturan sebelumnya, produsen biodiesel hanya menikmati HIP per kilo liter sebesar 100% Mean of Platts Singapore (MOPS), dalam aturan perubahan, produsen bisa menikmati harga 100% MOPS ditambah 3,48%, atau menjadi 103,48% MOPS, per kiloliter.

2015, Target Biodiesel 4,3 Juta KL

Pemerintah menargetkan tahun ini penyerapan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel di sektor energi mencapai 4,3 juta kiloliter (KL). Target itu untuk menekan konsumsi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) nasional. “Tahun ini Pertamina menjamin seluruh wilayah siap. Kami optimistis targetnya akan tercapai,” kata Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, belum lama ini.

Formulasi Harga Biofuel Rugikan Para Produsen

Harga MOPS untuk biodiesel yang ditetapkan pemerintah hanya US$580 per ton. Sementara harga CPO mencapai sekitar US$640 per ton. Harga MOPS yang lebih rendah dari CPO inilah yang membuat produsen biofuel harus menelan rugi hingga miliaran rupiah per hari. Turunnya harga minyak bumi di pasar dunia ternyata berdampak buruk kepada produsen biodiesel nasional. Bagaimana tidak, harga biodiesel yang digunakan Pertamina, sebagai pembeli biodiesel, dinilai tidak lagi ekonomis. Jauh lebih murah ketimbang harga CPO di pasar internasional.  

Nanas Madu Pemalang Mulai Banjiri Supermarket

Karena rasa buahnya yang manis, nanas madu asal Pemalang pun kini mulai banjiri pasar swalayan. Permintaan pasar mengalir dari beberapa pasar swalayan besar di Jakarta dan Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, untuk nanas grade A. Nanas (Ananas comusus) merupakan salah satu produk hortikultura yang menjadi komoditas andalan ekspor Indonesia. Walaupun didalam peran Indonesia sebagai produsen maupun eksportir nenas segar di pasar internasional masih sangat kecil. Indonesia menempati posisi yang ketiga dari negara-negara penghasil nenas olahan dan segar setelah negara Thailand dan Filipina.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id