Menu
SAJIAN ISI

Items filtered by date: Friday, 10 May 2019

Komitmen Cargill Penuhi Kebutuhan Pangan Berkelanjutan

Cargill Indonesia berkomitmen memenuhi kebutuhan pangan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Corporate Affairs Director, Cargill Indonesia Arief Susanto. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta memiliki peranan penting dalam menemukan solusi untuk menjawab tantangan rantai pasokan pangan berkelnjutan.

“Kami bekerja sama dengan para petani, pemerintah, industri, pelanggan dan konsumen untuk membangun masa depan pangan yang lebih berkelanjutan. Melalui berbagai pengalaman kami yang dipadukan dengan teknologi baru serta wawasan terkini untuk menciptakan masa depan pangan yang aman, kami memenuhi kebutuhan industri pangan dan konsumen akan bahan pangan yang berkelanjutan, termasuk meningkatkan penelusuran serta transparansi rantai pasokan global,” kata Arief saat berbuka puasa dengan media di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pernyataan tersebut merespons hasil penelitian Economist Intelligence Unit (EIU) yang memperlihatkan enam megatren yang dapat memengaruhi rantai pasokan makanan. Cargil mensponsori penelitian tersebut.

Penelitian bertajuk “From Farm to Fork” itu menunjukkan, terdapat enam megatren yang dapat memengaruhi kelangsungan rantai pasokan pangan, termasuk urbanisasi, demografi populasi penduduk desa yang menua, kelangkaan sumber daya pangan, integrasi rantai pasokan, ritel modern, stok pangan yang terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen (food loss) dan sampah makanan (food waste).

Pengaruh urbanisasi pada kelangsungan rantai pasokan pangan juga terjadi di Indonesia, yang mengalami urbanisasi semakin cepat. Pada 2010, setengah dari total populasi tinggal di kota, bahkan menurut Bank Dunia, 68% populasi akan tinggal di kota pada 2025. Urbanisasi menjadikan pola makan masyarakat makin beragam dan butuh sumber daya pangan lebih besar, terutama ketika mengkonsumsi daging. Sementara itu, perekonomian Indonesia semakin jauh bergeser dari ekonomi agraria karena lapangan pekerjaan pedesaan makin tergeser oleh perkotaan.

Penyediaan infrastruktur yang memadai juga merupakan tantangan bagi rantai pasokan pangan di Indonesia. Berdasarkan hasil studi EIU, infrastruktur yang kurang memadai menyulitkan distribusi dan penyimpanan stok pangan sehingga memicu biaya lebih besar sekaligus memperbesar jumlah stok pangan yang terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen (food loss) maupun sampah makanan (food waste).

Di Indonesia, sebagai contoh, terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan antara daerah penghasil beras dan daerah yang membutuhkan beras karena infrastruktur yang kurang memadai, keamanan distribusi stok pangan dan topografi. Para pakar mencatat bahwa aktivitas perdagangan dan distribusi pangan dari daerah menjadi tidak efisien jika jaringan transportasi dan kapasitas pelabuhan tidak memadai serta ketiadaan fasilitas penyimpanan.

Selengkapnya

Bagi Generasi Muda Berprestasi, Sinar Mas Agribusiness and Food Buka Beasiswa ke Taiwan

Dalam upaya meningkatkan daya saing pemuda-pemudi Indonesia di kancah global, Sinar Mas Agribusiness and Food membuka kesempatan bagi generasi muda berprestasi untuk berkompetisi mendapatkan beasiswa Taiwan melalui Sinar Mas Agribusiness and Food International Scholarship Programme 2019.

Beasiswa tersebut memberikan kesempatan belajar bagi pemuda-pemudi Indonesia terpilih untuk belajar mengenai agribisnis selama empat tahun di Tzu Chi University of Science & Technology (TCUST). Pendaftaran beasiswa telah dibuka sejak 1 April sampai dengan 30 April 2019 melalui sistem daring (online).

Berada di bawah naungan Fakultas Manajemen Kesehatan, Departemen Manajemen Distribusi dan Pemasaran, TCUST, peserta didik akan belajar mengelola dan mengembangkan bisnis berbasis agri dari hulu hingga hilir.

Salah satu pelajaran yang menarik selama studi nantinya adalah peserta didik akan mempelajari tanaman tropis yang biasanya diimpor dari luar negeri yakni quinoa, flaxseed, dan spirulina.

Selain memiliki banyak manfaat dan menjadi komoditas dalam industri kecantikan, komoditi-komoditi tersebut merupakan makanan pengganti yang memiliki nilai kesehatan yang tinggi atau sering disebut sebagai superfood.

Dalam kesempatan ini para siswa akan mempelajari dan mempraktekan proses pengembangan komoditas tersebut yang diharapkan akan berguna untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan. Dimana diperkirakan pada ada tahun 2050, penduduk dunia akan mencapai 10 miliar orang.

“Kami berharap program beasiswa ini dapat menjaring generasi terbaik bangsa yang siap untuk berkontribusi membangun negeri. Berbekal ilmu yang didapat selama belajar di TCUST, mereka dapat membawa pulang ilmu tersebut dan mengaplikasikannya di tanah air. Kedepan, harapan kami adalah semakin banyak putra-putri Indonesia yang menjadi tenaga ahli agribisnis yang saat ini masih sedikit jumlahnya di Indonesia,” ungkap Harjanto Tanuwidjaja, Corporate HR Sinar Mas Agribusiness and Food dalam keterangan resminya, Senin (15/4/2019).

Tidak hanya itu, para peserta didik akan mempelajari lebih dalam mengenai pemasaran online dan manajemen distribusi offline di industri agribisnis. Dengan demikian para lulusan program beasiswa ini diharapkan mampu melakukan praktik pertanian secara mandiri, mulai dari pembibitan, perawatan, panen, sampai dengan pemasaran dan distribusi produk akhir untuk para pelanggannya. Melalui beasiswa ini pula, diharapkan semakin banyak pemuda Indonesia yang berkarya menjadi tenaga ahli dan berkontribusi langsung bagi negeri ini.

Program beasiswa internasional ini diprioritaskan bagi pemuda-pemudi Indonesia yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi, serta pemuda-pemudi yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan. Seluruh peserta akan mengikuti proses seleksi yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan secara kredibel.

Beberapa persyaratan untuk mengikuti seleksi beasiswa ini seperti peserta memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris dan Mandarin, mengikuti tes potensi akademik, psikotes, wawancara, dan tes kesehatan.

Selain itu mereka juga wajib menuliskan esai sebanyak 400-500 kata untuk mengungkapkan pandangannya terhadap industri pertanian Indonesia serta solusi yang akan mereka tawarkan terkait isu-isu yang ada di sekitarnya.

Para peserta beasiswa akan mendapatkan biaya pendidikan penuh, akomodasi/tunjangan biaya hidup selama kuliah di Taiwan, tiket pesawat pulang pergi (Indonesia Taiwan), kesempatan magang di Sinar Mas Agribusiness and Food, dan asuransi. Bagi peserta yang lolos seleksi, kegiatan perkualiahan akan dimulai pada Agustus 2019.

Rangkaian keseluruhan proses Program Beasiswa Internasional Sinar Mas Agribusiness and Food 2019 tidak memungut biaya apapun. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi website perusahaan di https://www.smart-tbk.com/beasiswa/internasional/.

Selengkapnya

Indonesia Terus Jalankan Industri Sawit Berkelanjutan

Indonesia memiliki peran paling strategis dalam menyuplai kebutuhan pasar global. Secara bersamaan, Indonesia juga merupakan negara terbesar minyak sawit berkelanjutan, berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan yang berlaku universal, sehingga memiliki kontibusi besar bagi pembangunan berkelanjutan di dunia.

Seiring berjalannya waktu, minyak sawit tak hanya mampu mengembangkan mata rantai bisnisnya semata, namun keberadaan industri minyak sawit, menjadi bagian pula dari pembangunan nasional yang berkelanjutan (SDGs). Bertujuan menyejahterakan kehidupan rakyat Indonesia, yang selaras dengan kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Peranan Pemerintah sendiri, melalui Badan Layanan Umum (BLU) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) turut mendorong peranan pasar domestik, untuk terus meningkatkan konsumsi minyak sawit melalui program mandatori biodiesel. Pasalnya, sebagai industri strategis, minyak sawit memiliki peluang besar dalam mendulang devisa negara, melalui ekspor minyak sawit dan turunannya.

Dalam berbagai aksi kampanye positif minyak sawit, BPDP-KS selalu memperjuangkan keberadaan minyak sawit Indonesia yang telah memiliki prinsip dan kriteria berkelanjutan. Selain itu, minyak sawit Indonesia telah memiliki standar berkelanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) begi perkebunan kelapa sawit nasional.

Bahkan, sebagian besar minyak sawit Indonesia juga telah memiliki sertifikasi RSPO dan International Standard Carbon Certification (ISCC) yang secara sukarela dilakukan petani dan perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional. Meskipun keberadaan minyak sawit di pasar global masih memiliki banyak tantangan.

Direktur BPDP-KS Herdrajat Natawijaya mengatakan, keberadaan minyak sawit Indonesia harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dari pemerintah.

“Produksi minyak sawit Indonesia, harus mengikuti peraturan yang telah diterapkan pemerintah, seperti penerapan prinsip dan kriteria ISPO yang wajib dilakukan semua pelaku usah perkebunan,” ujar Herdrajat dalam Diskusi Sawit Berkelanjutan dengan tema SustaiInable Palm Oil : Membeli Yang Baik di Jakarta, Kamis (09/5/2019).

Tak ketinggalan, peranan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebagai organisasi nirlaba, juga mendukung keberadaan perdagangan minyak sawit berkelanjutan, supaya terus meningkat di pasar dunia.

Menurutnya, peranan pelaku usaha dalam menyediakan produksi minyak sawit berkelanjutan juga dilakukan secara berkesinambungan.

“Berbekal komitmen luas akan berkelanjutan, industri minyak sawit nasional juga terus membangun perkebunan kelapa sawit menjadi lebih maju dan berkelanjutan. Terlebih, berbagai perbaikan prinsip dan standar juga telah banyak dilakukan,” terangnya.

Senior Managing Director Sinar Mas Agri, Agus Purnomo mengungkapkan, keberadaan pelaku usaha minyak sawit, selalu melakukan banyak perbaikan guna menghasilkan minyak sawit berkelanjutan.

“Prinsip utaman tranparansi dan akuntabilitas juga telah diterapkan kepada mata rantai pemasok Tandan Buah Segar (TBS) yang diproses Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan,” bebernya.

Agus menjelaskan berbagai rencana aksi yang telah dilaksanakan dan direncanakan Sinar Mas Agri dalam menghasilkan produksi minyak sawit berkelanjutan. Kendati tak mudah, namun Agus memiliki optimisme besar akan keberhasilan minyak sawit yang ramah lingkungan dan sosial.

“Perusahaan terus melakukan pembenahan untuk menghasilkan minyak sawit berkelanjutan,” ujar Agus Purnomo.

Sementara itu, Sutainable Palm Oil Program Manager WWF Indonesia, Joko Sarjito menuturkan, pihaknya memiliki program kampanye positif minyak sawit, juga sering menyuarakan kepada masyarakat luas supaya mau membeli minyak sawit yang baik.

“WWF Indonesia terus mendorong berbagai upaya perbaikan yang dilakukan untuk menghasilkan minyak sawit berkelanjutan,” jelasnya.

Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang menambahkan, evaluasi dan perbaikan prinsip dan kriteria RSPO (P&C RSPO) selalu dilakukan setiap 5 tahun sekali, beradasarkan kesepakatan para anggota RSPO. Dimana, keberadaan anggota RSPO berasal dari multi stakeholder yang memiliki kepentingan bersama akan keberlanjutan usaha minyak sawit.

“P&C RSPO akhir tahun 2018 lalu, telah banyak mengalami perubahan guna menghasilkan minyak sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ramah sosial,” pungkasnya.

Selengkapnya
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id