Menu
SAJIAN ISI

Pemerintah Akan Bangun Kebun Buah 110 Ribu Hektar

Mentan Amran Sulaiman (tengah) bersama Rektor IPB Herry Suhardiyanto Mentan Amran Sulaiman (tengah) bersama Rektor IPB Herry Suhardiyanto

Kementerian Pertanian telah mencanangkan pembangunan 110 ribu hektar perkebunan buah. Jika target ini tercapai, diperkirakan petani bisa memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp 120 triliun. Peluang ekspor buah-buahan di pasar internasional sangat menjanjikan, dan ini merupakan peluang bagi Indonesia sebagai penghasil buah-buahan tropis. Untuk itu, demi mendorong ekspor buah nasional, pemerintah melalui  Kementerian Pertanian (Kementan) telah mencanangkan pembangunan 110 ribu hektar (ha) perkebunan buah yang rencananya akan selesai tahun ini dan secara keseluruhan ditargetkan bisa mencakup 400 ribu ha.

“Jika target ini tercapai, diperkirakan petani bisa memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp 120 triliun,” ungkap Andi Amran Sulaiman, ketika bersama Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto menjelaskan rencana Indonesia menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) Internasional 2016, belum lama ini, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Untuk menggarap lahan seluas 110 ribu ha, Kementan menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, PTPN VII dan PTPN XIV. Selanjutnya juga akan ada tiga PTPN lagi yang akan bergabung dan dilibatkan dalam proyek ini. Tak ketinggalan IPB, sebagai penggagas konsep Revolusi Oranye, juga bakal dilibatkan

Lahan seluas 110 ribu ha yang akan digarap tersebut nanti diutamakan dari lahan tidur yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif berupa bibit unggul yang dijamin berkualitas baik untuk tanaman tahunan dan tanaman semusim.

Berdasarkan data dari Kementan, nilai ekspor buah-buahan Indonesia pada 2015 lalu naik 30,47% dan nilai impor turun 13,4%. Dengan digagasnya Revolusi Orange, pemerintah sangat berharap nilai ekspor buah lokal semakin terdorong dan kenaikan nilai impor buah dapat terbendung.

“Pemerintah tidak anti impor, tapi harus dikendalikan sesuai kebutuhan, bukan pesanan pihak tertentu,” ujar Amran menegaskan.

Sebagai informasi, volume ekspor pada tahun 2015 lalu, masih dari data yang sama, naik 65,27% menjadi 68,5 ton dari 41,48 ton pada 2014. Ekspor tersebut meliputi buah manggis 38.071 ton, pisang 22.308 ton, salak 2.201 ton, dan buah lainnya sebanyak 5.974 ton. Selama periode tersebut, nilai ekspor buah Indonesia juga meningkat 30,47% menjadi US$37,7 juta dari US$28,9 juta.

Sebaliknya, meski nilai ekspor tercatat naik dan lebih tinggi dari nilai impor dibandingkan tahun sebelumnya, Herry Suhardiyanto berpendapat bahwa ekspor buah lokal masih banyak kendalanya. Penyebab utama buah lokal sulit diekspor karena perkebunan buah-buahan petani tersebar serta dalam skala yang kecil.

Padahal, lanjut Ketua Tim Inisiator Program Gerakan Revolusi Oranye tersebut, ‎ sebagai negara tropis Indonesia memiliki sumber daya alam, kapasitas produksi yang sangat potensial dan iklim yang sangat mendukung untuk mengembangkan buah lokal bercita rasa khas.

Dengan dicanangkannya target 110 ribu hektar untuk kebun buah dan gerakan Revolusi Orange, diharapkan produktivitas bisa lebih terakomodir dan tertata untuk memenuhi suplai pasar internasional dan lokal, "Tentunya dengan keunggulan komparatif dan kompetitif yang tinggi, seperti memproduksi dan memasok secara konsisten dan berkesinambungan produk-produk buah nusantara berkualitas tinggi, bernilai tambah, dan kompetitif untuk pasar domestik dan internasional," tegas Herry.

Festival Buah Internasional
Indonesia akan menggelar acara Festival Internasional Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) di kota Bogor pada 17-20 November 2016. FBBN diproyeksikan menjadi ajang untuk memamerkan kekayaan dan keragaman buah dan bunga nusantara serta potensinya ke pasar global, serta mendongkrak nilai ekspor buah-buah segar nusantara serta menarik minat pebisnis dan konsumen internasional.

Sebanyak 500 international trade visitor akan dihadirkan dalam even yang akan dibuka oleh Presiden Jokowi ini, berasal dari negara AseAN, Asia, Timur Tengah, Australia dan Newzealand, serta Eropa dan Amerika. Selain itu, diperkirakan 10 ribu pengunjung dalam negeri yang akan diundang menghadiri acara ini berasal dari berbagai kalangan.

''Festival ini merupakan realisasi instruksi Presiden Joko Widodo agar Indonesia memamerkan produk buah dan bunga unggul dan mengundang para pembeli potensial level internasional,'' kata Amran.

Perlu diketahui, Festival Internasional Buah dan Bunga Nusantara ini merupakan salah satu rangkaian realisasi Gerakan Revolusi Orange yang diprogramkan Kementerian Pertanian Bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan didukung penuh oleh pemerintah melalui sinergi beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Kementerian BUMN.

"Festival ini mengeksplorasi kekayaan buah dan bunga nusantara dan mempromosikan potensi ekspornya ke mancanegara. Ini bagian dari Gerakan Revolusi Orange yaitu gerakan pengembangan buah nusantara secara revolusioner dalam skala perkebunan," tambah Herry.

Menurutnya, ajang ini sangat efektif untuk meningkatkan nilai jual dan juga ekspor buah nusantara dalam menghadapi serbuan buah impor di dalam negeri dan menghadapi persaingan global di pasar internasional. Di samping itu, even bertaraf internasional ini diharapkan secara tidak langsung juga akan meningkatkan kesadaran akan standar kualitas ekspor dan kebutuhan pasar bagi para produsen dan eksportir buah dan bunga nusantara.

Festival Buah dan Bunga Nusantara Internasional ini akan menampilkan kelompok produk benih dan bibit, pupuk, pestisida dan hormon, buah dan bunga segar, serta buah dan bunga olahan.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 12 komoditas buah komersial utama untuk produksi buah nusantara, yakni, mangga, manggis, melon, alpukat, pisang, pepaya, durian, nanas, rambutan, salak, jeruk keprok, jeruk bali, dan semangka. Buah-buahan ini merupakan komoditas utama yang menjadi andalan potensi ekspor buah nasional.

Sedangkan bunga, ada 7 komoditi bunga yang potensial untuk tujuan ekspor, yaitu bunga anyelir, bunga gladiol, bunga gerbara, bunga anthurium crystallinum, tanaman hias heliconia, palem dan dracaena. *** NM, HB

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id