Menu
SAJIAN ISI

Akibat Kurang Pasokan Harga Cabai Melambung

Petani memetik cabai rawit saat panen di lahan perkebunan cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Harga cabai di daerah ini terus merangkak naik. Petani memetik cabai rawit saat panen di lahan perkebunan cabai rawit di Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Harga cabai di daerah ini terus merangkak naik.

Kenaikan harga BBM turut mengatrol kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kenaikan mencolok dialami oleh cabai keriting merah dari Rp25.000 menjadi Rp75.000 per kg, akibat kurangnya pasokan. Harga-harga barang kebutuhan pokok tidak bisa dipungkiri menjadi korban pertama pasca kenaikan harga BBM. Di ibukota misalnya, harga cabai yang semula rata-rata hanya Rp 30.000 per kg kini melonjak  dengan harga paling rendah Rp 70.000 per kg.

Salah satu pedagang di pasar tradisonal Mampang, Jakarta Selatan mengungkapkan,  harga cabai melonjak tinggi gara-gara stoknya menipis, ditambah dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. “Harga cabai merah sebulan lalu hanya Rp 25.000/kg. Namun sekarang harganya sudah mencapai Rp 80.000/kg,” ujar Sukartinem.

Sementara itu harga cabai di Pasar Induk seperti Kramat Jati, Jakarta Timur, turut mengalami kenaikan mencapai Rp75.000 per kg. “Cabai merah keriting yang mengalami kenaikan pesat, diikuti jenis rawit merah,” ungkap Direktur Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati, Ivo Edwin Aryanto.

Menurut dia, sebelum kenaikan harga BBM, harga cabai merah keriting sekitar Rp25.000 per kg dan sekarang Rp75.000 per kg. Kata dia lagi, hal itu terjadi karena kurangnya pasokan cabai yang berasal dari daerah. Pasokan cabai mengalami penurunan hingga 40% dari biasanya. Hal itu disebabkan masa panen yang belum bersamaan. “Pasokan biasanya diambil dari luar Jawa kalau belum musim panen, seperti NTT dan Sulawesi Selatan,” tambah  Ivo.

Selain imbas kenaikan harga BBM, pengaruh musim panas juga menjadi pemicu naiknya harga cabai. Sehingga pada musim ini para petani jarang ada yang menanam cabai. Alhasil stok cabai kosong sedangkan permintaan naik. ini salah satu pemicu naiknya harga cabai merah. “Kemungkinan kalau stok barang masih kosong, minggu depan harga cabai merah bisa jadi Rp 100.000/kg,” jelas Ivo.

Harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati sendiri dari beberapa varian rata-rata sudah mencapai Rp55.000 per kg dengan harga tertinggi berasal dari cabai merah keriting sebesar Rp60.000 an per kg. Suplai rata-rata cabai di Pasar Induk Kramat Jati normalnya sebanyak 140 ton hingga 200 ton per hari. Sedangkan saat ini pasokannya hanya 70 hingga 102 ton per hari atau berkurang 40%. Sedangkan untuk sayur mayur lainnya pasokannya turun sebesar 7-10% akibat pengaruh cuaca.

Turunnya pasokan tersebut disebabkan karena dikirimnya pasokan cabai dari Jawa dan Madura ke wilayah Medan, Riau dan Lampung akibat kurangnya pasokan di wilayah tersebut. Selain itu kenaikan harga cabai ini juga akibat dari kurangnya stok di petani sebagai dampak dari jatuhnya harga cabai sebelumnya sehingga petani banyak yang merugi.

Untuk sementara, para pedagang dibantu untuk mendapatkan pasokan dari wilayah NTB dan Sulawesi Selatan ketika harga mendekati Rp70.000/kg. Uniknya adalah cabai yang ada di wilayah NTB merupakan barang dari wilayah Surabaya dan Jawa Timur dan barang tersebut kemudian dikirim lagi ke Jakarta.

Diperkirakan hal ini akan terus berlangsung hingga tiga bulan ke depan, dan panen cabai selanjutnya baru akan membuat suplai kembali normal.

Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan mengatakan bahwa kenaikan harga cabai sebenarnya sudah bisa diprediksi. Biasanya harga naik pada September-Desember setiap tahunnya, karena faktor cuaca.

Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja ini juga memprediksi bahwa harga cabai bakal kembali stabil pada bulan Februari 2015. Bulan tersebut para petani tengah memasuki masa panen cabai. “Awal Februari. Kalau yang lain seperti telur turun, daging stabil, daging ayam turun. Kalau beras saya kira pasti nggak ada perubahan,“ ujarnya.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id