Menu
SAJIAN ISI

Durian Lai Berpotensi Tembus Pasar Ekspor

Durian Lai Durian Lai

Durian Lai asal Kalimantan ini berpotensi menembus pasaran ekspor lantaran aromanya yang tidak begitu menyengat dan daya tahan simpan buahnya yang relatif lama. Durian ini juga bisa diandalkan untuk menangkal serbuan durian impor jika mampu dikelola secara baik. Potensi buah durian di wilayah Indonesia sejatinya cukup melimpah. Salah satunya adalah Lai atau Pampaken (Durio kutejensis Becc.) yang merupakan salah satu kerabat durian yang memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang cukup tinggi. Lai atau Lay merupakan nama khas durian ini yang diberikan oleh penduduk asli Kalimantan Timur Kaltim).

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Lai dikenal dengan nama Pampaken atau Pampakin, di Serawak dikenal sebagai durian Nyekak, sedang di Brunei dikenal dengan nama durian Pulu.

Ciri khas Lai dibandingkan dengan durian umumnya adalah pada daun, bunga dan buahnya. Pohon Lai sama dengan durian pada umumnya, tetapi memiliki daun yang ukurannya lebih besar dan tebal. Panjang daunnya bisa mencapai 20-25 cm, dengan lebar 5-7 cm.  Bunganya besar, menarik dengan warna bervariasi dari merah muda (pink) sampai merah tua. Buahnya kecil sampai sedang (1-2 kg), bertangkai pendek, bewarna hijau muda atau hijau kekuningan saat mentah, dan kuning hingga cokelat bila telah masak penuh, berkulit relatif tipis dan duri tidak tajam.

Musim panen Lai biasanya berlangsung dari Januari hingga Maret, dengan masa puncak pada Februari. Lai mempunyai porsi daging buah 20-40%. Teksturnya agak kering atau lembut dan halus tergantung pada varietasnya. Buahnya yang baru gugur biasanya belum masak penuh dan mutunya meningkat beberapa hari setelahnya. Warna daging bervariasi dari kuning, kuning tua, oranye, sampai merah, dan memiliki aroma yang lembut. Bahkan, terkadang beraroma wangi mawar. Warna biji bervariasi dari cokelat sampai cokelat tua gelap.

Kepopuleran buah Lai membuat Gubernur Kaliamantan Timur Awang Faroek Ishak beserta  Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari selalu ingin mencicipinya dalam setiap kesempatan. Itu bisa dipahami mengingat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Provinsi Kalimantan Timur memang merupakan salah satu daerah sentra buah Lai. Buah ini termasuk yang digandrungi sebagai pangan gizi dan buah eksotik khas Kutai Kartanegara.

Lai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan buah tropika, namun pamornya masih tertutup oleh ketenaran durian dari spesies D. zibhetinus. Itu pula sebabnya, upaya mempromosikan Lai perlu terus ditingkatkan agar citra salah satu komoditas unggulan masa depan ini meningkat dan dapat menjadi pendamping durian asal Medan atau daerah lainnya. ***SH,AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id