Menu
SAJIAN ISI

Dirut Astra Agro: Dari Pada B50, CPO akan Lebih Strategis Untuk Pembangkit Listrik

Bandung, - Selain batu bara, sawit salah satu dari dua industri yg bisa bersaing di tingkat global dan sangat membantu ekonomi nasional. Selama ini meski melihat betapa kerasnya Eropa menyerang sawit tapi data menunjukkan mereka tetap tinggi konsumsi, karena memang tidak ada yang lebih efesien dan produktif dibanding minyak sawit nabati.

Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2019 Kembali Dibuka

Jakarta-Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan kelapa sawit yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir, kembali mengundang generasi terbaik bangsa untuk berkompetisi meraih kesempatan mendapatkan Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2019. Program beasiswa ini memberi kesempatan pada para penerima untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan bidang studi pertanian dan teknologi pengolahan kelapa sawit.

Selama menempuh program studi, Sinar Mas Agribusiness and Food akan memberikan bantuan penuh biaya perkuliahan, biaya magang, serta bantuan biaya hidup bagi peringkat 10 terbaik. Proses pendaftaran dimulai sejak 1 Februari - 12 April 2019, proses seleksi dimulai tanggal 24 April - 15 Juni 2019, dan masa perkuliahan akan dimulai pada Agustus 2019.

Program beasiswa ini, menurut Dominique Dion Leswara, Head of HR Indonesia Business, Sinar Mas Agribusiness and Food, merupakan salah satu upaya menyediakan pendidikan berkualitas dan gratis bagi siswa terbaik dari seluruh Indonesia. Bidang pertanian dan teknologi pengolahan sawit menjadi pilihan program studi yang ditawarkan kepada penerima beasiswa karena tenaga ahli perkebunan yang berkompeten di dalam negeri masih banyak dibutuhkan, terutama industri kelapa sawit dengan menggandeng Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) dan Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta

"Pada akhirnya program beasiswa ini akan menjadi gerbang utama bagi pemimpin-pemimpin masa depan di industri kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food," Dominique menuturkan. Para penerima beasiswa dapat mengambil program Ahli Madya (Diploma 3) Teknologi Pengolahan Sawit di ITSB atau Sarjana (S1) Perkebunan Kelapa Sawit di INSTIPER. Khusus peserta yang lolos seleksi dan menempuh pendidikan di ITSB, peserta akan mendapatkan ijazah dan mendapatkan sertifikat kompetensi mekanik atau elektrikal di tahun pertama dan proses kelapa sawit pada seksi penerimaan di tahun ke-2.

Menurut Dominique, jumlah pendaftar beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2017, 1000 siswa mendaftar dan mengikuti proses seleksi beasiswa ini. Sedangkan di tahun 2018, jumlah pendaftar meningkat menjadi lebih dari 1400 siswa. Tahun 2019, diharapkan lebih banyak siswa berprestasi mendaftar dalam program beasiswa ini.

Pada tahun ini jumlah kuota penerima beasiswa ditingkatkan, sehingga lebih dari 100 paket beasiswa akan diberikan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran dapat dilakukan lebih mudah dan efisien karena sistem pendaftaran dilakukan secara daring (online). Melalui langkah ini, diharapkan program beasiswa ini dapat menjangkau sebagian besar siswa SMA/MA/SMK yang ada di Indonesia.

Tim Learning Center and Developement Sinar Mas Agribsuiness and Food juga akan mendampingi para penerima beasiswa selama proses perkuliahan berlangsung dan akan mendapatkan berbagai pelatihan dan motivasi seperti leadership dan problem solving serta kesempatan untuk dapat bekerja di Sinar Mas Agribusiness and Food setelah menyelesaikan program studi dengan mengikuti proses seleksi yang ditentukan.

“Kami mengundang generasi terbaik bangsa untuk mendapatkan beasiswa bergengsi Sinar Mas Agribusiness and Food 2019. Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka yang ingin mendalami studi pertanian dan menjadi profesional di bidangnya. Sudah banyak alumnus program beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food yang sukses dan kini mereka memiliki karir yang bagus. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera mendaftar program beasiswa ini,” ungkap Dominique, seraya menambahkan info selengkapnya mengenai program beasiswa ini dapat diakses melalui tautan https://www.smart-tbk.com/beasiswa/

Karyawan Cargill Mendukung Upaya Pemulihan di Lombok Utara

LOMBOK- Cargill bermitra dengan Universitas Gadjah Mada melakukan serah terima bantuan upaya pemulihan paska bencana gempa bumi yang menimpa Lombok Utara kepada bupati setempat, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH. Upaya pemulihan meliputi pembangunan kembali beberapa taman bacaan, posyandu, PAUD serta pembangunan dua hunian sementara (Huntara). Cargill juga mendanai penyusunan rencana induk tata kelola air bersih untuk Desa Gumantar di Lombok Utara, yang mana pembangunan fasilitas tersebut nantinya akan didanai oleh pemerintah.

Paska gempa bumi dahsyat di Lombok Utara pada Agustus 2018, ribuan keluarga kehilangan rumah, para siswa kehilangan ruang kelas dan fasilitas air bersih rusak dan hancur. Cargill bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada untuk mengidentifikasi dan membantu kebutuhan pemulihan jangka pendek dan menengah di Lombok.

Arief Susanto, Country Representative untuk Cargill Indonesia, mengatakan, "Karyawan Cargill turut berduka yang mendalam atas bencana tragis yang menimpa Lombok tahun lalu, dan saya terharu akan ketulusan mereka dalam memberikan sumbangan untuk membantu Lombok.” Arief menambahkan, "Melalui kemitraan dengan Universitas Gadjah Mada, kami dapat memberikan program bantuan yang targetnya selaras dengan program pemerintah dan juga dengan visi kami dalam memenuhi nutrisi masyarakat global. Kami berharap hunian sementara, posyandu, ruang PAUD, taman bacaan yang bersih, serta fasilitas air bersih nantinya dapat membantu keluarga yang terkena dampak bencana untuk dapat bangkit dan mulai membangun kembali kehidupan mereka.”

Selain itu, Cargill mendukung kelompok petani perempuan di Desa Gumantar melalui Program Dukungan Penguatan Ekonomi Masyarakat dalam pemrosesan pasca-panen kacang mete.

Cargill berkomitmen untuk membantu dunia berkembang, termasuk dengan membantu mereka yang membutuhkan. Komitmen ini ditunjukkan dengan baik oleh karyawan Cargill Indonesia yang telah mengulurkan tangan membantu upaya pemulihan ini.

Ekspor biodiesel ke Eropa Masih Terhambat

Jakarta-Para pengusaha dalam bidang biofuel Indonesia mengantisipasi larangan ekspor biodiesel berbasis sawit ke Eropa dengan mengincar pasar Asia. Terutama pasar China dan negara-negara kawasan Asia Tenggara yang berencana meningkatkan implementasi energi hijau terbarukan.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Tjakrawan menyampaikan, bila aturan Renewable Energy Directive II yang dirancang Uni Eropa sah mengkategorikan kelapa sawit sebagai komoditas dengan risiko tinggi untuk perubahan lahan atau indirect land use change (ILUC) maka potensi ekspor ke Eropa bakal turun atau hingga nol.

Ekspor biodisel sepanjang tahun 2018, menurut Paulus, mencapai angka 1,6 juta kiloliter. Hampir separuhnya ditujukan kepada Eropa. Maka, bila kebijakan ILUC jadi diterapkan dan menghapus pasar Eropa, pihaknya mengincar pasar dari negara Asia seperti China, Malaysia dan Thailand.

Pada tahun 2018 sendiri, ekspor biodiesel ke China mencapai 800.000 kiloliter. "Tahun ini, kami harapkan bisa mencapai 1 juta kiloliter," jelasnya, Rabu (6/2).

Sedangkan untuk negara lainnya, Paulus melihat peluang dari Malaysia yang berencana mengimplementasikan kebijakan biodiesel 20% pada tahun 2020. Saat ini, Malaysia masih menerapkan B10. Ada juga dari Thailand yang berniat melakukan percepatan kebijakan biodiesel dari saat ini masih B5.

Tak hanya pada luar negeri, Paulus masih optimistis sektor domestik akan terus berkembang berkat penerapan B20 dan rencana B30 pada tahun 2020 depan. Penerapan kebijakan B20 akan meningkatkan konsumsi dalam negeri mencapai 6,2 juta ton. "Kami terus mendorong percepatan B30 bila bisa lebih cepat dari tahun 2020 lebih baik," jelasnya.

Asal tahu saja, produksi biodiesel tahun 2018 mencapai 5,9 juta ton. Sebesar 4,3 juta digunakan untuk sektor dalam negeri dan sisanya sebesar 1,6 juta ton untuk eskpor.

Kiat Kementan atasi Rontoknya Harga Cabai Jatuh

Jakarta-Ditengah perkembangan harga cabai yang terus menurun di tingkat petani di beberapa sentra produksi, pemerintah tidak tinggal diam. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan berupaya melakukan konsolidasi untuk mencari solusi yang cepat, tepat dan bisa dieksekusi.

Senin malam, 4 Februari 2019 Direktur Jenderal Hortikutura, Suwandi mengumpulkan petani cabai andalan yang tergabung dalam champion cabai dari 20 dinas pertanian kabupaten sentra utama, dinas-dinas pertanian sentra cabai, KTNA, HKTI dan Satgas Pangan.

Menghadapi masalah menurunnya harga cabai, Suwandi memaparkan beberapa alternatif pilihan. "Kita dorong sektor hilir, seperti logistik distribusi, substitusi bahan olahan industri dengan cabai lokal, pengembangan industri olahan skala rumah tangga hingga bazar dan pasar lelang cabai", terang Suwandi.

“Selain itu kita bangun koordinasi dengan pihak asosiasi penerbangan Indonesia untuk meringankan biaya kargo dan mendorong pemerintah daerah tetap menginisiasi pasar lelang cabai”, tuturnya.

"Kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah sendiri-sendiri, tapi perlu dukungan dari berbagai sektor", tambahnya.

Bahkan yang terpenting saat ini agar ongkos kargo pesawat untuk mengirim ke luar Jawa lebih murah, “saat ini banyak dikeluhkan naiknya biaya angkut pesawat”, jelas Dirjen termuda di Kementerian Pertanian ini.

Suwandi menyampaikan agar petani mengikuti 10 jurus stabilisasi pasokan dan harga stabil, yakni pertama, gunakan benih unggul sehingga produksi dan provitas naik; kedua ikuti anjuran manajemen pola tanam, diversifikasi tanam dan tumpang sari dari petani champion; ketiga pupuk organik ramah lingkungan dibuat sendiri sehingga efisien biaya; keempat, pestisida hayati ramah lingkungan dibuat sendiri; kelima, terapkan cara pasca panen yang baik; keenam hirilisasi olahan pasta, goreng dan lainnya dengan skala rumah tangga dan usaha kecil; ketujuh, bangun kemitraan dengan usaha olahan dan pasar; kedelapan, membentuk koperasi sehingga terkoordinir, teknologinya seragam dan hasil pasarnya bersama-sama; kesembilan, membentuk pasar lelang di level farmgate sehingga petani peroleh harga tertinggi, cash and carry dan tercipta one region produk bersama champion; kesepuluh membangun sistem logistik dan coldstorage untuk menyimpan produk dalam jumlah besar untuk memasok antar pulau maupun ekspor.

Kementan bersama Pemda dan Penyuluh membina petani untuk efisiensi input dengan cara memproduksi sendiri pupuk organik dan pestisida hayati ramah lingkungan, memfasilitasi benih unggul serta sarana pasca panen sesuai skala prioritas.

“10 jurus tersebut sebagian merupakan solusi jangka pendek dan sebagian solusi jangka menengah dan panjang”, ujar mantan Kapusdatin Kementan ini.

Dari hasil koordinasi dengan berbagai pihak, dihasilkan beberapa solusi yang bersifat jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek yang bisa dilakukan antara lain: Pemda dan ASN membeli langsung ke petani, membuka pasar tani di pusat keramaian, melakukan menjalin kemitraan dengan industri makanan, mencari alternatif angkutan yang lebih murah. Untuk jangka menengah meningkatkan provitas untuk menekan BEP dan pengembangan industri olahan. sedangkan untuk jangka panjang bisa dilakukan dengan penumbuhan unit pengolahan atau BUMD dengan dukungan logistik modern.

Suwandi juga menyampaikan beberapa solusi yang sifatnya mendasar dalam menjaga stabilisasi harga. "Kita harus hitung dulu berapa tingkat kebutuhan perwilayahan, baru kita hitung berapa yang harus kita tanam", terang pria yang akrab dipanggil Wandi ini

Suwandi menambahkan bahwa penanaman cabai tetap berbasis kawasan, namun harus dihitung berdasarkan kapasitas kebutuhan di masing-masing daerah. "Kuncinya satu, tingkat kepatuhan manajemen pola tanamnya harus dikawal ketat", tegasnya.

Hamid, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia menjelaskan bahwa pelaku usaha cabai Indonesia harus mampu mengembangkan diri baik teknologi maupun pemasaran. "Kalau kita bisa meningkatkan kemampuan dan teknologi, misal di budidaya atau pengolahan, banyak permasalahan cabai yang bisa kita selesaikan", terangnya.

Minimal dengan demikian dapat mengurangi resiko kerugian akibat harga fluktuatif, ‘’yang jadi masalah sebenarnya bukan harga yang murah saja, tetapi biaya produksi kita yang mahal, nah kita harus bisa mengurangi biaya usaha tani agar cabai dan petani kita bisa tetap eksis", tuturnya.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id