Menu
SAJIAN ISI
Redaksi

Redaksi

Alamat : Gedung Graha BUN. Jln Ciputat Raya No.7 Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53 E-mail : majalah_hortus@yahoo.co.id
No Rekening : 121 00333 55557 Bank Mandiri a/n PT Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan

Website URL: http://www.majalahhortus.com

Kementan Optimis 185 ribu Hektar Replanting Tercapai 2018

Jakarta - Peremajaan perkebunan sawit rakyat memang tengah menjadi perhatian pemerintah karena banyak sawit yang usianya panjang, lebih dari 28 tahun. Kementan menargetkan tahun 2018 185 ribu hektar dan akan diterbitkan rekomtek .

"Kementerian Pertanian optimistis dapat menerbitkan 185.000 rekomendasi teknis untuk merealisasikan program peremajaan kebun kelapa sawit, sebab di bulan oktober saja kita mampu terbitkan rekomtek 42.950 hektar," ungkap Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang pada Jum’at (9/11).

Bambang mengungkapkan, sekarang petani sudah yakin dan berlomba setelah pembayaran rekomendasi teknis pada 2017 sebesar Rp356 miliar dicairkan .

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan, sebelumnya minat masyarakat untuk meremajakan kebunnya terhambat. Oleh karena pembayaran untuk rekomendasi teknis tahun lalu tersendat banyak petani rakyat yang menjadi ragu, tapi Kemenko Perekonomian memutuskan agar semua rekomtek mendapatkan pendanaan pada September lalu.

Dia menambahkan, sekarang direktoratnya tengah menyiapkan rekomendasi teknis untuk kebun seluas 185.000 hektare. Ditjebun, lanjutnya, sudah menerbitkan rekomendasi teknis untuk 42.950 hektare. "Lalu berjalan terus sampai dengan target 185.000 hektare tahun ini dengan mudah tercapai sebab saluran yang mampat sudah terbuka. Saluran mampat yang dia maksud selama ini belum ada titik temu antara Ditjenbun dengan BPDP-KS," imbuh Bambang

Bambang menjelaskan penyebab lambatnya pencapaian target tahun 2018 “BPDP-KS ketika itu enggan mencairkan dana karena merasa punya tanggung jawab lebih pada keberhasilan program peremajaan kebun kelapa sawit. Jadi ada penambahan aturan diluar pedoman umum supaya dana yang disalurkan pasti berhasil,” katanya

“Perintah Pak Menko agar BPDP-KS membayarkan secepatnya semua rekomendasi teknis, sementara tanggung jawab fisik ada di Ditjenbun. Rekomtek untuk 2017 sudah dibayarkan September 2018 [seluas 14.792 hektare]. Kami terbantu setelah realisasi pembayaran di Oktober,” katanya.

“Rekomendasi teknis untuk 185.000 hektare dapat tercapai. pasalnya, antara lembaga dan pemda sudah mendukung tidak akan kendala lagi untuk menerbitkan rekomendasi teknis,” lanjutnya.

Pasalnya petani takut kalau sudah meremajakan kebun tapi pencairan dana harus tersendat. Faktor lain, kata Bambang, petani masih belum tertarik dengan bantuan dana peremajaan sebesar Rp25 juta/ha karena dianggap terlalu kecil untuk menggarap lahan sekaligus memenuhi kebutuhan selama periode tidak berproduksi.

“Mereka masih bersikukuh tetap percaya pada pohon dari benih asalan meski cuma menghasilkan 1-2 TBS. maka seiring proses replanting kami wajibkan petani untuk juga tanam jagung lewat tumpang sari," ucap Bambang

Oleh karena itu, kementan memberikan benih jagung gratis untuk lahan replanting. Menurut bambang, kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dengan jagung ini diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif, dengan model tumpang sari ini petani malah punya penghasilan yang tinggi dibanding sawit .

"Kami optimistis target tersebut bisa tercapai 185.000 hektar. Sebab penghambatnya sudah terbuka, kami dorong peremajaan karena persyaratanyan lebih flexible, sekaligus wajib tanam jagung. Benih jagungnya kami alokasikan gratis, agar petani tetap berpenghasilan" pungkas bambang.

2019, Harga Sawit Cerah

Fluktuasi harga kelapa sawit (sawit) di tahun 2018 membuat industri sawit kurang bergairah. Namun pada 2019 pelaku industri sawit optimis harga sawit akan kembali meningkat sehingga bakal menggairahkan bisnis mereka. Hal tersebut terungkap pada 14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2019 Price Outlook di Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Bali, baru-baru ini.

"Jokowi: Sektor Kelapa Sawit Membanggakan"

hortus edisi november 2019Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta agar kalangan pengusaha kelapa sawit melakukan 5 langkah penting demi meningkatkan pengembangan komoditas ini ke depan. Salah satunya adalah perlunya mereka memperhatikan hilirisasi industri sawit. Upaya tersebut penting, kata Jokowi, agar ekspor kelapa sawit ini bisa berupa barang jadi yang dikemas dengan baik."Hilirisasi industri kelapa sawit ini betul-betul perlu diperhatikan, jangan jualannya hanya CPO terus," pintanya menegaskan pada saat membuka perhelatan 14th Indonesian Palm Oil Confrence and 2019 Price Outlook (IPOC), yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018.  

Sawit, Solusi di Tengah Pelemahan Rupiah

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang mengakibatkan melemahnya rupiah, ternyata bisa memunculkan potensi di komoditas ekspor Indonesia.

“Secara teori, pelemahan nilai tukar akan menjadikan bertambah tingginya biaya impor, karena semakin mahalnya harga barang yang diimpor bila dikonversikan ke mata uang lokal. Sebaliknya, pelemahan rupiah membuat komoditas ekspor lebih tinggi karena membuat harga lebih murah bagi negara pengimpor,” kata Pembina Forum Warta Pena (FWP) Tofan Mahdi dalam diskusi bertema "Potensi Ekspor di Tengah Pelemahan Rupiah" yang digelar di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, Rabu (7/11).

Sebagai salah satu komoditas pemegang pangsa pasar terbesar minyak nabati dunia, kelapa sawit bisa menjadi salah satu solusi bagi negara Indonesia untuk memanfaatkan potensi ekspor dalam pelemahan rupiah yang kini sedang terjadi. Tofan yang juga Ketua Bidang Komunikasi Gapki itu mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 14 juta hektare perkebunan kelapa sawit dan merupakan produsen minyak sawit tebesar di dunia yang produksi minyak sawitnya mencapai sekitar 42 juta ton, yang 31 juta ton diantaranya terserap di pasar ekspor dunia.

“Sejak 15 tahun terakhir, minyak sawit telah menjadi komoditas pemegang pangsa pasar terbesar dalam persaingan minyak nabati dunia. Sawit menghasilkan minyak nabati yang jauh lebih efisien dibandingkan minyak nabati yang lain. Satu hektare per tahun bisa menghasilkan 4 ton minyak sawit, yang jika dibandingkan dengan minyak bunga matahari, 1 tonnya baru bisa didapatkan dengan 4-5 kali jumlah lahan yang lebih besar daripada sawit,” katanya.

Hal tersebut disetujui oleh Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adinegara. Bhima mengatakan bahwa CPO memberikan kontribusi yang cukup besar dari total ekspor nonmigas. "Padahal ekspor CPO berkontribusi 15% dari total ekspor non migas," ungkap Bhima.

Oleh karena itu, sawit merupakan pilihan yang tepat bagi pemerintah untuk sektor penyerapan tenaga kerja yang besar, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah, apalagi di saat pelemahan rupiah yang kini sedang terjadi.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id