Menu
SAJIAN ISI

Bunga Melati Asal Tegal Merambah Asia

Bunga Melati Asal Tegal Bunga Melati Asal Tegal

Bunga melati yang diproduksi petani Tegal, Jawa Tengah tidak saja dipasarkan di dalam negeri. Tapi juga ke sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Thailand, Singapura, Malaysia dan India. Tegal tidak hanya dikenal dengan wartegnya saja tapi juga bunga melatinya. Tegal sekarang menjadi salah satu daerah sentra bunga melati menyusul diresmikannya ekspor bunga melati oleh Menteri Pertanian Suswono di akhir Maret 2014 lalu. Bunga melati dari gabungan kelompok tani Tegal tersebut diekspor ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan India.  

Dalam sambutannya, Suswono berharap Kabupaten Tegal menjadi sentra pengembangan bunga melati. Hal itu dikarenakan peluang ekspor bunga melati asal Kabupaten Tegal masih tinggi. Hingga tahun 2013, ekspor melati ke sejumlah negara Asia mencapai 9.456 ton. “Bupati diharapkan membuat sentra melati. Jadi, jika ada hama menyerang bisa ditangani cepat,” kata Mentan Suswono saat kunjungan kerja di lahan melati Desa Maribaya, Kecamatan Kramat.

Kunjungan Mentan Suswono didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Heru Sudjatmoko dan Bupati Tegal, Enthus Susmono di lahan milik warga Desa Maribaya, Wiryono dengan luas 1 hektar.  Mentan beserta wagub dan bupati langsung turun ke lahan untuk panen bunga melati. Usai panen, Suswono meresmikan packing house dan pelepasan ekspor bunga melati dari Kabupaten Tegal di Pabrik Alamanda Sejati Utama Maribaya.

Suswono mengatakan, potensi produksi melati di Kabupaten Tegal masih terbuka lebar. Hal itu dilihat masih banyak hamparan lahan pertanian yang belum tergarap. Selain meminta bupati untuk membuat sentra-sentra melati, Suswono juga meminta bupati untuk menyediakan lahan bagi para petani melati.

“Kabupaten Tegal merupakan salah satu sentra produksi komoditas hortikultura di Jawa Tengah, yang berorientasi ekspor. Bunga melati merupakan salah satu komoditas andalan ekspor hortikultura dari Kabupaten Tegal dengan total produksi pada tahun 2013 mencapai 9.456 ton,” ujar Suswono

Sebagai salah satu komoditas hortikultura yang diandalkan di pasar ekspor, bunga melati rupanya memiliki peminatnya masing-masing. Negara yang paling banyak mengimpor melati Indonesia adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu atau Buddha.

Salah seorang petani bunga melati di Maribaya, Tegal, Wiryono Ngudi mengatakan, ada perbedaan permintaan antara dua negara tersebut. Untuk ekspor, varietas melati yang banyak diminati adalah melati emprit dan melati kebo. “Dari kedua varietas itu, untuk agama Hindu biasanya minta yang kuncup polos ada mahkotanya. Kalau yang Buddha biasanya yang kuncup gundul tanpa mahkota,” kata Wiryono.
Ia menambahkan, penanaman bunga melati sangat tergantung dengan ada atau tidaknya sinar matahari. “Semakin banyak sinar matahari maka kualitas melati semakin bagus. Warna bunga semakin putih dan semakin wangi,” jelasnya.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id