Menu
SAJIAN ISI

Mentan Amran Lepas Ekspor Tiga Komoditas Hortikultura

majalahhortus.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara simbolis kembali melepas ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara. Komoditas tersebut adalah mangga ke Singapura dan Malaysia totalnya 100 ton, benih kangkung ke China, Malaysia, dan Vietnam totalnya 800 ton dan bawang merah ke Philipina yang totalnya 800 ton.

Instiper Menjadi Pusat Riset Kecerdasan Buatan Agroindustri

Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta akan meluncurkan Artificial Intelligence Research and Innovation Center for Agroindustry (AIRICA). Itu akan menjadi pusat penelitian satu-satunya di Asia Pasifik.
Perkembangan revolusi industri 4.0 telah merombak berbagai tatanan kehidupan, termasuk di dunia bisnis dan industri. Institusi yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan model bisnis terjadi karena perkembangan yang ada.
Mulai dari perkembangan big data, internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI). Karenanya, semua pemangku kebijakan yang berhubungan dengan industri perkebunan harus mulai memaka teknologi berciri 4.0.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Instiper Yogyakarta akan meluncurkan Pusat Inovasi dan Penelitian Kecerdasan Buatan Bidang Agroindustri atau AIRICA. Peluncuran akan dibarengi FGD tentang kegunaaan AIRICA tersebut.
Instiper telah ditetapkan menjadi AIRICA yang pertama dan satu-satunya di Asia Pasifik. Pasalnya, konsorsium NVDIA AI Technology Center memutuskan tidak boleh ada lagi AI Center bidang agroindustri di Asia Pasifik.
Menjelang itu, Instiper Yogyakarta menggelar lokakarya AI, Deep Learning Institute Workshop bidang agroindustri. Gelaran ini menggandeng Universitas Bina Nusantara dan NVDIA Amerika Serikat.
Rektor Instiper, Purwadi mengatakan, program itu bertujuan memperkenalkan bagaimana kecerdasan buatan. Khususnya, metode deep learning untuk mampu menyelesaikan persoalan analisis dengan cepat.
"Ini merupakan loncatan baru bagi Instiper agar benar-benar siap menghadapi era revolusi industri 4.0," kata Purwadi, Selasa (2/10).
Direktur AIRICA, Harsawardana menekankan, artificial intelligence merupakan penggunaan metode kecerdasan buatan untuk mempermudah pekerjaan berbagai bidang. Termasuk, bidang agroindustri.
Sebagai contoh, pemanfaatan bidang perkebunan untuk melihat apakah suatu buah sudah matang atau belum hanya dengan melalukan foto. Bisa juga digunakan demi mengetahui suatu lahan sudah waktunya melalukan pemupukan.
"Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi deep learning di mana teknologi tersebut memungkinkan suatu mesin belajar pada suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu," ujar Harsawardana.

Wilmar salurkan bantuan minyak goreng untuk korban Palu dan Donggala

Wilmar International, melalui unit usahanya di Sulawesi, PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung menyalurkan bantuan 800 jeriken minyak goreng bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Wilmar dalam meringankan penderitaan korban bencana dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali kedua wilayah tersebut pasca terjadinya bencana 28 September lalu.
Country Head Wilmar International, Darwin Indigo mengatakan, kedua wilayah tersebut berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan sehingga sudah menjadi kewajiban Wilmar untuk turut serta membantu para korban dan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang akan mendistribusikannya ke daerah bencana. “Kami berharap, kedua wilayah ini dapat segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal,” ujar Darwin dalam siaran persnya, Kamis (4/10).
Menurut Darwin, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Selain bahan makanan, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengirimkan bantuan tahap kedua berupa tenda, alat berat, dan bahan bakar minyak yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah tedampak.
Tak hanya itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran, agar bantuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
Sesuai imbauan pemerintah, seluruh pihak diharapkan partisipasinya untuk memberikan dukungan dalam meringankan beban korban bencana. Apalagi, infrastruktur di kedua daerah terdampak mengalami kerusakan cukup parah, sehingga ketersediaan dan penyaluran bantuan masih tersendat.
Saat ini, sejumlah wilayah di daerah bencana masih ada yang belum tersentuh bantuan akibat rusaknya infrastruktur.

Wilmar salurkan bantuan minyak goreng untuk korban Palu dan Donggala

Wilmar International, melalui unit usahanya di Sulawesi, PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung menyalurkan bantuan 800 jeriken minyak goreng bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Wilmar dalam meringankan penderitaan korban bencana dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali kedua wilayah tersebut pasca terjadinya bencana 28 September lalu.
Country Head Wilmar International, Darwin Indigo mengatakan, kedua wilayah tersebut berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan sehingga sudah menjadi kewajiban Wilmar untuk turut serta membantu para korban dan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang akan mendistribusikannya ke daerah bencana. “Kami berharap, kedua wilayah ini dapat segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal,” ujar Darwin dalam siaran persnya, Kamis (4/10).
Menurut Darwin, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Selain bahan makanan, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengirimkan bantuan tahap kedua berupa tenda, alat berat, dan bahan bakar minyak yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah tedampak.
Tak hanya itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran, agar bantuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
Sesuai imbauan pemerintah, seluruh pihak diharapkan partisipasinya untuk memberikan dukungan dalam meringankan beban korban bencana. Apalagi, infrastruktur di kedua daerah terdampak mengalami kerusakan cukup parah, sehingga ketersediaan dan penyaluran bantuan masih tersendat.
Saat ini, sejumlah wilayah di daerah bencana masih ada yang belum tersentuh bantuan akibat rusaknya infrastruktur.

Prediksi Harga CPO Menjadi Daya Tarik IPOC

Sejumlah pakar dan analis komoditas akan menjelaskan fluktuasi harga minyak sawit sepanjang tahun ini. Selain itu, mereka akan memprediksi outlook harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar dunia tahun depan.

Analisis dan outlook harga minyak sawit tersebut akan disampaikan para pakar dalam konferensi internasional minyak sawit IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2018 and 2019 Price Outlook, di BICC Nusa Dua Bali, 31 Oktober – 2 November akhir bulan ini. Konferensi sawit terbesar dunia tersebut merupakan annual event yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

”Banyak analis dan pakar dunia yang hadir menjadi pembicara. Antara lain James Fry dari LMC International Inggris, Dorab Mistry dari Godrej International Inggris, Thomas Mielke dari ISTA Mielke GmbH (Oil World) Jerman, dan sejumlah pembicara kelas dunia lainnya,” kata Mona Surya, chairperson IPOC 2018, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (3/10).

Tahun lalu, konferensi dan ekshibisi IPOC dihadiri oleh sekitar 2.500 peserta dari 36 negara. ”Melihat antusiasme pendaftar, seperti peserta IPOC 2018 akan lebih besar,” katanya.

Materi yang akan disampaikan para pakar tersebut sangat relevan untuk menjawab mengapa harga minyak sawit turun tajam.

”James Fry akan menyampaikan analisisnya apakah penurunan harga ini juga terkait dengan embargo dari Uni Eropa dan juga kenaikan tarif bea masuk yang dikenakan sejumlah negara tujuan eskpor sawit Indonesia, seperti India,” katanya.

Mona mengatakan, IPOC sudah menjadi rujukan bagi para analis dan para pelaku bisnis dunia untuk menganalisis harga tahun berjalan dan outlook harga minyak sawit tahun depan. Analisis para pakar pada IPOC ini akan menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan bisnis. ”Harga minyak sawit tahun ini turun sangat tajam. Ini yang membuat banyak pelaku bisnis dunia antuasias untuk hadir pada IPOC,” kata Mona.

Dikatakan Mona,IPOC 2018 and 2019 Price Outlook akan mengambil tema ”Palm Oil Development: Contribution to SDGs”. Tema tersebut juga penting diangkat karena untuk menjawab isu-isu negatif terhadap perkebunan kelapa sawit.

”Melalui konferensi ini, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sektor kelapa sawit adalah sektor yang berkontribusi besar terhadap pencapaian SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan),” pungkas Mona.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id