Menu
SAJIAN ISI

Sawit dan Karet Jadi Andalan Provinsi Jambi

Sawit Sawit

Hingga saat ini, tanaman sawit dan karet masih menjadi primadona sekaligus andalan komoditas perkebunan di Jambi. Karena itu, pelbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kedua komoditas ini terus dilakukan oleh Dinas Perkebunan Jambi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tetap memprioritaskan pembangunan perkebunan kelapa sawit dan karet karena komoditas ini diyakini menjadi penggerak ekonomi rakyat dan daerah. Perkebunan sawit dan karet di Jambi dipertahankan sebagai lokomotif ekonomi rakyat dan daerah karena kedua komoditas perkebunan tersebut membuka banyak peluang kerja.

"Pesatnya pembangunan perkebunan sawit dan karet di Jambi selama ini mampu menyerap banyak tenaga kerja, termasuk tenaga kerja kurang berpendidikan di daerah pedesaan. Karena itu perkebunan sawit dan karet di Jambi sangat diandalkan sebagai salah satu solusi penanggulangan masalah kemiskinan dan pengangguran," kata Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus dalam sebuah kesempatan belum lama ini, di Jambi.

Menurut Hasan Basri, perkebunan sawit dan karet di Jambi semakin luas karena masyarakat Jambi sudah cukup lama memiliki tradisi perkebunan, khususnya perkebunan karet.  Tradisi berkebun tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan perkebunan sawit dan karet sebagai penggerak ekonomi rakyat dan daerah di Jambi.

Perkebunan kelapa sawit dan karet di Jambi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dan daerah karena usaha perkebunan sawit dan karet sudah membudaya sejak lama di daerah ini. Kemudian sebagian besar lahan di daerah itu sangat cocok dikembangkan untuk kebun sawit dan karet. “Karena itu tradisi berkebun sawit dan karet di Jambi tidak perlu diubah,” tandas penguasa daerah ini.

Dijelaskan, luas perkebunan kelapa sawit di Jambi saat ini telah mencapai 341.457 hektar (ha). Sedangkan jumlah petani kelapa sawit mencapai 177.802 kepala keluarga (KK). Sementara luas perkebunan karet rakyat di daerah ini mencapai 646.878 ha dan jumlah petani karet sekitar 251.403 KK. Seluas 130.656 ha perkebunan karet tersebut merupakan milik rakyat.

“Banyaknya petani yang menggeluti usaha perkebunan sawit dan karet di Jambi menjadi modal utama untuk terus meningkatkan peran kebun sawit dan karet dalam memajukan ekonomi rakyat dan daerah di Jambi,” katanya.

Sebagai primadona, perkebunan karet dan kelapa sawit, harus mendapat perhatian serius dalam upaya pengembangannya. Misalnya, lanjut Hasan Basri, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat maka pola tanam yang lebih baik serta kualitas bibit perlu secara rutin diperbaiki. "Pola tanam dan kualitas bibit, perlu ditingkatkan," pintanya.

Untuk memotivasi peningkatan hasil perkebunan maupun pertanian. Pemerintah Provinsi Jambi saat ini tengah dan akan terus membangun jalan menuju sentra produksi. Dengan upaya ini diharapkan dapat menekan ongkos produksi petani. "Jalan sentra produksi, terus kita bangun untuk menekan ongkos produksi."

Ir  Budidaya, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi  menambahkan, sub sektor perkebunan merupakan andalan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di  Jambi. Karena itu, menjadi beban tugas Dinas Perkebunan Jambi untuk memantapkan program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan yang berkelanjutan.

Pada tahun 2013 lalu, Pemerintah Provinsi Jambi menerima dana APBN senilai Rp30 miliar  untuk program peremajaan karet di daerahnya. Dana sebesar itu akan dialokasikan untuk peremajaan karet seluas kurang lebih 41 ribu hektar kebun karet petani di Jambi.

Program peremajaan karet di Provinsi Jambi diperuntukkan bagi 7 kabupaten di provinsi tersebut. Empat daerah kabupaten yang mendapatkan alokasi peremajaan paling luas, adalah Kabupaten Sarolangun, Merangin, Tebo dan Kabupaten Muarojambi.

Selain anggaran dari pemerintah pusat, anggaran untuk program peremajaan karet tua pada 2013 juga dialokasikan melalui pos APBD Provinsi Jambi dengan areal seluas 2.850 hektar karet rakyat. Selain itu juga program peremajaan tanaman karet yang bersumber dari APBD kota/kabupaten di Provinsi Jambi.  Jadi total luas tanaman karet rakyat yang akan diremajakan diprediksi mencapai 7.000 hektar.

Budidaya menyatakan, komoditas perkebunan kulit kayu manis, kelapa dan kopi yang juga sudah membudaya di Jambi juga perlu dikembangkan. Petani yang berusaha di sub sektor perkebunan kulit manis dan kopi di Jambi sebagian besar terdapat di Kabupaten Kerinci dan Merangin. Sedangkan petani yang banyak berusaha di bidang perkebunan kelapa terdapat di Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur.  

Provinsi Jambi memiliki tujuh komoditas unggulan perkebunan. Selain karet dan kelapa sawit, kelima komoditas unggulan lainnya, mencakup kopi, kayu manis, pinang, teh, dan nilam. Khusus komoditas kopi Liberia saat ini areanya mencapai 3.000 hektar.  *** AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id