Menu
SAJIAN ISI

Arah Pergulaan Nasional

majalah hortus januari 2015

Indonesia masih punya potensi besar untuk mewujudkan program swasembada gula. Pasalnya, sejumlah persoalan yang menghambat swasembada gula nasional, sudah bisa dipetakan. Kini terpulang pada ketegasan pemerintah dalam membenahi pergulaan nasional yang kondisinya saat ini bisa dibilang carut-marut. 

 

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera diberlakukan pada akhir 2015 ini. Agar  Indonesia tidak menjadi pasar empuk bagi gula asal Thailand, khususnya komoditas gula maka mau tak mau kondisi pergulaan nasional perlu segera dibenahi. Tujuannya, agar gula yang diproduksi petani di dalam negeri efisien, berkualitas, serta harga jualnya berdaya saing tinggi.

Bagaimana tidak, dalam persaingan dagang, harga adalah komponen utama selain kualitas yang akan mempengaruhi pasar. Jika harga murah tentu pembeli akan lebih banyak yang memilihnya.

Begitu juga soal kmoditas gula, tingginya harga pokok produksi (HPP) gula di tanah air jika dibandingkan dengan HPP gula negara ASEAN, terutama Thailand masih menjadi persoalan utama. Jika di Thailand rata-rata harga gula di bawah Rp5.000 per kg, di Indonesia HPP gula terbilang cukup tinggi yakni mencapai Rp 8.500 per kg.

Tingginya HPP ini dipengaruhi oleh berbagai persoalan, di antaranya tingkat produktivitas on farm yang rendah dan ketidakefisienan yang terjadi di off farm atau pabrik gula (PG). Rendahnya produktivitas on farm atau perkebunan tebu yang selama ini didominasi perkebunan rakyat, selalu menjadi persoalan setiap tahunnya. Selama ini petani sulit mendapatkan bibit unggul karena selain harganya cukup mahal untuk mendapatkannya pun tak mudah, sehingga petani tebu cenderung memanfaatkan bibit yang ada terutama dari bibit rayungan.

Untuk mengatasi permasalahan bibit tebu berkualitas, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mendukung adanya perubahan status kelembagaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan dari milik swasta menjadi milik pemerintah. Menurut Kalla, hal ini untuk menjaga fungsi P3GI sebagai lembaga penelitian tebu dan gula. "Saya mendukung supaya kedudukan P3GI dikembalikan dan diambil alih Kementerian Pertanian," kata Kalla di sela kunjungan ke P3GI Pasuruan, baru-baru ini.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Januari 2015. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id