Menu
SAJIAN ISI

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

10 Pabrik Baru untuk Swasembada Gula

Pemerintah pimpinan Jokowi-JK telah mencanangkan swasembada gula pada akhir pemerintahannya, yakni tahun 2019. Untuk mewujudkan langkah tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) akan membangun 10 unit pabrik gula (PG) baru. Pembangunan 10 unit pabrik gula tersebut, kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, membutuhkan lahan dengan luas 500 ribu hektar, dan itu rencananya akan dibangun di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, Andi juga mengatakan pihaknya akan mengembangkan lahan pertanian untuk food estate, yaitu pengembangan produksi tanaman pangan berskala luas.

“Dalam mempersiapkan lahan, diperlukan pengecekan lebih jauh. Karena belum tentu lahan yang akan dibutuhkan cocok dari segi kondisi lahan, kontur kemiringan tanah, klimatalogi, dan lainya,” jelas Mentan.

Amran menegaskan, pengelolaan pabrik gula dan pengembangan kawasan pertanian food estate, akan diserahkan ke Badan Usaha Pemerintah Negara (BUMN) dan swasta. "Targetnya awal tahun ini bisa jalan. Sebab, kita juga melihat lahan-lahan yang telah digunakan, namun tidak jalan, nah itu bisa dimanfaatkan. Sehingga total luasan 500 ribu hektar tersebut tidak harus membuka lahan baru," katanya.

Kementan juga akan memperbaiki sistem irigasi program swasembada pangan seperti padi, jagung dan kedelai yang mengalami kerusakan. Total sistem irigasi yang rusak dan mengganggu program swasembada pangan di seluruh Indonesia mencapai 3 juta hektar. "Kami targetkan dalam tempo setahun lahan 1 juta hektar irigasi bisa diperbaiki. Karena faktor irigasi merupakan kunci dari swasembada pangan, selain juga benih yang baik, tersedianya pupuk, dan alsintan (alat mesin pertanian)," kata Amran.
 
Upaya lain yang dilakukan pemerintah dalam menunjang program swasembada pangan adalah dengan menarik minat para petani yang saat ini sudah banyak yang beralih profesi. Patut diketahui bahwa selama lima tahun belakangan ini, jumlah rumah tangga petani di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari 31 juta rumah tangga petani yang ada, kini hanya tinggal 26 juta petani.

“Artinya ada penurunan sebanyak 500 ribu rumah tangga petani setiap tahunnya. Karena itu agar mereka kembali berminat menjadi petani maka akan kita persiapkan alsintan," kata Amran menandaskan.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Maret 2015. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id