Menu
SAJIAN ISI

Kopi Indonesia Makin Mendunia Featured

hortus edisi 44 mei 2016Sebanyak 17 specialty coffee Indonesia yang dihadirkan pada Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS) benar- benar menjadi primadona. Keunggulan kopi-kopi tersebut semakin mengukuhkan Indonesia sebagai surga kopi terbaik di dunia. Transaksi kopi Indonesia pada ajang pameran yang digelar pada 14-17 April 2016 di Atlanta, Georgia tersebut, mencapai 35 juta dolar AS.

Menurut Reza Pahlevi Chairul, Atase Perdagangan Washington DC, 17 specialty coffee yang dilelang adalah Gunung Puntang, Mekar Wangi, Manggarai, Malabar Honey, Atu Lintang, Toraja Sapan, Bluemoon Organic, Gayo Organic, Java Cibeber, Kopi Catur Washed, West Java Pasundan Honey, Arabica Toraja, Flores Golewa, Redelong, Preanger Weninggalih, Flores Ende, serta Java Temanggung.

Dalam lelang tersebut tercatat transaksi kopi Indonesia mencapai 35 juta dolar AS untuk 392 kontainer. Nilai transaksi ini merupakan total transaksi yanag diperoleh dari arena pameran, MoU, dan hasil lelang yang diperkirakan, transaksi akan terus bertambah hingga beberapa bulan ke depan.

Reza menambahkan, lelang kopi dalam satu sesi saja berhasil membukukan transaksi sebesar 11.900 dolar AS atau berkisar Rp160 juta. Kopi terbaik yang berhasil dijual dalam lelang itu adalah kopi dari Gunung Puntang, Jawa Barat, yang dimenangkan oleh Phil Goodlayson dari Corvus Coffee, Denver, dengan harga jual tertinggi 55 dolar AS per kilogram atau berkisar Rp750.000 per kg. "Ini adalah rekor terbaru lelang kopi Indonesia," ungkapnya.

Dalam pameran tersebut, seorang petani kopi dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, bernama Leo Purba memberikan kuliah di arena SCAA Expo. Leo memberikan kuliah mengenai teknik giling basah dengan judul "Exploring Semi Wash Process and Farmers Challenges in Facing Global Market".

"Pada kuliah tersebut, dibahas bahwa pergerakan third wave coffee memberikan pengaruh yang positif dalam mendorong peningkatan proses perbaikan kualitas pengolahan kopi di Indonesia. Perkembangan ini pada akhirnya membuat petani kopi Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam mengisi permintaan pasar specialty coffee dunia," kata Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Kementerian Perdagangan, Merry Maryati.

Topik lain yang menjadi perhatian audiens adalah mengenai perkembangan peran dan pemberdayaan perempuan dalam industri kopi Indonesia. Topik itu dibahas dalam diskusi International Women's Coffee Alliance (IWCA) Breakfast yang dihadiri Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini.
Pada pameran kali ini, mulai dijajaki kegiatan SCAA Origin Trip ke Indonesia dan telah dibicarakan antara Delegasi Indonesia dengan Peter Gulliano, Senior Director of Symposium SCAA.

SCAA Origin Trip juga akan dijadikan sebagai momentum edukasi dan promosi kopi Indonesia dari para roasters AS dengan petani dan supplier specialty coffee Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2016, bertepatan dengan pelaksanaan Trade Expo Indonesia ke-31.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak mengemukakan, tingginya nilai transaksi pada pameran kopi di Amerika itu merupakan hasil nyata dari upaya untuk mendorong ekspor komoditas kopi Indonesia ke AS. "Diharapkan kualitas kopi yang baik dari beberapa supplier tersebut memastikan kelanggengan hubungan dagangnya dengan mitra di AS,” katanya.  

SCAA Expo ke-28 resmi dibuka pada Jumat (14/4). Walaupun tidak dapat hadir, Menteri Perdagangan Thomas Lembong tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat baik itu untuk menyapa para audiens melalui tayangan video. Video diputar tepat setelah pengumuman Indonesia sebagai Portrait Country SCAA ke-28 oleh Senior Director of Symposium SCAA Peter Giuliano.

Dalam video berdurasi 1 menit 37 detik tersebut, Mendag menyapa audiens SCAA dengan singkat dan menyampaikan terima kasih kepada SCAA untuk mendorong eksposur Indonesia sebagai rumah dari kopi terbaik di dunia. “Kopi adalah minuman abad ke-21. Kopi adalah minuman yang menggerakkan Silicon Valley,” kata mendag.

Selain itu, sejumlah testimoni dari tokoh dan pelaku industri kopi terkemuka di AS mengenai kopi Indonesia juga dihadirkan melalui video yang menginspirasi “A Tribute to Indonesia” dengan durasi 3 menit. Erna Knutsen, seorang legenda kopi yang menciptakan istilah specialty coffee dan salah seorang pendiri SCAA, mengaku ia sangat terinspirasi dengan kopi Sumatera hingga kini.

Sementara itu, roasters Ben Angelo menambahkan, keunikan kopi Indonesia tidak terdapat pada kopi yang berasal dari negara lain. “Ini menunjukkan bahwa memang specialty coffee Indonesia sangat dihargai kekayaan dan ragamnya oleh publik kopi AS,” kata Nus lagi.

Pemerintah memproyeksikan nilai ekspor kopi nasional akan tumbuh dalam kisaran 10%-15% sepanjang tahun ini seiring dengan meningkatnya tren permintaan kopi global. Tahun lalu, nilai ekspor kopi Indonesia naik 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Padahal, di saat yang bersamaan ekspor nonmigas secara keseluruhan justru melemah 14%.

"Secara hitungan kasar, kopi mempunyai masa depan yang cerah. Kopi menjadi minuman masyarakat kelas menengah sedangkan kelas menengah tumbuh. Kopi jelas menjadi salah satu ekspor unggulan," kata Lembong.

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai US$1,19 miliar sepanjang tahun lalu atau meningkat 15,21% secara yoy. Amerika Serikat (AS) menjadi tujuan utama biji kopi Indonesia, disusul oleh Jepang, Jerman, Italia, dan Malaysia. ** SH, AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id