Menu
SAJIAN ISI

Produk Sawit Aman Bagi Kesehatan Tubuh

COVER HORTUS EDISI OKT 16Meski komoditas sawit terus didera isu berbahaya bagi kesehatan manusia, namun pamornya tak lantas redup. Sebab, berbagai penelitian yang terus dilakukan ternyata sawit tak berbahaya bagi kesehatan. Di antara hasil penelitian itu, salah satunya dilakukan Prof. Sri Raharjo dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Sri Rahardjo, selama ini muncul anggapan yang keliru, bahwa semua yang berasal dari pendapat ahli kesehatan Amerika Serikat dianggap selalu benar.

"Padahal, sesungguhnya belum tentu benar," tukas Sri Raharjo dalam seminar bertajuk “Benarkah Sawit Buruk Bagi Kesehatan” yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, awal September kemarin, di Bogor..

Dalam pandangan Sri Raharjo, kesalahan pendapat ini sebenarnya telah terjadi sejak tahun 1955, sekitar 62 tahun silam, yang berawal dari penelitian Dr. Ancel Keys (Seven Countries Study) tahun 1955. Menurut Keys, semua lemak terutama hewani dinyatakan tidak baik bagi kesehatan.

Pada tahun 1956 Ikatan Ahli Penyakit Jantung Amerika menyatakan bahwa diet tinggi keju, lemak babi, telur dan daging sapi bisa menimbulkan penyakit jantung. Juga pemerintah Amerika Serikat menganjurkan diet rendah lemak.

Nah, siapa Dr. Ancel Keys itu, adalah seorang ahli fisiologi, bukan seorang dokter. Pada tahun 1955, di depan para ahli WHO di Jenewa, Keys membacakan hasil penelitiannya di Jepang, Italia, Inggris, Kanada, Australia dan AS tentang kematian yang dialami penderita penyakit jantung koroner akibat diet tinggi lemak hewani.

Di AS, selanjutnya bukan hanya lemak hewani yang dianggap membahayakan kesehatan tetapi juga termasuk lemak nabati yang banyak mengandung lemak jenuh. Termasuk minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang berasal dari negara-negara tropis (Indonesia, Malaysia dan Filipina) yang mengandung tinggi lemak jenuh. Maka minyak goreng produksi negara-negara tropis itu dianggap membahayakan kesehatan.

Menurut Sri Raharjo, pendapat yang keliru tersebut salah satunya adalah pendapat bahwa lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan dan lemak tidak jenuh baik bagi kesehatan. Sebab, sejatinya kolesterol adalah sejenis lemak yang sangat berguna bagi tubuh, yakni untuk membentuk dinding sel, empedu, hormon dan vitamin.

Memang, ada jenis kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang bisa mengendap pada dinding pembuluh darah dan menimbulkan penyakit jantung serta stroke maka disebut kolesterol jahat.

Selengkapnya baca di Majalah Hortus Archipelago Edisi Oktober 2016, Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id