Menu
SAJIAN ISI

Mungkinkah Indonesia Jadi Produsen Kopi No.1 Dunia

hortus edisi november 2016Meski Indonesia sudah mengenal dan mengolah kopi sejak abad ke-19, namun produksi kopi Indonesia saat ini kalah jauh dari Brasil dan Vietnam. Padahal, kedua negara tersebut merupakan pemain baru pada komoditas perkebunan ini. Penyebabnya ternyata cukup kompleks.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) kembali mengadakan event promosi dalam bentuk pameran kopi. Kali ini bertema ‘Smesco Rembuk Kopi Nusantara’. Event ini dihelat pada 13-15 Oktober 2016 di Gedung Smesco, Jakarta.

Dalam pameran yang digelar atas kerjasama LLP-KUKM, Coffee Lover’s Indonesia dan Koperasi Kopi Indonesia Sejahtera ini ditampilkan Gayo Coffee, Mandailing Coffee, Lampung Coffee, Java Coffee, Kintamani Coffee, Toraja Coffee, Wamena Coffee dan juga Luwak Coffee.

Tak hanya sebatas itu. Smesco Rembuk Kopi Nusantara juga menghadirkan kopi nusantara dari jenis arabika dan robusta, serta menampilkan mesin brewing dan roasting kopi hasil karya anak bangsa.

Menariknya, dalam acara ini berhasil mencatat transaksi miliaran rupiah. Itu artinya, pameran kopi dan teknologi kopi hasil karya anak bangsa tersebut berhasil membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki beragam kopi dengan kualitas dan aneka cita rasa terbaik.

Dengan adanya Smesco Rembuk Kopi Nusantara para pelaku usaha kopi dalam negeri berhasil memperluas pasar kopi mereka baik di dalam maupun luar negeri. Itu terjadi karena para tamu yang hadir dalam acara tersebut adalah para konsumen kopi serta buyer dari dalam dan luar negeri.

Acara Smesco Rembuk Kopi Nusantara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop, pameran produk kopi nusantra, demo roasting kopi, lomba roasting kopi, talkshow, pemilihan duta kopi nusantara, serta lomba busana batik.

“Event ini bertujuan untuk mengenalkan ragam kopi lokal di Indonesia, sekaligus sebagai suatu upaya untuk menyatukan potensi-potensi yang ada dari komoditas kopi Indonesia yang sudah terkenal sampai ke mancanegara,” ungkap Lisa Ayodhya, penggagas kegiatan Rembuk kopi ini, yang juga pendiri Coffee Lover’s Indonesia (CLI).

Melalui even ‘Smesco Rembuk Kopi Nusantara’ ini diharapkan akan memberi pemahaman tentang dunia perkopian Indonesia kepada masyarakat. Dan, bagi para pengusaha skala mikro, kecil, dan menengah dapat memanfaatkan peluang usaha di bisnis kopi ini.

“Kami berkeyakinan, event ini akan makin memperluas wawasan kepada generasi muda tentang berbagai jenis kopi nusantara,” ujarnya.
Melalui even ini pula, masyarakat, kalangan bisnis, dan pecinta kopi akan lebih mengenal berbagai hal terkait kopi. Mulai dari proses penanaman, panen dan pengolahan biji kopi yang berasal dari bentuk, rasa, dan ciri khas rasa kopi lokal sangat beragam dari berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Operasional Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Armel Arifin menambahkan, pihaknya senantiasa memberikan ruang gerak yang leluasa kepada para pelaku koperasi dan UKM dengan potensi yang dimiliki.

“Untuk mengekspresikan dan mempromosikan hasil kreativitasnya kepada masyarakat luas sehingga masyarakat akan semakin mengenal produk-produk dalam negeri yang berkualitas,” katanya.

Itu sebabnya, LLP-KUKM Kemenkop UKM menyambut positif kegiatan .Smesco Rembuk Kopi Nusantara’ sehingga para pelaku KUKM di bidang kopi dapat berkumpul dan saling bersinergi dalam rangka mem-branding produk kopi unggulan dari masing-masing daerah.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago Edisi 50, November 2016. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id