Menu
SAJIAN ISI

Menjaga Sawit Tetap Unggul di Pasar Global

hortus edisi maret 2017Komoditas kelapa sawit nasional hingga saat ini masih menjadi unggulan di pasar global.  Momentum ini harus tetap dijaga agar sawit tidak bernasib tragis seperti komoditas rempah-rempah atau pun gula.

Ketika memberikan pengarahan pada Pertemuan Nasional Sawit Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, awal Februari 2017 kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa produk kelapa sawit Indonesia menjadi kebanggaan sekarang ini bagi bangsa dan negara ini. Apalagi, ekspor produk kelapa sawit Indonesia terus mengalami peningkatan.

"Seperti rempah-rempah, pala, tebu, gula. Pernah menjadi andalan kita, tapi mereka sudah mulai hilang peranannya. Gula banyak tapi tidak lagi jadi andalan ekspor kita mengingat saat ini negara kita nett importir di bidang ini. Saya sampaikan jangan sampai kelapa sawit jadi sejarah saja," katanya mewanti-wanti.

Keberhasilan Indonesia dalam menerapkan kebijakan biodiesel 15 persen yang kemudian naik menjadi 20 persen telah mampu mengangkat kembali industri kelapa sawit nasional, salah satunya dari sisi harga.

Darmin mengaku, saat baru beberapa minggu menjabat sebagai Menko Perekonomian, harga CPO (crude palm oil) kala itu sedang mengalami keterpurukan. Pada saat yang bersamaan juga diterapkan kebijakan B15, lantas B20, yakni program yang mewajibkan pencampuran bahan bakar minyak jenis solar dengan minyak kelapa sawit sebesar 15% kemudian 20%.

Sejak diterapkan kebijakan itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang tadinya sekitar Rp 800 per kg terdongkrak dua kali lipat. Oleh karena itu, lanjut dia, momentum produk kelapa sawit Indonesia yang tengah membaik ini jangan sampai tinggal sejarah sama seperti produk komoditi lainnya semisal rempah-rempah.

Apalagi, ujar Darmin, di antara semua tanaman yang menghasilkan minyak, produksi kelapa sawit Indonesia menjadi yang paling tertinggi di dunia. "Kita menyadari betul bahwa kelapa sawit adalah suatu berkah bagi Indonesia," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Bayu Krisnamurthi menambahkan, melalui kebijakan B15 dan B20 yang sudah dijalankan pemerintah Indonesia, terjadi kenaikan harga CPO di pasar global hingga 45,7 persen menjadi US$ 790 per metrik ton.

‎Serlain itu, kata Bayu, kepemimpinan Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor terbesar minyak kelapa sawit, ditandai dengan kinerja ekspor komoditas ini pada 2016.
Indonesia ekspor produk kelapa sawit senilai US$ 17,8 miliar pada tahun lalu, atau naik 8% dari tahun sebelumnya US$ 16,5 miliar.

Walaupun nilainya naik, namun secara volume, ekspor pada 2016 mengalami penurunan sebesar 2% dari tahun sebelumnya. Volume ekspor CPO 2016 itu sebanyak 25,7 juta ton. Sedangkan tahun sebelumnya 26,2 juta ton.

"Kelapa sawit Indonesia pada tahun  2016 kontribusinya 12,3 persen dari total ekspor. Dan kontribusinya 13,05 persen dari total ekspor non migas. Padahal, 4 tahun lalu kontribusinya baru 8 persen.

Dikatakan Bayu, produk hilir sawit juga telah tumbuh 6%, atau sudah mencapai 54 jenis. Ini menjadikan Indonesia sebaga pioner bio energi. "Tahun 2016 pangsa ekspor biomassa 28%, ada permintaan besar dari Jepang dan Korea, Indonesia adalah pioner untuk bioenergi dan kita punya bahannya. Sementara, negara lain juga sudah memulai dan harus kita cermati," katanya mengingatkan.

Sejak BPDP Sawit berdiri dengan mendukung kebijakan biodiesel yang diterapkan pemerintah, sumbangan ke pajak tercatat mencapai Rp 1 triliun, penghematan devisa mencapai US$ 1,1 miliar, nilai tambah industri mencapai Rp 4,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang.  

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Arhipelago edisi Maret 2017. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id