Menu
SAJIAN ISI

Vietnam Gabung di ITRC

Vietnam Gabung di ITRC

Vietnam akhirnya bergabung dengan International Tripartite Rubber Council (ITRC). Sebelumnya, ITRC beranggotakan Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Ketiga negara tersebut mengatur produksi dan ekspor agar harga karet tetap stabil.

Deny Wachyudi Kurnia, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional mengatakan,
bergabungnya Vietnam dengan dengan organisasi negara produsen karet dinilai akan menambah kekuatan. “Masuknya Vietnam akan meningkatkan koordinasi dalam pembentukan produksi dan ekspor,” katanya, belum lama ini.

Masuknya Vietnam juga membuat organisasi tersebut menguasai lebih dari sepertiga ekspor karet. Ekspor karet ITRC selama ini menguasai 73% dari total ekspor seluruh dunia. Setelah bergabungnya Vietnam, porsi ekspor ITRC bisa mencapai 85%.

Tidak hanya pasar ekspor yang didominasi, produksi karet juga akan lebih didominasi ITRC dengan masuknya Vietnam. Sebelumnya total produksi karet negara ITRC sebesar 64% dari total produksi dunia. ITRC plus Vietnam akan menguasai 72,5% produksi karet dunia.

ITRC menggelar pertemuan di Bangkok, Thailand belum lama ini. Berdasarkan dokumen Joint Communique Ministerial Committee Meeting 2017 ITRC, pertemuan tersebut membahas keberlangsungan produksi karet.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan Indonesia, Chatchai Sarikulya selaku Minister of Agriculture and Cooperatives dari Kerajaan Thailand, serta Datuk Seri Mah Siew Kong selaku Minister of Plantation Industries and Commodities Malaysia.

Pertemuan ini membahas skema manajemen suplai karet. Pertemuan ini juga merencanakan perpanjangan skema manajemen suplai hingga 2025. Skema ini mengharuskan industri melakukan sistematika penanaman karet. Penanaman dilakukan sejak 2007 hingga 2016.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai pasar sehingga permintaan atas karet tetap membuat harga stabil. Selain berfokus pada pasar regional, ITRC juga akan meningkatkan permintaan karet domestik.

Peserta pertemuan melihat dampak dari diberlakukannya agreed export tonnage scheme (AETS) pada 1 Maret hingga 31 Desember 2016 lalu. Pemberlakuan AETS dinilai  berkontribusi dalam menahan tren harga yang terus turun. ***AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id