Menu
SAJIAN ISI

Sinar Mas Cepsa Operasikan Pabrik Oleokimia di Indonesia

Sinar Mas Cepsa Operasikan Pabrik Oleokimia di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik oleokimia PT Energi Sejahtera Mas dengan nilai investasi mencapai Rp 4,77 triliun di Kawasan Industri Lubuk Gaung Kota Dumai.

Pabrik oleokimia pertama di Indonesia yang diresmikan ini adalah perusahaan Sinar Mas Cepsa, yakni perusahaan patungan antara Golden Agri Resources Ltd (GAR) dan induk usaha PT SMART Tbk, dengan bahan baku minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Pabrik oleokimia yang akan memproduksi asam lemak dan lemak alkohol berkapasitas 160 ribu metrik ton (MT) per tahun ini memiliki pangsa pasar di kawasan Asia, Eropa Timur dan Eropa Barat.

CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O Widjaja mengatakan, usaha patungan itu diciptakan dengan visi untuk menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan dengan pasokan bahan baku berkelanjutan.

Menurutnya, integrasi vertikal Sinar Mas Cepsa dan peluncuran pabrik di Dumai merupakan langkah penting untuk mencapai visi tersebut. Dengan mengombinasikan dua keahlian (dari dua perusahaan), Sinar Mas Cepsa mempunyai semua resep untuk menjadi sukses.

"Melalui usaha patungan ini kami dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus menciptakan lapangan kerja di Indonesia," ujarnya di sela-sela peresmian pabrik pertama Sinar Mas Cepsa di Indonesia di Dumai, Riau, baru-baru ini.

Franky menambahkan, kemitraan joint venture juga menjadi simbol ambisi Sinar Mas untuk tetap menjadi pemimpin di sektor agribisnis, termasuk melalui perluasan bisnis di bidang oleokimia. Sebagai catatan, grup Sinar Mas juga mengelola kegiatan usaha di sektor oleokimia di bawah bendera Sinarmas Oleochemical (PT Soci Mas).  

Menurut Vice Chairman dan CEO Cepsa, Pedro Miró, divisi kimia Cepsa adalah kunci utama dalam strategi pertumbuhannya.

"Perusahaan kami memiliki portofolio yang luas dan beragam. Khususnya untuk industri kimia, unit-unit bisnis di mana kami beroperasi adalah yang terdepan. Menambah rantai nilai alkohol lemak berbasis nabati merupakan langkah terbaru dalam rencana internasionalisasi kami. Dan sangatlah penting bagi kami untuk bermitra dengan para ahli dalam bidangnya yang terpercaya dan bereputasi baik,” jelas Pedro.

Sementara itu, CEO Sinar Mas Cepsa, Kung Chee Whan menambahkan, Cepsa memang ingin memperluas portofolio petrokimia dengan produk berbasis nabati. Untuk itu pihaknya berkolaborasi dengan Sinar Mas Agribusiness and Food.

”Karena itu, bermitra dengan Sinar Mas Agribusiness and Food, sebagai salah satu produsen kelapa sawit terkemuka di dunia adalah pilihan yang tepat. Bentuk kemitraan yang menggabungkan kekuatan dari kedua sisi terlihat dari pabrik kami di Dumai. Pabrik ini memanfaatkan teknologi dan keahlian Cepsa pada oleokimia dan mengandalkan bahan baku yang berkelanjutan dari Sinar Mas Agribusiness and Food,” paparnya.

Deputy CEO Sinar Mas Cepsa, José María Solana mengatakan, ini adalah pertama kalinya pihaknya memproduksi bahan kimia yang tidak berasal dari minyak namun berbasis nabati, lokasi baru, bisnis baru, dan juga pasar yang baru.

Pabrik Dumai memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 160.000 metrik ton alkohol lemak per tahun. Penjualan alkohol lemak berbasis nabati kian diminati sebagai bahan baku untuk produk perawatan pribadi dan deterjen cair. Fokus utama penjualan dari Pabrik Dumai adalah pasar-pasar di Asia.

Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia. Selain itu kehadiran pabrik ini juga akan mendukung pertumbuhan industri bahan kimia di Indonesia melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terdepan dalam memproduksi alkohol lemak dari bahan baku nabati yang berkelanjutan.

Pabrik Dumai sepenuhnya telah beroperasi secara mandiri. Pabrik ini mampu menghasilkan listrik sendiri, mengolah limbah dan mengelola logistiknya sendiri. Selain itu, Pabrik Dumai memiliki lokasi yang strategis, bersebelahan dengan kilang minyak Lubuk Gaung milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang memasok minyak inti sawit untuk pabrik tersebut. Kilang Minyak Lubuk Gaung telah memperoleh sertifikasi RSPO dan dapat ditelusuri asal bahan bakunya. *** SH

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id