Menu
SAJIAN ISI

Uni Eropa Tunda Larangan Impor Biofuel Sawit 2030

hortus edisi juli 2018Uni Eropa akhirnya memperpanjang masa pelarangan penggunaan biofuel berbasis minyak sawit dari tahun 2021 menjadi 2030. Kabar baik bagi industri biodiesel dalam negeri, sehingga dapat menggairahkan kembali industri minyak nabati Indonesia. Otoritas Uni Eropa akhirnya memutuskan untuk menunda pelarangan penggunaan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan campuran biofuel dari sebelumnya tahun 2021 menjadi 2030.

Keputusan itu disepakati dalam pertemuan trialog antara Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa pada 14 Juni 2018 yang juga menghasilkan revisi Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa (RED II).
 
Dalam teks RED II, Uni Eropa sepakat mencapai target energi terbarukan sebesar 32% pada tahun 2030 dari yang ada saat ini sebesar 27%. Kesepakatan baru itu menggantikan rancangan proposal energi yang akan menghapus minyak kelapa sawit sebagai bahan dasar biofuel pada tahun 2021.
 
Untuk mencapai target energi terbarukan Uni Eropa, kontribusi biofuel dari sejumlah kategori bahan baku akan dikurangi secara bertahap hingga 2030.
 
"Biofuel akan dikaji dengan perlakukan yang sama, tanpa melihat sumbernya. Teks RED II tidak akan membedakan atau melarang minyak sawit. Uni Eropa tetap menjadi pasar paling terbuka untuk minyak sawit Indonesia," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend dalam keterangan resminya.

Dengan begitu, Uni Eropa menyebut tidak ada pembatasan impor minyak sawit sebagai bahan campuran biofuel dan pasar di Benua Biru itu tetap terbuka untuk impor minyak sawit.
 
Uni Eropa merupakan pasar ekspor minyak sawit terbesar kedua. Adapun ekspor minyak sawit ke pasar Uni Eropa telah meningkat sebesar 28% pada 2017.
 
Indonesia sendiri telah menempuh jalan panjang untuk memulihkan ekspor sawit ke kawasan tersebut. Sejumlah lobi digencarkan untuk kembali mendapatkan akses pasar untuk salah satu komoditas penyumbang devisa negara terbesar ini. Tak hanya ke Uni Eropa, lobi sawit juga dilakukan hingga Vatikan.
 
Proses lobi sawit kala itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut juga membawa serta beberapa pengusaha industri kelapa sawit sebagai tamu untuk membahas hal ini di antaranya Martua Sitorus (Wilmar International), Bachtiar Karim (Musim Mas), dan Surya Darmadi (Duta Plasma).
 
Menurut Luhut, salah satu strategi lobi yang akan diupayakan adalah dengan melakukan rangkaian perjalanan ke negara-negara Uni Eropa. Dalam rangkaian tersebut, Indonesia akan menjelaskan posisinya terkait persoalan kelapa sawit yang dihadapi saat ini.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago Edisi Juli 2018. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

 

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id