Menu
SAJIAN ISI

AIRICA INSTIPER Gelar Seminar Kecerdasan Buatan di Bidang Genomik

Dalam rangkaian Dies Natalis INSTIPER ke-60, digelar seminar internasional dan kuliah umum oleh AIRICA INSTIPER yang merupakan pusat riset dan inovasi di bidang kecerdasan buatan untuk agroindustri.

Bertempat di INSTIPER Auditheater, seminar internasional dan kuliah umum AIRICA merupakan kerjasama antara AIRICA INSTIPER dengan AI R&D Universitas Bina Nusantara dengan tema “Genomics Research in Oil Palm Industries”.

Acara tersebut menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Dr. James W Baurley dari BioRealm-USA tentang “Data science platform for agriculture biomarker development” dan Matthew H Levy dari Biodiversity-USA dengan tema “Turning good science into good profit: How to leverage advances in genomic sciences to increase profitability in agriculture sector”.
Adapun moderator pada acara tersebut adalah Dr. Bens Pardamean (Direktor of AI R&D Binus) dan Dr. Harsawardana (Director of AIRICA-INSTIPER).

Harsawardana, Direktur AIRICA INSRIPER, dalam sambutannya menyampaikan, Genomic research saat ini sudah dibicarakan dimana-mana dan sudah kita rasakan manfaatnya seperti pengetesan DNA untuk deteksi penyakit dll. Sehingga sudah sewajarnya jika riset genomic juga harus dikembangkan untuk perkebunan kelapa sawit mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia.

"Namun semua ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada kerjasama dengan semua pihak pemangku kepentingan dan pihak perusahaan yang meupkan pemilik data kelapa sawit. Kolaborasi riset menjadi hal yang mutlak dalam hal ini, terlebih dengan bantuan artificial intellegence akan mempermudah dalam pengolahan bigdata genomik kelapa sawit," jelasnya.

Betti Yuniasih, Humas INSTIPER, menambahkan selain seminar internasional dan kuliah umum pada kesempatan tersebut juga dilaunching buku artificial intellegence dengan judul “Artificial Intellegence : The Methods behind the Machine” yang ditulis oleh AIRICA INSTIPER dan AI R7D Center Universitas Bina Nusantara dan diterbitkan oleh INSTIPER Press.

"Ya selain itu akan dilaunching buku artificial intellegence dengan judul “Artificial Intellegence : The Methods behind the Machine” yang dituis oleh AIRICA INSTIPER dan AI R7D Center Universitas Bina Nusantara," pungkas Betti.

INSTIPER Jaga Reputasi Sebagai Model Pendidikan Kompetensi Khusus

Memasuki usia ke-60 Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) telah menjadi Perguruan Tinggi Swasta Pertanian yang patut dibanggakan dan menjadi role model tata kelola Perguruan Tinggi Swasta Pertanian. Pada tahun 2018 ini Kemenristekdikti melalui DitJen Kelembagaan dan Ristek Dikti telah mengeluarkan rangking Perguruan tinggi, dimana INSTIPER mendapat rangking 130 meningkat dari sebelumnya rangking 268.

Rektor INSTIPER Dr Purwadi, MS dalam pidato peringatan Dies Natalis ke-60 di Grha Instiper Yogyakarta, 10/12, mengajak semua civitas akademika INSTIPER terus menerus melakukan perubahan dan inovasi secara berkelanjutan melalui program NiwAT 18-23 untuk menyongsong INSTIPER hebat, INSTIPER yang lebih berjaya.

"Untuk mendukungnya, INSTPER terus meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja sejak tahun 2009/10, seiring dengan peningkatan mahasiswa baru dan student body dan dalam 10 tahun terakhir telah meningkat hampir 8 kali dibandingkan tahun 2009/10. Atau rata-rata setiap tahun naik 75 %, sebuah pertumbuhan yang pesat dan patut kita syukuri bersama. Selain itu anggaran operasional, anggaran investasi untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pembalajaran terus meningkat termasuk pembangunan infrastruktur," kata Purwadi.

Menurut Purwadi, khusus infrastruktur selama 8 tahun terakhir telah melakukan rehabilitasi Gedung Kampus Papringan dan juga KP2 Ungaran. Kemudian pembangunan infrastruktur baru meliputi: Gedung Pusat Kegaiatan Mahasiswa dan Alumni. Kantin INSTIPER, Gedung Fasilitas BANK dan ATM Laboratorium Pusat INSTIPER, Asrama Mahasiswa Praktek di KP2, Gedung Pertemuan dan rapat di KP2 Ungaran.

Bahkan, saat ini INSTIPER telah selesai membangun Gedung Serbaguna INSTIPER, yaitu Gedung Serbaguna dengan kapasitas 2000 orang, yang dilengkapi tribun diatas dan juga parkir lantai basement yang telah diresmikan oleh Menristekdikti pada Maret 2018 lalu.

"Kita juga sudah selesai pembangunan Perpustakaan Pusat INSTIPER, yaitu perpustakaan modern berbasis digital. Khusus unit kebun pendidikan dan penelitian (KP2) Ungaran saat ini memilki “brand baru” Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) yang kita tingkatkan menjadi pusat pendidikan, pelatihan, penelitian dan wisata agro berbasis pendidikan," jelas Purwadi.

Purwadi menambahkan, pada tahun 2018 bersama dengan pihak ketiga telah dikembangan sebagai agrowisata berbasis kakao-coklat, atau disebut sebgai kampung Coklat dan selanjutnya memiliki brand tambahan yaitu “SEAT Cco”. Selanjutnya SEAT Cco ini diharapkan akan menjadi destinasi wisata agro khususnya perkebunan dengan unggulan produk kakao yang telah di diolah menjadi coklat dengan merk “De Jassco:

Selain itu, dalam dua tahun terakhir INSTIPER telah mampu meningkatkan mahasiswa baru sebanyak 100 per tahun hingga jumlah mahasiswa baru pada tahun 2014 dan mencapai titik tertinggi mencapai 934 mahasiswa dan pada 3 tahun terakhir INSTIPER menerima mahasiswa baru berkisar 800-900.

Jumlah mahasiswa keseluruhan (student body) yang terus menurun hingga mencapai titik nadir terendah pada tahun 2009 dengan jumlah mahasiswa 1050, mulai tahun 2010 telah mulai meningkat seiring dengan penerimaan mahasiswa baru dan pada tahun 2018 ini telah mencapai sekitar 3580 mahasiswa.

Peningkatan jumlah mahasiswa baru perlu diikuti dengan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu, dengan demikian ratio dosen-mahasiswa masih terkendali. Apabila kita gagal mengelola strategi ini maka akan berdampak pada kinerja INSTIPER baik akademik maupun biaya operasional. Pada saat ini kelulusan mahasiswa terus didorong untuk dapat lulus dengan tepat waktu dan indeks prestasi rata-rata 3 dan minimum 2.75 serta lulus 3.5- 4 tahun mencapai 80 %

Peningkatan jumlah dosen terus dilakukan dengan mengarah pada pemenuhan kebutuhan sesuai kompetensi. Rekuitmen selama 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa pendaftar calon dosen yang sesuai kebutuhan kompetensi di INSTIPER sangatlah sedikit, dan juga hanya sebagian kecil calon dosen yang berasal dari INSTIPER sendiri.

"Ini perlu perhatian dan kebijakan yang pas. Ke depan rasio dosen dari INSTIPER dan non INSTIPER diharapkan tetap pada komposisi 30 : 70 %, dimana sumber utama dosen dari luar INSTIPER diharapkan dapat diisi dari UGM, IPB dan ITB. Dengan melihat perkembangan yang terjadi maka dosen di INSTIPER nanti akan ada 4 kategori yaitu: Dosen organik tetap NIDN, Dosen organik kontrak NIDN, Dosen organik kontrak NIDK, dan Dosen luar biasa," jelasnya.

Upaya peningkatan kualitas dosen terus ditingkatkan dengan memberikan kesempatan untuk meningktkan diri mengikuti pendidikan lanjutan program doktor. Namun demikian kita masih memiliki kelemahan terkait dengan peningkatan jabatan fungsional dosen akibat kurangnya publikasi dosen pada jurnal-jurnal terakreditasi. Kondisi ini akhirnya juga berdampak pada penilian kinerja institusi. Kami perlu mencari terobosan untuk hal ini, dan mulai tahun akademik 2018/2019 telah menetapakan agar setiap dosen memiliki minimal satu karya ilmiah setiap semester .

Penelitan dosen dan juga pengabdian masyarakat yang berujung pada publikasi dengan prioritas jurnal-jurnal ilmiah masih rendah. Beberapa dosen telah memperoleh hibah penelitian dan pengabdian masyarakat baik dari Pemerintah, perusahaan. Badan lain (BPDP-KS). INSTIPER akan mendorong untuk hal ini, namun juga harus diperhatikan agar penelitian dan pengabdian masyarakat diharapkan mengarah pada fishbone (renstra) penelitian dan pengabdian yang dibuat LPPM, Fakultas dan Prodi masing-masing. Pada tahun ini Instiper juga telah melakukan kolaborasi riset dengan Murdoch University, Perth, Australia, dan Instiper akan terus mendorong kolaborasi bersama perguruan tinggi luar negeri yang lainnya

Selama 2 tahun terakhir, jumlah dosen di INSTIPER yang telah mendapatkan HAKI dan Paten juga semakin banyak atas penelitiannya.

Tak hanya itu, alumni INSTIPER yang tergabung dalam Keluarga Alumni INSTIPER Yogyakarta pada saat ini sangat dinamis. Peran Keluarga alumni INSTIPER pada saat krisis di INSTIPER telah terbukti.

"Kebangkitan INSTIPER tahun 2005 juga didorong dan didukung penuh oleh keluarga alumni. Pada saat ini INSTIPER sedang membangun pertumbuhan ke dua," katanya.

Purwadi menjelaskan, dalam sejarah perkembangan perguruan tinggi di dunia, kehebatan Universitas sebetulnya terletak pada “reputasi” sebagai hal utama. Reputasi ini terkait dengan “trust” penilaian masyarakat khususnya pengguna lulusan. Universitas-univesritas hebat didunia terkenal karena mampu membangun “reputasi” dan hal ini dilihat dari karya-karya alumninya.

Sejatinya INSTIPER sampai saat ini telah mampu membangun dan memiliki “reputasi” yang baik. Kita mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan pendidikan beasiswa ikatan kerja dari perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan yang terbesar di Indonesia seperti PT SMART, PT Astra Agro Lestari Tbk; PT Asian Agri, First Resources Group, PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Triputra Agro Persada Group, PT Swakarsa (DSN), PT RAPP, dan beberapa perkebunan besar lainnya.

Bahkan selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2016/17 hingga 2018/19 ini dipercaya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan bekerja sama dengan Apkasindo untuk mendidik anak-anak dari petani di sekitar perkebunan kelapa sawit dengan beasiswa penuh pendidikan setara Diploma Satu. Dalam masyarakat khusus perkebunan kelapa sawit, banyak orang bilang “kalau mau SDM siap kerja dan handal di lapangan carilah ke INSTIPER”.

Alumni INSTIPER memiliki ciri dan karakter khas, mereka bilang “yang seperti ini pasti alumni. INSTIPER”. Alumni INSTIPER saat ini tersebar hampir di setiap perkebunan kelapa sawit seantero Nusantara, kalau beberapa waktu di dunia perdagangan dan industri muncul “Korean Wave” dimana-mana ada produk Korea, Di perkebunan kelapa sawit muncul “INSTIPER Wave” mereka bilang “kalau berkunjung ke perkebunan kelapa sawit di manapun pasti nanti akan ketemu alumni INSTIPER”

Ini adalah “trust” yang diperoleh dari “reputasi” yang dibangun INSTIPER sepanjang usianya. Dalam konteks reputasi ini sebenarnya yang berperan utama adalah karya-karya para alumninya. Saya ucapkan terima kasih kepada para alumni INSTIPER yang telah berkarya dengan sangat baik dilingkungan kerja masing-masing yang tersebar di seluruh Nusantara. Inilah wujud kontribusi terbesar INSTIPER untuk bangsa. Kepada para alumni di manapun bekerja dan dimanapun berada, teruslah berkarya sebagai seorang professional yang handal, ulet dan dapat dipercaya.

Dalam pembinaan kemahasiswaan juga terus dikembangkan dan disiapkan transformasi, apabila pengembangan mahasiswa dahulu berbasis unit kegiatan mahasiswa, maka akan dikembangan kelompok mahasiswa berbasis hobi-profesi. Secara umum pengembangan kelompok-kelompok mahasiswa berbasis hobi-profesi dalam mendukung profesionalisme, sebagai contoh: dikembangkannya kelompok INSTIPER Drone Academy, INSTIPER Robotic Academy, INSTIPER Beverage Academy, Instiper Smart Forest Academy, Instiper Smart Greenhouse Academy dan lainnya. Ini bukan berati akan menguragi peran Init Kegitan Mahasiswa (UKM), tapi merupakan pengembangan kelompok-kelompok minat kecil, dimana pada saatnya kalau sudah besar akan berkembang menjadi UKM.

Pada kesempatan Dies Natalis INSTIPER tersebut juga diresmikan program baru dengan fasilitas-fasilitas baru. Program baru tersebut adalah STIPER TECHNO AGRO FOREST EDU PARK (STAFEP).

"Atau dalam bahasa keseharian disebut sebagai Taman Pintar Perkebunan, Kehutanan dan Industrinya, program ini akan menjadikan Instiper sebagai Perguruan Tinggi Terbuka bagi setiap insan masyarakat yang ingin memperoleh pengetahuan tentang Perkebunan, Kehutanan dan Industrinya. Instiper akan membuka diri menyingkap tirai lembaga pengetahuan agar tidak menjadi Institusi Menara Gading dimana masyarakat sulit dan takut mengaksesnya. STAFEP ini diharapkan akan menjadi salah satu destinasi wisata pendidikan terkemuka di Jogyakarta," tambah Purwadi.

STAFEP terdiri dari 11 stasiun yaitu Arboretum Kahutanan, Laboratoriun Kehutanan, Pemutaran Film INDONESIA RAYA di AudITeather, Galeri Perkebunan (sawit), Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil, Pilot Plan, Laboratorium AI dan Robotik, Alat-Mesin Pertanian, Laboratorium Kultur Jaringan, Green House Pendidikan dan terakhir Smart Green House.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof.Dr. Ismunandar dalam kesempatan tersebut menyatakan sejak berdirinya, INSTIPER telah berkontribusi dalam menyiapkan SDM yang berkwalitas untuk dunia pertanian, perkebunan dan kehutanan di Indonesia.

"Tak perlu diragukan karena fakta menunjukkan INSTIPER telah menjadi salah satu benchmarking bagi perguruan tinggi dengan berkolaborasi dengan dunia industri baik pertanian, perkebunan, kehutanan dalam pembiayaan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri (employer practical skills)," kata Ismunandar.

Ismunandar menambahkan, saat ini Kemenristekdikti selalu mendorong perguruan tinggi terus melakukan inovasi untuk menghasilkan riset-riset sesuai dengan permintaan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing bangsa.

 

INSTIPER Raih Prestasi Istimewa di Usia ke-60

Di usianya yang ke-60, INSTIPER telah banyak meraih banyak capaian dan prestasi istimewa. INSTIPER patut berbangga karena pada tahun 2018 ini peringkat INSTIPER sebagai perguruan tinggi naik dari rangking 268 pada tahun 2017 naik menjadi rangking 130 pada tahun 2018. Sehingga pada pidato Presiden RI saat pembukaan IPOC pada akhir Oktober 2018 lalu, Presiden Joko Widodo menyebut nama Stiper INSTIPER dalam pidatonya sebagai kampus kelapa sawit.

Rektor INSTIPER Dr. Purwadi, menjelaskan, banyak perubahan besar yang terjadi di INSTIPER pada tahun 2018 ini, sehingga bisa dikatakan bahwa tahun ini merupakan tahun yang istimewa bagi INSTIPER.

“Beberapa pencapaian dan kegiatan INSTIPER pada tahun 2018 ini merupakan loncatan ke depan yang dilakukan dalam waktu relatif singkat. INSTIPER tidak ingin menjadi institusi yang tergilas perkembangan jaman. INSTIPER terus berbenah dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambah Purwadi.

Perjalanan panjang INSTIPER dimulai sejak 10 Desember 1958, sehingga pada 10 Desember 2018 INSTIPER genap berusia 60 tahun. INSTIPER merupakan kampus perjuangan, yang didirikan karena semangat berjuang mengisi kemerdekaan dan mengisi kekosongan staf perkebunan yang baru saja diambil alih pemerintah dari tangan penjajah. Sejak awal berdiri hingga saat ini, INSTIPER konsisten untuk mencetak sarjana siap kerja yang tidak hanya dibekali dengan pengetahuan namun juga ketrampilan.

Beberapa infrastuktur telah selesai dibangun INSTIPER untuk melengkapi kegiatan pembelajaran di INSTIPER seperti renovasi Arboretum, renovasi INSTIPER Auditheater, Smart Laboratory, Laboratorium Robotik, Laboratorium AIRICA, pembangunan gedung perpustakaan, pengembangan galeri perkebunan, mobil klinik INSTIPER, pembangunan smart green house dan conventional green house, dan fasilitas pendukung yang lain. Pada kesempatan Dies Natalis yang berbahagia ini, akan dijadikan momen untuk meresmikan sarana dan fasilitas baru di INSTIPER.

"Pada usianya ke-60 INSTIPER telah mapan sebagai perguruan tinggi swasta yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Kekhasan pendidikan di INSTIPER merupakan kunci kesuksesan INSTIPER, selain itu kepercayaan dari stakeholder perusahaan juga menjadi pendukung kesuksesan tersebut," tambah Purwadi.

Kemampuan INSTIPER untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan di luar INSTIPER, membuat INSTIPER dapat bertahan dan terus berkembang sampai saat ini. Di saat perguruan tinggi pertanian lain tutup karena tidak memperoleh mahasiswa, INSTIPER justru memilih jalan berbeda dengan membuka minat studi kelapa sawit di tahun 2005. Peluang lain juga dilihat INSTIPER dengan membuat minat studi sarjana hutan tanaman industri untuk Fakultas Kehutanan INSTIPER.

Menghadapi tantangan luar yang terus berubah terutama akibat adanya revolusi industri 4.0, tidak membuat INSTIPER gentar. INSTIPER justru membuat beberapa loncatan baru dalam menghadapi era disrupsi tersebut. INSTIPER melakukan transformasi tahap ketiga melalui New INSTIPER with Advanced Technology (NIwAT).

Sinar Mas Agribusiness and Food Dinobatkan sebagai The Best Creative Stand

Sinar Mas Agribusiness and Food Dinobatkan sebagai The Best Creative Stand pada pagelaran Industri Makanan Internasional SIAL Interfood 2018. Penghargaaan diberikan langsung oleh Panel Juri SIAL Interfood kepada General Manager Marketing Sinar Mas Agribusiness and Food, Davy Djohan.

SIAL Interfood merupakan sebuah ajang pameran industri makanan dan minuman berskala internasional yang memungkinkan para pelaku industri saling bertemu dan memperkenalkan keunggulan produk-produk mereka. Lebih dari 50.000 pengunjung hadir pada kegiatan yang diikuti oleh 1.100 peserta dari 27 negara, menempatkan pameran industri makanan dan minuman tersebut sebagai yang terbesar di tanah air.

Terdapat beberapa kriteria yang dinilai oleh panel juri untuk memenangkan kategori penghargaan tersebut seperti kebersihan, keunikan, kreativitas, nilai-nilai budaya serta banyaknya pengunjung yang hadir pada stand tersebut. Penilaian tersebut dilakukan selama tiga hari selama pelaksanaan pameran dari 21-24 November 2018 lalu.

Sinar Mas Agribusiness and Food mengusung tema Indonesia dengan menampilkan kekayaan dan potensi yang dimiliki negeri ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Elemen budaya Bali, Minang, Batak, Betawi, Papua, Jawa, Batak dan budaya lain di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan stand ini dengan para peserta lain.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga menyelenggarakan demo memasak membuat makanan bercita rasa Indonesia seperti onde-onde cookies, getuk cake dan ayam gulung kari nanas. Ide dasar dari pembuatan olahan makanan tersebut adalah mengangkat kembali kuliner khas Indonesia dengan sentuhan bahan-bahan modern dan sehat. Semua olahan makanan tersebut dibuat dengan bahan dasar produk-produk buatan Sinar Mas Agribusiness and Food yang merupakan produk turunan kelapa sawit seperti cooking oil, margarine, shortening dan frying fat dari brand Filma, Palmboom dan Palmvita.

“SIAL Interfood menjadi momentum yang baik bagi kami untuk terus memperkenalkan produk-produk asli Indonesia seperti Filma, Palmboom dan Palmvita kepada dunia serta keunikan dan keanekaragaman yang dimilikinya. Kami percaya bahwa ini adalah salah satu langkah kami untuk dapat berkontribusi membangun negeri. Terlebih lagi sangatlah penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa membangun kebanggaan dan pemahaman terhadap produk kelapa sawit yang diproduksi secara sehat dan berkelanjutan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia maupun konsumen di dalam dan luar negeri,” jelas Davy Djohan.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id